Capai 92 persen, Jembatan Teluk Kendari diharapkan segera rampung

Risbiani Fardaniah

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) berharap pembangunan Jembatan Teluk Kendari di Sulawesi Tenggara segera rampung dalam rangka mendukung pemulihan ekonomi pascapandemi COVID-19.

"Konektivitas antar wilayah diperlukan agar pergerakan orang, barang dan logistik lebih cepat dan efisien dalam memenuhi kebutuhan masyarakat," ujar Menteri PUPR Basuki Hadimuljono dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis.

Menurut Basuki Hadimuljono, dengan konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi lokal dan regional.

Kementerian PUPR tengah menyelesaikan pembangunan Jembatan Teluk Kendari sepanjang 1,34 km yang menghubungkan kawasan Pelabuhan Kota Lama dengan Kecamatan Poasia di Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Baca juga: Menteri PUPR ajak KKJTJ awasi kualitas pembangunan jembatan gantung

Hingga 15 Mei 2020, progres konstruksi seluruhnya mencapai 92 persen dan penyelesaian jembatan tersebut diharapkan dapat mendukung percepatan pemulihan ekonomi Pasca Pandemi COVID-19.

Pembangunan Jembatan Teluk Kendari berada di bawah tanggungjawab Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) XXI Kendari Ditjen Bina Marga dengan konsorsium kontraktor PT PP dan PT Nindya Karya.

Pembiayaan pembangunan jembatan bersumber dari APBN Kementerian PUPR sebesar Rp809 miliar melalui skema kontrak tahun jamak atau multiyears contract 2015-2020.

Jembatan Teluk Kendari utamanya dibangun untuk mendukung pengembangan wilayah Kota Kendari bagian selatan dengan daerah Poasia dan Pulau Bungkutoko yang akan dikembangkan menjadi kawasan industri, Pelabuhan Kendari New Port, dan kawasan permukiman baru.

Baca juga: Bekasi siap lelang tiga jembatan Rp81 miliar meski pandemi COVID-19