Capello Kritik Sarri Soal Algojo Penalti Juventus Saat Takluk dari Napoli

Jakarta Pelatih Juventus, Maurizio Sarri mendapat kritikan dari Fabio Capello. Pelatih legendaris Italia tersebut mengkritikSarri terkait pemilihan eksekutor penaltinya di final Coppa Italia melawan Napoli.

Juventus bersua dengan Napoli di laga final yang dihelat di Olimpico. Di waktu normal, pertandingan berakhir dengan skor imbang 0-0.

Penentuan pemenang harus dilakukan via adu penalti. Di babak ini, Juventus akhirnya kalah dengan skor 4-2.

Di babak ini, Paulo Dybala dan Danilo gagal melaksanakan tugasnya dengan baik. Cristiano Ronaldo sendiri tak kebagian jadi eksekutor karena ia disebut dipilih sebagai algojo terakhir oleh Sarri.

Keputusan Maurizio Sarri untuk menempatkan Cristiano Ronaldo sebagai algojo terakhir Juventus ini mendapatkan kritikan dari Fabio Capello. Ia mengatakan Sarri salah melakukan pemilihan pemain sejak awal, termasuk salah menempatkan Ronaldo sebagai eksekutor paling akhir.

"Biasanya, saya akan menempatkan penendang penalti terbaik saya di urutan keempat," kata Capello kepada RAI Radio 1, via Football Italia.

“Yang pertama adalah selalu pemain dengan kepercayaan diri dan rasa percaya diri yang paling tinggi. Itu terjadi pada saya beberapa kali dalam karir saya, kami pergi ke adu penalti dan seseorang akan berjalan, memberi tahu saya bahwa ia ingin melakukan tendangan, jadi saya akan membiarkannya pergi terlebih dahulu," terangnya.

Mirip di Laga Lawan Milan

Striker Juventus, Cristiano Ronaldo, tampak kecewa usai ditaklukkan Napoli pada laga final Coppa Italia di Stadion Olympic, Roma, Rabu (17/6/2020). Cristiano Ronaldo kembali gagal membawa Juventus meraih juara usai kalah adu penalti dari Napoli. (AFP/Filippo Monteforte)

Fabio Capello kemudian memberikan analisanya atas performa Juventus kala melawan Napoli. Ia mengaku heran melihat penampilan Bianconeri di babak kedua.

Ia melihat performa Juve ini mirip seperti ketika mereka bermain melawan AC Milan sebelumnya. Tepatnya di leg kedua babak semifinal Coppa Italia.

“Saya pikir apa yang dilakukan orang lain menonton pertandingan, bahwa Juve merosot di babak kedua dan benar-benar kesulitan untuk memecah [pertahanan] mereka, sama seperti yang mereka lakukan dengan Milan di semifinal. Ini berarti ada tren yang pasti," cetusnya.

“Sangat aneh jika Sarri sebagai pelatih skuat Juventus ini mengeluh ia tidak memiliki kekuatan yang cukup dalam. Ini bukan tentang berapa banyak pemain yang Anda miliki di bangku cadangan, tetapi kualitas yang Anda inginkan," tandas Capello.

Sumber asli: Football Italia

Disadur dari: Bola.net (Dimas Ardi Prasetya, Published 19/6/2020)