Cantiknya perhiasan koin kuno peninggalan Belanda Wizra Jewellery

·Bacaan 4 menit

Perhiasan menjadi salah satu barang yang digemari para wanita karena menambah estetika bagi pemakainya. Di Provinsi Jambi bahkan terdapat perhiasan khas yang terbuat dari koin-koin kuno asli peninggalan Belanda.

Wizra Jewellery adalah produsen perhiasan koin-koin kuno peninggalan Belanda asal Jambi. Pemiliknya adalah Wizra yang sudah menekuni produksi perhiasan koin kuno Belanda ini sejak tahun 2010.

Wizra mengatakan beragam pilihan model koleksi perhiasan koin kuno Belanda yang dibuatnya mulai dari kalung, cincin, gelang hingga bross.

Sudah tidak terhitung berapa banyak Wizra membuat koleksi perhiasan koin kuno ini,tentu saja semua sudah dilirik oleh pembelinya mulai dari pejabat, publik figure hingga pecinta koin kuno.

Koin-koin kuno asli dirangkai dengan rantai berbahan perak atau tembaga yang dikerjakan secara manual hingga hasilnya sangat rapi.

Koleksi model perhiasan koin kuno tersebut memiliki penggemar-nya sendiri-sendiri. Namun khusus untuk perhiasan kalung Angsa dan Bross angsa diakuinya memang paling laris dan paling diminati pelanggan yang didominasi kaum hawa.

Harga yang ditawarkan untuk setiap perhiasan koin kuno peninggalan Belanda tersebut beragam, mulai dari Rp500 ribuan hingga Rp10 juta. Harga tersebut tentu saja sepadan dengan apa yang akan didapatkan konsumen karena bukan saja sekedar cantik, namun perhiasan koin kuno memiliki cerita dan filosofi di setiap bagian-nya.

Terlebih proses pembuatan perhiasan koin kuno membutuhkan waktu mulai dari satu hari hingga satu minggu, tergantung kesulitan dan model perhiasan yang dibuat dan dirangkai secara manual oleh pengrajin. Menariknya lagi, perhiasan koin kuno juga dapat diganti warna berulang kali dengan warna emas maupun perak.

Wizra juga menerima pemesanan langsung dari konsumen yang ingin memiliki perhiasan koin sesuai dengan seleranya masing-masing.

Pelanggan dapat melihat koleksi perhiasan dari koin kuno melalui akun instagram @wizrajewellery. Selain itu koleksi perhiasan koin kuno tersebut juga dapat di lihat di galeri Dekranasda Provinsi Jambi.

Pelanggan perhiasan koin kuno ini ternyata cukup banyak, Wizra menyebutkan bahwa pecinta perhiasan koin kuno Belanda bukan saja dari Jambi, namun Wizra juga banyak memiliki pelanggan dari luar Kota.

Bukan saja masyarakat biasa, beberapa publik figur juga pejabat negeri ini sudah pernah menjadi pelanggannya. Mereka membeli perhiasan koin kuno karena menyukai keunikannya, yakni menggunakan koin kuno tentunya sangat berbeda dari perhiasan pada umumnya
Koin-Koin kuno tersebut banyak terdapat di setiap kabupaten di Provinsi Jambi, hampir seluruh suku melayu di dunia mempunyai perhiasan dari koin kuno.

Di tangan kreatif Wizra koin kuno yang hampir tidak digunakan kini menjadi barang bernilai jual tinggi. Dari hasil karyanya, Wizra pengrajin perhiasan koin kuno asal Jambi semakin dikenal banyak orang.

Wizra juga digandeng oleh Pemerintah Provinsi Jambi dan Kota Jambi untuk mengikuti beragam event dan pameran nasional seperti event Inacraft maupun pameran kriya lainnya. Sudah tidak terhitung berapa pameran yang diikutinya, sebab dari pameran yang diikuti Wizra, Ia mendapatkan banyak pelanggan dari berbagai daerah hingga pejabat dan publik figure yang menyukai koleksi perhiasan koin kuno.

Selain pameran-pameran kriya, koleksi perhiasan koin kuno milik Wizra juga kerap dipamerkan saat event fashion show baik di tingkat lokal maupun nasional. Wizra juga pernah berkolaborasi dengan perancang busana nasional almarhum Barli Asmara dalam sebuah fashion show karya Barli Asmara dengan koleksi kain Jambi beberapa tahun silam, dimana para model dalam fashion show tersebut menggunakan perhiasan koin kuno Belanda karya Wizra.

Bahkan koleksi perhiasan koin kuno Belanda juga pernah dibeli oleh Istri presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono yakni Alm, Ani Yudhoyono saat Wizra mengikuti pameran produk kreatif di Jakarta tahun 2013 silam. Tidak hanya mendiang istri Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, pejabat lainnya yang mengikuti pameran tersebut turut membeli perhiasan koin kuno karya Wizra.

Penjualan menurun

Perhiasan koin kuno Belanda memiliki pangsa pasarnya sendiri. Wizra kerap menemukan target pasar koleksi perhiasannya saat pameran-pameran kriya di Nusantara. Sayangnya pandemi melumpuhkan semua, sudah hampir dua tahun belakangan sejak pandemi datang, pengrajin perhiasan koin kuno tidak lagi bisa mengikuti pameran kriya dan fashion.

Pandemi COVID-19 sangat berdampak terhadap pelaku seni dan kriya. Hal itu dikarenakan aktivitas yang berkaitan dengan fashion daerah ditiadakan karena berpotensi menimbulkan keramaian. Sehingga berdampak terhadap menurunnya peminat perhiasan koin kuno, baik di Provinsi Jambi maupun di luar daerah.

Dengan menurunnya minat beli masyarakat Wizra memutuskan untuk tidak memproduksi perhiasan koin kuno dalam skala besar.

Wizra mengatakan tidak ada inovasi-inovasi baru perhiasan koin kuno selama pandemi COVID-19. Hal itu dikarenakan pasar perhiasan dari koin kuno tersebut dalam keadaan lesu.

Untuk menciptakan inovasi terbaru yang lebih baik membutuhkan modal yang tidak sedikit, sementara pasar perhiasan koin kuno mengalami penurunan karena pandemi COVID-19.

Wizra berharap pandemi COVID-19 cepat berlalu agar para pelaku industri kreatif seperti dirinya dapat kembali berkiprah menunjukkan eksistensi melalui karya. Jika pandemi COVID-19 sudah berakhir maka pameran kriya, fashion show dan kegiatan pameran lainnya dapat dilaksanakan.

Karena sebagian besar pelaku usaha kreatif memasarkan hasil karya-nya melalui pameran-pameran tersebut. Selain itu dukungan dari Pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Jambi sangat di butuhkan pelaku usaha kerajinan agar geliat usaha kerajinan tidak gigit jari selama pandemi COVID-19.

Dukungan berupa pameran yang dilaksanakan secara virtual turut menjadi solusi bagi pelaku usaha kerajinan untuk memasarkan dan memamerkan hasil karya mereka.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel