Capres 2014, Agung Laksono Minta JK Bijaksana

TEMPO.CO , Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Agung Laksono, meminta sesepuh partai beringin itu, Jusuf Kalla, tidak mencalonkan diri menjadi presiden dari partai manapun. Alasannya, kekuatan di dalam Golkar akan terpecah antara Jusuf Kalla dengan calon yang diusung, yakni Aburizal Bakrie.

»Kami harap Pak Jusuf Kalla arif bijaksana dengan tidak mencalonkan diri,” kata Agung ketika ditemui di kantornya, Senin, 3 Desember 2012. Namun, ia tidak bisa menahan jika mantan Ketua Umum Golkar itu tetap bersikeras mencalonkan diri.

Agung menuturkan, Jusuf Kalla tidak akan diusung oleh Golkar karena pencalonan Aburizal Bakrie sudah final. Hasil pelbagai survei yang menunjukan Jusuf Kalla lebih tinggi elektabililtasnya dibanding Aburizal, menurut Agung, tidak mempengaruhi kehendak partainya untuk tetap mengusung Ketua Umum Aburizal Bakrie.

Meski begitu, partai beringin tetap menjadikan hasil survei sebagai masukan dan cambuk untuk bekerja meningkatkan elektabilitas Aburizal Bakrie. »Masih dua tahun, waktu yang cukup untuk memperbaiki citra calon,” ujar Agung.

Mengenai kedekatan antara Jusuf Kalla dengan Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, Agung membantah hal ini. Kedua pihak, menurut Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat ini, masih saling menyeleksi satu sama lain. »Saya dengar belum ada konfirmasi dari keduanya,” kata Agung.

Sebelumnya, hasil survei menunjukan Jusuf Kalla meraih tingkat elektabilitas tertinggi untuk menjadi Presiden RI dalam Pemilihan Umum 2004. Sedangkan untuk posisi Wakil Presiden, Dahlan Iskan menempati urutan pertama. Kesimpulan itu didapat dari hasil survei yang dilakukan oleh Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis pada awal November lalu.

SUNDARI

Terpopuler:

Heboh Video Ahok, PRJ Belum Mau Berkomentar  

Protes Ahok Soal PRJ Dinilai Tak Tepat

Pria Ini Ungkap Misteri Vonis Bebas Misbakhun 

Misbakhun Bebas Berkat ''Jasa'' Orang-orang Ini 

Bupati Garut Aceng: Saya Masih Sayang Fany 

Potret Politikus: dari Korupsi sampai Nikah 4 Hari 

Fany Octora Laporkan Bupati Garut ke Mabes Polri

Mahfud Md.: Pemilik Media Mengancam Kebebasan Pers

3 Alasan Bupati Garut Ceraikan Fany Octora

Jokowi Ketemu Menteri Agus Jangan Hanya Bicara MRT

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.