Cara Hilangkan Lecet Kaca Helm Modal Rp10 Ribu

·Bacaan 1 menit

VIVA – Untuk bisa mengoperasikan sepeda motor di jalan raya, pengendara harus mengenakan alat pengaman berupa helm. Fungsinya yakni untuk melindungi kepala, saat terjadi kecelakaan.

Saat ini di toko aksesori banyak tersedia helm dengan berbagai merek dan tipe. Harganya juga bervariasi, mulai dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Sebagian besar tipe yang ditawarkan memiliki kaca di bagian depan. Kegunaannya adalah sebagai perisai bagi mata dan wajah, supaya pengendara tetap konsentrasi melihat situasi jalan.

Sayangnya, menjaga kaca helm agar tetap mulus bukan perkara mudah. Ada saja hal yang membuatnya lecet atau tergores, mulai dari jatuh ketika digantung hingga terkena lontaran kerikil yang berasal dari kendaraan di depan.

Hal itu tentu sangat menjengkelkan, terutama jika helm tersebut harganya cukup mahal. Mau ganti kaca, uang yang dikeluarkan tidak sebanding dengan lecet yang hanya sedikit.

Dikutip VIVA Otomotif dari laman Suzuki, Rabu 19 Mei 2021, apabila lecet yang ada di kaca tidak terlampau parah maka bisa dihilangkan dengan biaya yang tidak mahal.

Caranya yakni dengan membeli kertas amplas paling halus, sebisa mungkin nomor 2.000 atau 5.000 yang harganya kurang lebih Rp5 ribu. Lalu, mampir ke toko aksesori untuk mencari kompon putih yang banderolnya Rp4-5 ribu.

Setelah itu, lepas kaca dari helm dan guyur di air yang mengalir. Tujuannya adalah untuk mengusir semua debu yang menempel. Kemudian, cuci kaca memakai sabun hingga tidak ada kotoran yang menempel.

Sembari kaca masih dalam kondisi basah, gosok bagian yang lecet dengan kertas amplas. Jangan pakai tenaga terlalu kuat, secukupnya saja hingga permukaan jadi rata. Bisa juga digosok memakai air dari selang yang terus mengucur.

Setelah itu selesai, maka kaca akan terlihat kusam. Keringkan kaca, kemudian gosok bagian yang buram menggunakan kompon putih. Pastikan melakukan itu dengan memakai kain yang bahannya halus.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel