Capaian Masih Rendah, Bupati Siak Jemput Bola Minta Vaksin Covid-19 ke Jakarta

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Pekanbaru - Capaian vaksinasi di Kabupaten Siak terbilang rendah dibanding wilayah lainnya di Riau yaitu masih 30 persen dari jumlah penduduk yang menjadi target. Kondisi ini membuat Siak belum masuk ke zona PPKM level 1 meskipun kasus harian baru Covid-19 turun drastis.

Menjelang akhir tahun, Kabupaten Siak terus berusaha menggenjot vaksinasi massal untuk menciptakan kekebalan kelompok. Keterbatasan stok vaksin Covid-19 dipenuhi dengan ragam cara.

Selain meminta penambahan dari Pemerintah Provinsi Riau, Kabupaten Siak juga langsung jemput bola ke Kementerian Kesehatan. Hal ini dilakukan langsung Bupati Siak Alfedri.

Beberapa hari lalu, Alfedri langsung ke Jakarta meminta penambahan stok vaksin Covid-19. Dia menemui Plt Direktur Surveilans dan Karantina Kesehatan Kementerian Kesehatan dr Prima Yosephine didampingi Koordinator imunisasi Iqbal Djakarya.

"Kami menyampaikan permintaan tambah vaksin," kata Alfedri kepada wartawan.

Alfedri menyatakan, kekebalan komunitas terbentuk melalui vaksinasi massal dipengaruhi beberapa hal. Di antaranya ketersediaan vaksin, percepatan penyebaran dan perluasan sentra atau lokasi vaksin.

"Saat ini cakupan vaksin Covid-19 di Siak baru 30,08 persen untuk dosis pertama dan dosis kedua 19,73 persen, masih rendah sehingga kami mengajukan permintaan," kata Alfedri.

*** Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Tambahan 100 Ribu Dosis

Menurut Alfedri, antusiasme masyarakat mendaftarkan diri agar mendapatkan vaksin sangat tinggi. Oleh karena itu, dia meminta tambahan 100 ribu dosis yang nantinya disebarkan ke 14 kecamatan.

Alfedri menyebut permintaan tambahan ini tengah diupayakan Kementerian Kesehatan. Secara bertahap 100 ribu dosis vaksin itu akan dikirim ke Siak mengingat tingginya antusiasme warga.

"Capaian vaksin ini juga strategi tidak ada lonjakan Covid-19 jelang akhir Desember," imbuh Alfedri.

Sebagai informasi, Siak pernah menjadi zona merah penyebaran Covid-19. Hal ini membuat Siak pernah menerapkan PPKM level 4 bersama Pekanbaru dan Kabupaten Rokan Hulu.

Namun, dengan kesadaran masyarakat menerapkan protokol kesehatan dan sosialisasi hingga penegakan disiplin memakai masker dan menjaga jarak oleh petugas, angka Covid-19 perlahan turun. Siak tidak menerapkan lagi PPKM level 4 dan sejumlah wilayah berada pada zona oranye bahkan kuning.

Simak video pilihan berikut ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel