Cara Bank Mandiri Ajak Investor Tanam Modal di Indonesia

Fikri Halim, Mohammad Yudha Prasetya
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah Indonesia disebut sangat membutuhkan investasi swasta, baik dari investor dalam ataupun luar negeri. Terutama untuk membantu memenuhi kebutuhan pembiayaan pembangunan infrastruktur di Tanah Air.

Direktur Utama Bank Mandiri, Darmawan Junaidi, mengatakan bahwa Bank Mandiri pun telah berkomitmen untuk mendukung pemerintah dan dunia usaha, agar dapat menjadi destinasi investasi bagi para pemilik modal dan korporasi pengelola aset di dunia.

"Melalui Mandiri Investment Forum ini Bank Mandiri Group berharap calon investor bisa update informasi mengenai peluang investasi di Indonesia, serta reformasi kebijakan yang diperkenalkan pemerintah untuk menggaet para investor," kata Darmawan dalam telekonferensi di acara Mandiri Investment Forum (MIF) 2021, Rabu 3 Februari 2021.

Baca juga: Kemendagri Beberkan Riwayat Kependudukan Bupati Terpilih Saibu Raijua

Bank Mandiri Group, lanjut dia berkomitmen untuk memberi kontribusi dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional, dari tekanan perlambatan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Karena itu, Darmawan menilai bahwa MIF 2021 ini merupakan kesempatan emas mempromosikan Indonesia, supaya investor dapat berkomunikasi langsung dengan para pengambil keputusan.

"Baik itu (pengambil keputusan) di level pemerintahan maupun di tataran korporasi kategori layak investasi," ujarnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Treasury & International Banking Bank Mandiri, Panji Irawan, menjelaskan bahwa komitmen Bank Mandiri dalam membangun iklim investasi yang kondusif di Indonesia, telah direalisasikan melalui keberadaan kantor luar negeri (KLN) Bank Mandiri.

Saat ini, KLN Bank Mandiri sudah berada di Shanghai (Tiongkok), Hongkong, Singapura, Kuala Lumpur (Malaysia), London (UK), Cayman Island, dan Dili (Timor Leste).

Tak hanya memfasilitasi kepentingan korporasi Indonesia di luar negeri, kehadiran KLN Bank Mandiri ini juga berperan untuk menjembatani kebutuhan korporasi global yang telah ataupun yang baru berencana untuk berbisnis di Indonesia. "Misalnya melalui jasa advisory atau fasilitator perdagangan," kata Panji.

Dia mengatakan, salah satunya adalah melalui pengembangan Mandiri Global Trade, yang merupakan platform digital multiservice berbasis website. Platform ini nantinya akan memberikan solusi atas berbagai kebutuhan finansial nasabah, dalam transaksi perdagangan internasional di mana saja dan kapan saja secara nir-dokumen.

"Di sisi lain, kami juga mendukung nasabah korporasi yang ingin melakukan investasi untuk pengembangan usaha, melalui pembiayaan dengan skema khusus," kata Panji.

"Hasilnya, pada akhir tahun lalu kredit investasi yang telah kami salurkan mencapai Rp310,8 triliun, tumbuh 5,4 persen secara year-on-year atau 40,7 persen dari total portofolio kredit Bank Mandiri secara bank only yang sebesar Rp763,6 triliun," ujarnya.