Capres dan Cawapres Sebaiknya 45-55 Tahun

Jakarta (ANTARA) - Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN), Amin Rais, mengusulkan agar calon presiden dan wakil presiden 2014 tidak terlalu tua dan tidak terlalu muda, kira-kira berumum 45-55 tahun atau "in between".

Hal itu dikatakan Amin Rais di Gedung DPR RI, Jakarta, Senin.

"Saya sepintas melihat capres dan cawapres 2014 nanti, calon-calonnya, tidak terlalu banyak kelihatan. Yang sepuh-sepuh, yang berumur 60-70 tahun itu memang sulit untuk dimunculkan. Artinya, generas seperti saya, Akbar Tanjung, Wiranto dan Megawati Soekarnoputri, memang berat, hampir usailah," kata Amin.

Ia menyebutkan, kalau capres dan cawapresnya terlalu muda, juga tidak baik karena masih kurang matang.

"Mungkin yang dibutuhkan adalah "in between", tua belum, muda lewat, antara 45-55 tahun," kata Amin.

Lebih lanjut, Amin menyebutkan, nama-nama "in between" untuk capres dan cawapres adalah Ketum PAN, Hatta Rajasa, Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, mantan Menteri Keuangan, Sri Mulyani dan Pramono Anung.

"Yang tua agak sulit, yang muda gak banyak," ujar mantan Ketua MPR RI itu.

Amin menyebutkan, alasan tokoh tua sulit maju karena saat ini perubahan zaman,


"Sekarang zaman peremajaan. Kalau umur 70 tahun maju, walaupun bijak, tapi sudah over dan sudah lewat waktunya," kata Amin.

Amin menyebutkan, capres yang akan maju sebaiknya blue print tentang ekonomi yang berlandaskan pasal 33 UUD 1945.

"Saya usul siapapun yang maju, buatlah blue print ekonomi yang sesuai UUD 45, pasal 33. Misalnya Hatta Rajasa, buatlah Hattanomic, ekonoimi Hatta itu bagaimana, Prabowonomic apa? Di luar negeri seperti Clintonnomic, supaya slogan-slogan seperti tegakkan hukum, berantas korupsi, itu sudah agak jenuh walaupun betul. Ketika ekonomi kita sudah bagus, mudah-mudahan ada tokoh yang punya pandangan bagus, jauh, melebar serta mendalam bisa mengejewantahkan pasal 33 UUD 45. Sekarang ekonomi kita jelas ke pasar-pasaran dan liberal. Silahkan masing-masing membuat blue print ekonomi," kata Amin.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.