Cara Hitung Jodoh Lewat Primbon Jawa, Cocok Atau Enggak?

Lutfi Dwi Puji Astuti, Diza Liane Sahputri
·Bacaan 2 menit

VIVAPrimbon Jawa mungkin sudah tak asing bagi masyarakat di Tanah Air. Terlebih, cara ini kerap dianggap untuk mencari kecocokan pasangan yang hendak menikah.

Pernikahan selalu dianggap sebagai momen yang sakral. Untuk itu, perhitungan secara primbon Jawa dinilai sangat penting, bagi mereka yang memiliki prinsip hitungan baik-buruk, agar membuat pernikahan bisa berlajan mulus.

Bukan cuma iut, primbon Jawa juga dinilai menjadi penentu bagaimana jalannya rumah tangga hingga nanti memiliki keturunan. Biasanya, primbon Jawa untuk menentukan jodoh disebut sebagai weton.

Dikutip dari banyak sumber, memprediksi hitungan primbon Jawa ini dilihat berdasarkan kalender Jawa yang dikenal dengan istilah pancawara. Pancawara ini memiliki putaran lima hari pasaran yakni Pahing, Wage, Pon, Legi, dan Kliwon.

Kalender inilah yang digunakan masyarakat Jawa untuk banyak hal, mulai dari jodoh, penanda hari lahir, waktu bepergian, hingga masa panen. Serta karakter seseorang yang dapat menentukan apakah ia berjodoh dengan pasangannya atau tidak.

Masing-masing kepribadian individu akan dihitung berdasarkan hari lahir dan pasaran tersebut. Totalnya yang disebut sebagai neptu, akan menjadi penentu kecocokannya. Seperti apa perhitungannya?

Angka berdasarkan hari

Minggu (5)
Senin (4)
Selasa (3)
Rabu (7)
Kamis (8)
Jumat (6)
Sabtu (9)

Angka berdasarkan pasaran

Wage (4)
Legi (5)
Pon (7)
Kliwon (8)
Pahing (9)

Misal, kamu lahir pada hari Senin Legi maka neptunya 9. Lalu, pasangan hari lahirnya yakni Minggu Pahing maka neptunya 14. Jumlah neptunya adalah 23.

Nah, jumlah neptu sendiri ada 9 yakni Pegat, Ratu, Jodoh, Topo, Tinari, Padu, Sujanan, Pesthi, dan Pegat. Sembilan neptu itu harus berurutan sampai hitungan kali empat atau 36. Jika neptu kamu dan pasangan adalah 23, maka itu jatuh pada Tinari.

Lantas, apa arti dari 9 neptu?

Pegat diramalkan akan menemui banyak masalah yang memicu perceraian sehingga sangat tidak dianjurkan untuk menikah. Banyak konflik yang bisa muncul seperti perselingkuhan hingga beda prinsip.

Ratu diramalkan memiliki keharmonisan yang sangat baik hingga membuat banyak orang iri. Pasangan ini juga disegani oleh lingkungan sekitar.

Jodoh artinya perhitungan yang diharapkan semua pasangan. Jodoh itu serasi dan bisa berjalan beriringan sebagai suami istri.

Topo diyakini akan menemui kesulitan di awal pernikahan namun bisa berakhir bahagia. Sabar adalah kunci dari pernikahan ini.

Tinari dianggap mudah mendapatkan rezeki dan kebahagian. Sehingga pasangan ini akan medapatkan finansial yang bagus.

Padu senada dengan Pegat, di mana pasangan ini dinilai bakal menemui pertengkaran akibat hal sepele. Jika tak memiliki kesabaran yang baik, bisa berakhir dengan perceraian.

Sujanan merupakan hal yang dianggap bakal menghadapi masalah kesetiaan. Selingkuh menjadi masalah utama dari pertengkaran pasangan ini.

Pesthi dinilai sebagai pasangan yang sangat baik dalam membina rumah tangga. Pernikahannya akan rukun dan damai.