Cara Aman Memilih Grup Komunitas di Media Sosial

Syahdan Nurdin, nurterbit
·Bacaan 1 menit

VIVA -- Paling kesal itu kalau kita diundang bergabung di grup FB (Facebook) yang gak jelas. Hapus undangan yang satu, muncul lagi undangan yang lain.

Capek kita menghapus-hapusnya hanya untuk sekadar bisa keluar dari grup.

Komunitas mereka juga gak familiar, statusnya nyinyir. Caci-maki sana-sini, hujat sana hujat sini. Trend seperti ini biasanya ramai saat situasi politik lagi panas. Pilpres, Pileg atau Pilkada.

Kayaknya hidup ini hanya untuk diisi dengan kegiatan yang tidak memberi manfaat bagi sesama.

Lama saya bersabar, akhirnya meledak juga tuh kesabaran.

"Bro, banyak banget grup FB-mu. Saya sering kamu undang untuk bergabung tapi saya lihat koq gak bermutu, cuma orang jualan, tebar foto-foto cabul, gak ada nilai informasinya," kata saya, via japri.

Bukan hanya itu. Ada juga penawaran bergabung di grup komunitas pria dewasa. Mereka menawarkan obat kuat, makanan dan minuman suplemen.

Bahkan untuk meyakinkan dan menarik perhatian kita, foto wall dan profesi di akun Facebook mereka ada dokter, tentu dengan wajah ayu dan cantik.

"Gak usah deh saya diundang lagi bergabung. Sekarang saya sudah insyaf dan sudah meninggalkan 'dunia hitam' setelah kepala saya sudah penuh uban hahaha.....," sambung saya.

Sory ya bro..kita sudah lama berbeda alam. Di situ masih berasyik-asyik di alam mimpi, saya sudah mulai belajar mengumpulkan bekal untuk alam baqa. Kiamat sudah dekat loh bro... (Nur Terbit)