Capai 169 Target SDGs Perlu Keterlibatan Swasta

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Indonesia telah mengintegrasikan 17 tujuan besar dan 169 target dari agenda SDGs ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional di tahun 2020-2024. Hal ini menunjukkan bahwa agenda SDGs bukan hanya sekadar menjadi komitmen global, namun menjadi panduan untuk Indonesia menerapkan program pembangunan nasional yang inklusif dan berkelanjutan.

Menyadari pentingnya peran perusahaan dalam hal ini, Danone-AQUA mengembangkan berbagai inisiatif yang menyentuh aspek keberlanjutan alam dengan menjaga sirkularitas di tiga hal yaitu air, energi, dan kemasan, aktif mengkampanyekan pola hidup sehat, membangun bisnis model yang memberdayakan komunitas, serta membangun iklim kerja yang inklusif dan memberdayakan karyawan.

Sebagai salah satu mitra dalam inisiatif menjaga keberlanjutan sumber daya air, Ahli Hidrogeologi, Departemen Teknik Geologi, Universitas Gajah Mada, Heru Hendrayana mengatakan bahwa kerja sama UGM dan Danone AQUA dalam penelitian Hidrogeologi telah memberikan dampak positif kepada kepada para pengguna air.

“Pengguna air mendapatkan pengetahuan dan pemahaman yang benar bagaimana menjaga dan melestarikan sumber daya air, serta mengetahui bagaimana kondisi dan keberadaan sumber daya air di daerahnya sehingga mereka menjadi lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya dalam pemanfaatan sumber daya air berkelanjutan," dalam keterangan tertulis di Jakarta, Sabtu (20/11/2021).

Menurut Heru, hal tersebut berdampak pada terjaganya sumber-sumber air dan lingkungannya, serta meningkatnya aktivitas atau kegiatan program perlindungan terhadap lingkungan seperti penghijauan, pembersihan sampah, dan restorasi sungai.

Untuk memastikan sirkularitas dan keberlanjutan sumber daya air, hingga saat ini Danone–AQUA telah melakukan berbagai inisiatif untuk tetap menjaga kualitas dan kuantitasnya dan tercatat telah menanam lebih dari 2,5 juta pohon, membangun lebih dari 1.900 sumur resapan, membangun lebih dari 81.000 biopori, membangun fasilitas panen hujan, serta mengembangkan 19 Taman Keanekaragaman Hayati (Kehati) baik di dalam area pabrik ataupun diluar area pabrik melalui kerjasama dengan berbagai pihak.

Selain itu, untuk memitigasi dampak perubahan iklim, Danone-AQUA mengembangkan program untuk mengurangi jejak karbon dengan mendorong penggunaan energi baru terbarukan (EBT) melalui penggunaan PLTS Atap dan melakukan berbagai efisiensi energi di seluruh proses produksinya. Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Danone-AQUA untuk menjadi perusahaan dengan Emisi Nol atau Netral Karbon dalam seluruh rantai pasok perusahaan pada tahun 2050, serta penggunaan 100 persen energi listrik terbarukan pada tahun 2030.

Hal ini juga sejalan dengan visi global Danone untuk dapat mengurangi 50 persen jejak karbon hingga tahun 2030, dan zero net carbon pada tahun 2050. Pada periode 2019-2020, Danone-AQUA telah berhasil mengurangi jejak karbon sebesar 157, 597 ton CO2.Danone-AQUA juga berupaya untuk terus mengelola sampah kemasan paska konsumsi serta berperan aktif dalam mendukung target pencapaan pemerintah dalam hal pengelolaan sampah.

Melalui Gerakan #BijakBerplastik yang telah diluncurkan sejak tahun 2018, Danone-AQUA berambisi untuk dapat untuk mengumpulkan lebih banyak plastik daripada yang digunakan, untuk menggunakan 100 persen kemasan yang dapat didaur ulang, dapat digunakan kembali ataupun dapat terurai, serta untuk meningkatkan proporsi konten daur ulang dalam kemasan menjadi 50 persen pada tahun 2025.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Laporan Keberlanjutan

Pelestarian alam.
Pelestarian alam.

Sementera itu, Laporan Keberlanjutan Danone-AQUA tahun 2019-2020 berhasil meraih peringkat kategori emas pada Asia Sustainability Reporting Rating (ASRRAT) 2021 yang diselenggarakan pada 17 November 2021 di Jakarta.

Laporan yang disusun menggunakan framework Global Reporting Initiative (GRI) Standard menghimpun berbagai usaha Danone-AQUA dalam pelestarian alam, pemberdayaan masyarakat dan internal perusahaan, serta pelibatan berbagai sektor dalam mendukung Pemerintah untuk pencapaian target SDGs di Indonesia.

Ketua National Center for Sustainability Reporting, Dr. Ali Darwin, memberikan apresiasi terhadap pelaporan dan kinerja perusahaan yang tahun ini ikut serta dalam ASRRAT 202.

“Aksi keberlanjutan memerlukan inovasi dan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan, dan aksi tersebut perlu diungkapkan dalam laporan keberlanjutan. Kami mengapresiasi perusahaan yang telah berupaya untuk terus menjunjung tinggi transparansi melalui pembuatan laporan keberlanjutan dan mendorong peningkatan baik kuantitas maupun kualitas laporan," ungkap dia.

Dalam Laporan Keberlanjutan yang berjudul Menjaga Kebaikan untuk Indonesia yang Lestari, Danone-AQUA kembali menegaskan komitmennya untuk menerapkan praktik bisnis berkelanjutan serta Good Corporate Governance dengan memberikan transparansi dari setiap aspek operasionalnya. Melalui Laporan Keberlanjutan ini, Danone-AQUA memaparkan visi, strategi, hingga capaian kinerja keberlanjutannya selama dua tahun terakhir.

Terkait hal ini, VP General Secretary Danone Indonesia, Vera Galuh Sugijanto, menjelaskan Danone-AQUA selalu berupaya untuk membangun model pertumbuhan bisnis yang seimbang, menguntungkan, dan berkelanjutan sehingga menciptakan nilai jangka panjang bagi para pemangku kepentingan.

"Sejalan dengan visi Danone secara global, One Planet One Health, kami berkomitmen untuk terus mengembangkan berbagai inisiatif keberlanjutan dalam mendukung target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Pemerintah Indonesia. Melalui Laporan Keberlanjutan yang kami luncurkan ini, kami berharap dapat memberikan informasi secara transparan kepada para pemangku kepentingan tentang sejauh mana pencapaian inisiatif keberlanjutan tersebut serta dampaknya di seluruh rantai bisnis kami," jelas dia.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel