Cara Ahok Hibur Anak Sunatan Massal

TEMPO.CO, Jakarta--Wakil Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, mengunjungi acara sunatan masal pada Sabtu, 22 Desember 2012. Sunatan yang diselenggarakan di kantor Kelurahan Tanah Sereal, Tambora, Jakarta Barat itu merupakan hasil kerja sama Klinik Lotus dari Yayasan Hin Ah Hwee Koan dengan Kelurahan dan Karang Taruna Tanah Sareal.

Setibanya di kantor Kelurahan, Ahok langsung masuk meninjau ruangan yang sudah disulap menjadi klinik khitan. Di sana terdapat enam tempat tidur yang dipergunakan untuk mengkhitan 50 peserta. Ahok lalu menghampiri seorang bocah yang berada di tempat tidur paling ujung. "Sakit enggak?" kata Ahok kepada bocah itu, ramah.

Si bocah tak menjawab, hanya menutup mukanya, melawan takut. Ahok juga sempat mengiming-imingi bocah itu dengan tas merah supaya berani disunat.

Di ruangan itu ada sekitar tiga bocah lain yang sedang disunat. Tak pelak suasana di dalam riuh, ada meringis, menangis, bahkan meraung ketakutan.

Usai meninjau proses sunatan, Ahok keluar menuju panggung dan barisan anak-anak yang menunggu giliran sunatan. Tak lupa bocah-bocah itu mencium tangan Wagub dan berfoto bersama. Salah seorang bocah bahkan dia pangku. Semua terlihat ceria, lupa akan ketakutan mereka saat disunat nanti.

Peserta sunatan massal hari ini berasal dari 15 Rukun Warga di Kelurahan Tanah Sereal. Usianya beragam, dari 4 tahun hingga seorang mualaf berumur 20 tahun.

Ahok lantas mengapresiasi acara bakti sosial tersebut. "Kalau dilakukan bersama-sama, masyarakat bisa mendapat pelayanan kesehtan yang baik secara gratis," katanya. Lihat gebrakan Ahok lainnya.

ANGGRITA DESYANI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.