Cara Bedakan Dia Cinta Beneran atau Sekedar Nafsu

Donny Adhiyasa
·Bacaan 2 menit

VIVA – Persoalan asmara sepasang sejoli kadang pernah diselimuti sebuah hal yang penuh dengan keraguan. Belum mantap dan yakin akan sosok yang hendak dipilih menjadi kekasih hati pun kerap menggangu benak mereka yang dilanda kebimbangan.

Bahkan, tak jarang banyak juga wanita dipenuhi pertanyaan tentang sang pria yang kini hadir dalam kehidupannya, serta mengisi hari-harinya saat ini, apakah ia merupakan figur yang tulus mencintainya?

Lebih serius lagi, malah ada pula pertanyaan yang banyak ditanyakan oleh wanita yang ragu apakah pasangannya benar-benar cinta atau hanya nafsu? apakah sang pria cinta beneran atau sekedar nafsu saja?

Hal itu pula yang diangkat jadi topik perbincangan oleh konsultan rumah tangga, mbak Meida yang memaparkan perihal tersebut dalam postingan video di channel YouTube-nya berjudul “Ini Cara Membedakan Dia Cinta Beneran atau Sekedar Nafsu, Perhatikan Pasangan Anda!”.

Mbak Meida yang juga membuka praktek konsultasi relationship tersebut bahas bagaimana cara membedakan pasangan Anda beneran cinta atau sekedar nafsu.

“Cinta dan nafsu itu satu kesatuan. Kita tidak bisa melepaskan cinta dan nafsu menjadi 2 hal yang berbeda, kenapa seperti itu? bagaimana cara mengetahui cinta seorang pria itu tulus atau sekedar nafsu saja?" ungkap mbak Meida dalam konten videonya.

"Cinta hadir dalam 3 tahapan. Tahap pertama hadir dengan ketertarikan secara fisik, khususnya saat pertama kali bertemu. Hal yang pertama dilihat lawan jenis adalah penampilan, di sinilah ketertarikan secara fisik itu muncul," jelasnya.

"Tahap kedua, nyambung dan nyaman. Setelah itu, ada tahap keterikatan emosional. Di tahap ini hubungan anda lebih dalam lagi. Kalau hanya ada ketertarikan fisik dan hubungan kalian tidak lanjut ke tahap kedua dan ketiga, artinya dia hanya nafsu kepada anda," tegas mbak Meida.

"Percikan gairah seks dan juga nafsu pasti ada dalam setiap hubungan, bahkan munculnya di awal. Semakin lama hubungan kalian, ikatan emosional akan semakin kuat dan tidak lagi berbicara nafsu dan berhubungan seks tapi lebih ke cara tumbuh bersama," ujar mbak Meida.

"Nafsu itu perekat dari suatu hubungan. Tapi perlu diingat kalian itu manusia, bukan kucing. Kalau manusia ada adabnya yakni melalui pernikahan," lanjutnya.