Capres 2014, Iwan Fals: Hari Ini Saja Lupa Hari  

TEMPO.CO, Jakarta - Nama Iwan Fals untuk calon presiden 2014 tidak muncul secara tiba-tiba. Para penggemar musikus yang sering memperjuangkan hati nurani rakyat lewat lagu-lagunya ini menilai Iwan Fals pantas menjadi presiden sejak beberapa tahun lalu. Tapi, Iwan hanya menanggapinya dengan tawa.

Setelah Rhoma Irama disodorkan PPP untuk capres 2014, Iwan Fals pun kembali disebut. Kabarnya Iwan disokong oleh beberapa partai jika dirinya bersedia maju. Iwan memiliki penggemar setia di seluruh Indonesia yang bernama Orang Indonesia (OI).

Pemilik album Manusia Setengah Dewa ini menjawab lewat Twitter soal pencalonan dirinya itu. "Capres? Ah nggaklah bos, ni aja lupa hari," kata ayah tiga anak ini.

Iwan malah senang jika calon presidennya adalah sosok yang saat ini menjadi pusat perhatian. "Ha..ha.. minimal 2014 Presidennya kaya Jokowi-Ahoklah atau lebih gokil lagi, lebih asik. Indonesia Luar Biasa," kata pria yang pernah dinobatkan sebagai Great Asian Hero 2002 oleh majalah Time ini.

Pria kelahiran 3 September 1961 ini juga sering nge-tweet yang menyentil soal masalah di Republik ini. "Century dipikir Hambalang yg datang jgn kebanyakan mikir, ayo digoyang," kata Iwan.

Atau dia takjub melihat Jokowi. "Wuih gila, mantaaabb, Jokowi masuk gorong-gorong," kata legenda hidup yang dimiliki Indonesia ini.

Kicauan terakhirnya beberapa menit yang lalu menyentil para pejabat yang tidak mau lengser dari jabatannya. "Kursi membuat malas berdiri, bersila kesemutan, slonjoran nggak sopan," kata Iwan. "Bentar lagi taun berganti semoga ada kursi yg bikin gak malas berdiri," katanya.

ALIA FATHIYAH

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.