Cara Cegah Munculnya Masalah Lain Usai Sembuh dari COVID-19

Lazuardhi Utama
·Bacaan 2 menit

VIVA – Kurva kasus terinfeksi maupun sembuh COVID-19 di Tanah Air sama-sama masih memperlihatkan kenaikan hingga Selasa hari ini, 3 November 2020. Data Satuan Tugas Penanganan COVID-19 mencatat, total sementara pasien sembuh dari COVID-19 sudah mencapai 349.497 orang.

Untuk jumlah kasus positif secara keseluruhan jumlahnya mencapai 418.375 orang. Kemudian, kasus pasien COVID-19 yang meninggal dunia seluruhnya menjadi 14.146 orang.

Baca: Pakar Sebut Pasien Sembuh COVID-19 Tak Selalu Paru-paru Rusak

Meski pasien yang sembuh COVID-19 banyak, namun diperkirakan muncul masalah lain. Berdasarkan penelitian yang ditemukan bahwa setelah pasien dinyatakan sembuh, maka biasanya timbul jenis masalah kesehatan pada organ lain.

Gejala yang dialami setiap individu pun berbeda-beda, seperti gangguan pada otak, paru-paru, jantung, ginjal, dan hati. Disebutkan dalam penelitian, pada pasien yang menderita gejala ringan pada saat terinfeksi akan terus mengalami keluhan pada masa pemulihannya, seperti cepat sekali merasa kelelahan atau gangguan pada pencernaan.

Sedangkan pasien yang memiliki penyakit komorbid atau penyakit peserta dan terinfeksi COVID-19, kemungkinan mengalami keluhan yang menetap pada masa pemulihan dari infeksi virus tersebut.

Oleh karena itu, Mayapada Healthcare membuka Post Covid Recovery & Rehabilitation atau PCRR Center yang pertama di Indonesia bagi pasien yang telah sembuh dari infeksi COVID-19.

"Ini merupakan pusat pelayanan kesehatan terintegrasi dan menyeluruh yang khusus melayani pasien yang pernah terinfeksi COVID-19 dan sudah dinyatakan sembuh," kata Group CEO Mayapada Healthcare, Jonathan Tahir, Selasa, 3 November 2020.

Menurutnya, pusat pelayanan ini memiliki tempat khusus di setiap rumah sakit yang didukung oleh kolaborasi dokter-dokter multispesialisasi, seperti spesialis Paru, spesialis Jantung, spesialis Saraf, spesialis Penyakit Dalam.

"Kolaborasi di sini termasuk Konsultan Ginjal Hipertensi, Konsultan Endokrin Metabolik & Diabetes, Konsultan Gastroenterohepatology, Konsultan Alergi dan Imunologi, Rehabilitasi Medis hingga Psikolog dan Psikiater, lengkap dengan pemeriksaan penunjangnya," ungkap dia.

Dengan pemeriksaan menyeluruh, penanganan yang cepat dan tepat ditangan tenaga medis profesional, maka kualitas hidup pasien akan meningkat, serta memberi kesempatan untuk menjalani hidup yang lebih baik dan kembali normal. "Pada dasarnya, kami ingin mencegah masalah kesehatan lain yang timbul di kemudian hari," jelas Jonathan.

COVID-19 merupakan penyakit yang memicu gangguan pada fungsi sistem pernafasan di tubuh khususnya paru-paru. Tak sedikit pasien yang sembuh mengaku mengalami kerusakan organ tersebut dan dirasakan dalam jangka lama.

"Pada umumnya 80 persen pasien COVID-19 mengalami gejala ringan dan 20 persennya gejala berat. Pada yang mengalami gejala berat, biasanya sembuh sendiri dengan dua kemungkinan," kata Guru Besar Penyakit Paru FKUI Prof. Dr. Tjandra Yoga Aditama, dalam acara VIVA Talk bersama VIVA.co.id, hari ini.