Cara Desa di Bogor Antisipasi Pemudik dan Wisatawan Saat Idul Fitri

·Bacaan 2 menit

VIVA – Pemerintah tengah menerapkan larangan mudik guna mencegah penyebaran COVID-19. Untuk menyukseskan itu, salah satu desa di Bogor yakni Desa Tamansari, Kecamatan Tamansari, mempersiapkan pembatasan dalam rangka efektivitas PPKM Mikro menjelang hari raya Idul Fitri 1 Syawal 1442 Hijriah yang jatuh pada Kamis, 13 Mei 2021.

Desa ini mulai memperketat warganya dengan membentuk posko dan menyebar alat protokol kesehatan di seluruh dusun. Kepada VIVA, Kepala Desa Tamansari Sunandar, mengatakan Satgas COVID-19 tingkat desa mengantisipasi mudik warganya dan arus mudik dari luar.

"Kami tim gugus COVID-19 Desa Tamansari Kecamatan Tamansari membentuk posko-posko di setiap dusun dan ada titik penyekatan salah satunya di perempatan Ciapus," ujarnya.

Lanjut Sunandar, selain mudik, Desa Tamansari sendiri menjadi salah satu destinasi wisata bagi warga dari dan luar Bogor. Adanya larangan wisatawan luar daerah ini juga diantisipasi dengan berkoordinasi dengan petugas tingkat kecamatan untuk melakukan penyekatan.

"Pemdes juga berkordinasi dengan Muspika untuk melakukan penyekatan di jalan kecamatan menuju desa untuk membendung wisatawan di hari libur khususnya ke tempat Situ Tamansari," ujarnya.

Desa Tamansari juga menyiapkan perlengkapan protokol kesehatan seperti masker, handsanitizer hingga disinfektan yang dibagikan di masing- masing RW hingga RT.

Pihak desa juga telah menyampaikan ke seluruh wilayah kampung, terkait anjuran pemerintah sesuai dengan Pergub tentang PPKM Mikro terkait pelaksanaan salat Idul Fitri, dengan kapasitas 50 persen dari kapasitas masjid. Selain itu, warga juga melakukan penyemprotan disinfektan di lokasi-lokasi vital.

"Tapi tidak ada pelaksanaan salat Idul Fitri di tempat terbuka, tidak ada. Hanya di wilayah masing-masing dengan protokol kesehatan," ujarnya.

Efektivitas PPKM Mikro menjelang hari raya Idul Fitri ini juga dikawal anggota TNI-Polri. Babinsa Desa Tamansari, Danpos Koramil 2120/Ciomas, Kodim 0621 Kabupaten Bogor, Peltu Pranowo menyampaikan, pihak desa mengelar rapat koordinasi dengan membagikan alat protokol kesehatan antisipasi COVID-19 berupa handsanitizer, disinfektan, masker, hingga spanduk larangan kepada masyarakat.

"Alhamdulillah desa ini yang pertama kali mendistribusikan dan melaksanakan rapat koordinasi intern desa kita sekaligus pembagian alat kesehatannya," ujarnya.

Pihak desa telah melaksanakan antisipasi COVID-19 dengan mendata warganya yang rencana mudik sebab seusai peraturan pemerintah dilarang mudik. Petugas juga mengajak kepedulian masyarakat agar memerangi pandemi dengan patuh anjuran pemerintah.

"Jadi Kepala Desa, pendamping desa, Babinsa Desa, RT RW, kita sampaikan semuanya supaya menyampaikan imbauan ini dengan sebaik-baiknya. Insya Allah mudah-mudahan masyarakat kita lebih sehat, aman tertib kondusif dan bersama menahan untuk tidak mudik," ujarnya.

Dia menambahkan, "Tanpa kepedulian masyarakat tidak dapat kerja sama yang baik. Kita harus solid dan kompak membantu program-program pemerintah untuk masyarakat, dari masyarakat untuk masyarakat supaya masyarakat juga sehat terhindar dari COVID-19."

#pakaimasker
#jagajarakhindarikerumunan
#cucitanganpakaisabun
#ingatpesanibu
#satgascovid19

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel