Cara J League Gelar Kompetisi di Tengah Pandemi COVID-19

·Bacaan 1 menit

VIVAJ League masih bisa menjalankan kompetisinya di tengah pandemi COVID-19. Cara ini semestinya bisa dijadikan contoh oleh Liga 1 yang sejak Maret 2020 lalu, selalu terbentur masalah sama.

Teranyar rencana Liga 1 digulirkan pada 9 Juli 2021 terpaksa diundur lagi. Kasus positif COVID-19 di Indonesia jadi sebabnya. PSSI mendapat surat dari Satgas COVID-19 untuk menunda penyelenggaraan kompetisi.

Berkaca dari masalah itu, Liga 1 mungkin bisa merujuk cara J League untuk tetap bisa menggulirkan kompetisi di tengah situasi pandemi COVID-19. Bisa dibilang apa yang sudah berjalan berlangsung aman.

Sejak pandemi yang dimulai pada 2020, J League telah melangsungkan sekira 1.500 pertandingan. Bahkan 95 persen dari kesemuanya sudah bisa dihadiri langsung oleh suporter.

Rupanya kemajuan tersebut tak lepas dari sinergi antara operator kompetisi dengan pemerintah. J League bahkan masuk dalam kampanye Sport for Tomorrow. Di mana mereka memberi gambaran bagaimana menggelar pertandingan dengan aman dan nyaman.

Sport for Tomorrow adalah sebuah program yang bertujuan menyalurkan nilai-nilai positif jelang Olimpiade dan Paralimpiade yang akan digelar di Jepang tahun ini. J League selalu melakukan protokol kesehatan yang ketat sebelum maupun sesudah menggelar laga

Ada sembilan protokol kesehatan yang ditetapkan oleh J League:

1.Penonton Diwajibkan Memakai Hand Sanitizer sebelum Memasuki Stadion
2.Melakukan Pengecekan Suhu Penonton
3.Tidak Ada Kontak Fisik saat Pengecekan Tiket
4.Aturan Wajib Memakai Masker untuk Penonton dan Staff
5.Social Distancing ketika Mengantre Tiket
6.Menggunakan Papan Akrilik untuk Menghindari Droplets
7.Social Distancing di Tribun Penonton
8.Protokol Kesehatan pada Pemain
9.Penggunaan Botol Minum Sendiri-sendiri untuk Para Pemain.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel