Capres Alternatif Tak Tegas, Peluang Menang Tipis  

TEMPO.CO, Yogyakarta - Pakar Politik Universitas Gadjah Mada, Ari Dwipayana, berpendapat calon presiden alternatif, yang selama ini menjadi media darling, semestinya mulai bersikap tegas mengenai niatnya maju di pilpres 2014. (baca: Bursa Capres 2014)

Dia mencontohkan tokoh seperti Jokowi atau Mahfud M.D. sebaiknya segera memastikan niatnya maju ke pilpres sekaligus pilihan kendaraan politiknya. "Jokowi masih belum memberi kepastian, Mahfud juga belum menyebut kendaraan politiknya," kata dia seusai seminar nasional "Political Outlook 2014" di Fisipol UGM pada Sabtu, 20 April 2013.

Menurut Ari, capres-capres alternatif tak bisa hanya mengandalkan popularitas di media jika ingin maju ke Pemilu 2014. Mereka seharusnya bekerja keras untuk membangun kekuatan partai agar bisa efektif menjadi mesin politik yang menarik pemilih. "Kalau hanya diam, berarti mereka memunggu ada partai yang potensial menjadi pemenang sebagai kendaraan politik," ujar Ari.

Ari menilai sikap capres alternatif seperti itu menunjukkan pragmatisme politik. "Artinya mereka hanya berpikir memastikan kemenangan saja," kata dia.

Dia mengatakan capres-capres alternatif lebih baik sejak awal menentukan kendaraan politiknya agar berkonsentrasi terfokus di perbaikan mesin politik. Dengan demikian, hadirnya calon alternatif juga bakal memperbaiki kualitas parpol. "Iklan di media atau media sosial sudah terlalu biasa, pemilih sekarang lebih suka melihat realitasnya," ujar Ari.

Di tempat yang sama, Komisioner KPU, Sigit Pamungkas, mengakui angka pemilih di pemilu berpotensi terus menurun akibat belum membaiknya kualitas partai politik. Apalagi, kata dia, potensi munculnya data pemilih palsu masih ada. "Kasus-kasus pilkada menunjukkan besaran golput juga kemungkinan ditunjang data pemilih tidak nyata," kata dia.

ADDI MAWAHIBUN IDHOM

Topik Hangat:

EDSUS: PREMAN JOGJA | Ujian Nasional | Bom Boston | Lion Air Jatuh | Serangan Penjara Sleman | Harta Djoko Susilo

Berita Terpopuler:

Kena Gusur, Warga Waduk Pluit Marah kepada Jokowi

Begini Tampang Tersangka Bom Boston Sesuai CCTV

Lion Air Jatuh, Boeing Beri Penghargaan Pilot

Jokowi Dilarang 'Nyapres'

Jokowi Tak Suka Ujian Nasional

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.