Cara Cegah Virus Corona COVID-19 Bermutasi: Potong Rantai Penularannya

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta Satgas Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa untuk mencegah terjadinya mutasi dari virus corona, yang bisa masyarakat lakukan adalah dengan memutus penularannya.

Wiku Adisasmito, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Pemerintah Untuk Penanganan COVID-19 mengatakan, virus secara alami selalu bermutasi ketika dia menular.

"Jadi sebenarnya kalau kita ingin mencegah virus ini supaya tidak bermutasi, maka jangan diberikan kesempatan untuk bisa menular dari manusia ke manusia," kata Wiku dalam dialog virtual dari Graha BNPB, Jakarta, ditulis Rabu (30/12/2020).

Wiku mengatakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) merupakan salah satu cara yang bisa dilakukan masyarakat, untuk mencegah agar virus corona tidak menular dan tidak bermutasi.

"Dengan cara memotong rantai penularan dengan 3M, virusnya kesulitan untuk melakukan mutasi. Sekarang terjadi mutasi karena mereka bisa menular," kata Wiku.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Bahaya pada Layanan Kesehatan

Seorang anak kenakan masker dengan latar belakang mural Indonesia Bisa Stop Corona di Lapangan Bulutangkis, Kampung Kali Pasir, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pesan mural mengajak warga untuk memutus rantai penyebaran Corona Covid-19 dengan diam di rumah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)
Seorang anak kenakan masker dengan latar belakang mural Indonesia Bisa Stop Corona di Lapangan Bulutangkis, Kampung Kali Pasir, Jakarta, Selasa (7/4/2020). Pesan mural mengajak warga untuk memutus rantai penyebaran Corona Covid-19 dengan diam di rumah. (Liputan6.com/Fery Pradolo)

Wiku mengungkapkan bahwa secara umum, mutasi yang terjadi pada virus tidak selalu bermakna negatif. Ada juga perubahan yang membuatnya jadi semakin lemah.

Hanya saja, pada varian baru virus corona yang pertama kali diidentifikasi di Inggris, mutasinya membuat penularannya menjadi lebih cepat 71 persen.

Zubairi Djoerban, Ketua Satgas COVID-19 IDI mengatakan, mengingat varian baru virus corona ini lebih mudah menular, maka dikhawatirkan jumlah pasien yang semakin banyak akan membebani layanan kesehatan.

"Karena jumlahnya menjadi jauh lebih besar dari sebelumnya, tentu signifikan untuk menjadi beban dari rumah sakit-rumah sakit rujukan, pengobatan, dan akhirnya nakes (tenaga kesehatan) juga," kata Zubairi.

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris

Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Varian Baru Virus Corona Hantui Inggris. (Liputan6.com/Abdillah)

Simak Juga Video Menarik Berikut Ini