Cara Ilnas Bareng Siswa SMP di Depok Merajut Nasionalisme

Lis Yuliawati
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebuah film pendek tentang Serangan Umum 1 Maret 1949 diputar dalam acara Roadshow to School 2021. Adalah Institut Literasi Nasionalisme (Ilnas) bersama SMPN 5 Depok yang mengadakan kegiatan itu secara daring, Jumat, 12 Maret 2021.

"Saya merinding melihat rakyat kompak (melawan Belanda) di film itu," ujar siswa SMPN 5 Depok Ayeesha Kanzazka Meotoosu, usai menyaksikan film pendek itu.

Ayeesha menambahkan, “Film itu membuat saya semakin ingin lebih mencintai Indonesia. Caranya melihat sejarah para pahlawan."

Hal senada diungkapkan pelajar lainnya, Lulu Nur Fadhilah Mumtazah dan Muhamad Iqbal Saputra. Mereka merasa takjub dan ingin membanggakan Indonesia, dengan cara berprestasi.

Peristiwa bersejarah itu, menurut Kepala Sekolah SMPN 5 Depok Ety Kuswandarini, memberi inspirasi kepada anak-anak yang sering melupakan sejarah, tentang bagaimana pahlawan berjuang sehingga kita bisa seperti ini sekarang.

“Dengan kegiatan ini semoga anak-anak bisa lebih membentuk karakter nasionalisme, agar lebih mencintai Indonesia,” ujar Ety dalam keterangan tertulis, Jumat, 12 Maret 2021.

Kasi Bina Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Diah Haerani menyebutkan, program Roadshow to School ini salah satu cara menumbuhkan kecintaan pada negara melalui literasi. “Sehingga ke dalam diri peserta akan terinstal info yang baik dan benar. Terlebih lagi, (lewat literasi) anak didik bisa mengeskplor pengetahuan,” ujarnya.

Diikuti sekitar 100 orang peserta, topik Roadshow to School kali ini membahas "Kupas tuntas nilai-nilai nasionalisme pada peristiwa serangan umum 1 Maret 1949 di Yogyakarta." Acara yang dipandu moderator Sekjen Ilnas, Eni Saeni, tersebut menampilkan pembicara Direktur Eksekutif Ilnas Dr Wahidah R Bulan.

Bulan mengemukakan, nasionalisme harus ditanamkan sejak anak. Dia mencontohkan Jepang. Penanaman karakter menjadi Jepang sudah ditanamkan sejak kecil yaitu mereka tertib, menjaga kebersihan, cinta negeri sejak kecil.

Menurut Bulan, memahami sejarah merupakan salah satu cara untuk memahami dan menginspirasi 1001 cara membuktikan cinta kepada Indonesia. “Jangan pernah berpikir bahwa apa yang kita lakukan adalah kecil. Karena, jika kita bersama-sama melakukannya, maka pasti Indonesia akan maju,” ujarnya.