Cara Ini Dipakai Manusia Ribuan Tahun Lalu agar Bisa Bicara sama Dewa

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Arkeolog telah menemukan mumi berlidah emas berusia 2.000 tahun di situs Mesir kuno bernama Taposiris Magna. Proses pembalseman kemungkinan menempatkan lidah emas pada mumi agar jenazah tersebut bisa bertemu dan berbicara dengan Dewa Osiris di akhirat.

Meski begitu, para ilmuwan belum bisa menjelaskan apakah mumi tersebut mengalami gangguan bicara saat masih hidup. Tapi, juga tidak jelas mengapa lidahnya itu dibuat dari emas khusus.

Baca: Pria Ini Obati Sembelit dengan Makan Belalang

Penggalian yang dipimpin oleh Kathleen Martinez dari Republik Dominika menemukan mumi itu dari 16 pemakaman di Taposiris Magna. Di sana terdapat kuil yang didedikasikan untuk Osiris dan Isis, seorang dewi yang merupakan istri dan saudara perempuan Osiris.

Sebelumnya, para arkeolog menemukan tumpukan koin yang dihiasi dengan wajah Cleopatra VII di sana, menunjukkan bahwa kuil-kuil itu digunakan selama pemerintahan ratu, dilansir dari situs Live Science, Rabu, 3 Februari 2021.

Lima belas penguburan lainnya juga berusia sekitar 2.000 tahun dan terdapat harta karun di dalamnya. Salah satunya ialah mumi perempuan yang mengenakan topeng kematian, menutupi sebagian besar tubuhnya dan menggambarkannya dengan hiasan kepala sambil tersenyum.

Dua mumi ditemukan dengan sisa-sisa gulungan, yang saat ini sedang dianalisis dan diuraikan oleh para arkeolog. Lapisan yang membungkus salah satu mumi ini memiliki dekorasi emas Osiris.

Para peneliti juga menemukan beberapa patung yang menggambarkan orang-orang yang dimakamkan di situs tersebut. Patung-patung itu terawat dengan sangat baik, dimana peneliti masih bisa melihat gaya rambut dan hiasan kepala pada zaman itu. Patung-patung itu memiliki tampilan formal tanpa senyum di wajah mereka.

Meskipun para arkeolog tidak yakin secara pasti kapan individu-individu tersebut meninggal, mereka tahu bahwa mereka hidup ketika Mesir diperintah oleh Ptolemeus, merupakan keturunan dari salah satu jenderal Alexander Agung atau Kekaisaran Romawi yang mengambil alih negara itu setelah kematian Cleopatra VII pada 30 Sebelum Masehi (SM).