Cara Jahat Muncikari Jerat ABG jadi PSK

Merdeka.com - Merdeka.com - Polisi menyita satu buku yang berisikan catatan utang anak-anak yang dijadikan pekerja seks komersial (PSK). Tercatat ada delapan anak yang dikoordinir oleh Muncikari EMT (43) bersama rekanya RR alias Ivan (19).

"Ini barang bukti hasil kejahatan, ini fisiknya catatan utangnya juga demikian rapih di situ, kita tidak tau kebenarannya yang jelas meresahkan sekali. Anak ini tersandra karena masih punya hutang," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan saat konferensi pers, Rabu (21/9/2022).

Zulpan menerangkan, salah satu anak yang dipekerjakan ialah NAT. Sejak usia 15 tahun berada dalam genggaman sang muncikari. Hampir 1,5 tahun, berpindah-pindah unit apartemen di Tangerang dan Jakarta.

"Adapun untuk sang muncikari inisial EMT sudah beroperasi sejak 2021, adapun sampai dengan kita lakukan penangkapan dan hasil pemeriksaan yang bersangkutan memiliki 8 anak asuh atau anak yang diperjual-belikan," ujar dia.

Zulpan menerangkan, delapan anak terkena bujuk-rayu muncikari. Adapun, iming-iming diberikan pekerjaan yang akan mendapatkan uang banyak.

Saat itu, anak-anak diberi modal untuk mempercantik diri dam membeli barang-barang mahal. Anak-anak itu pun dipenuhi segala kebutuhan hidup.

Namun dicatat sebagai hutang. Salah satu korban yakni NAT memiliki hutang hingga Rp 32.290.000.

"Rp 32 juta sekian itu adalah uang yang dicatat si muncikari apakah dibelikan baju bagus, dibelikan pulsa dan sebagainya dicatat jadi hutang," ujar dia.

Zulpan menerangkan, delapan anak termasuk korban disekap di apartemen. Bahkan ruang gerak dibatasi.

"Ada juga hal lain yang dilakukan muncikari ini sehingga membuat anak anak tersebut tidak berani keluar," ujar dia.

Zulpan berharap delapan orang anak turut membuat laporan ke polisi. Menurut dia, tanpa laporan kepolisian kesulitan mendapatkan keterangan.

"Apakah wanita di apartemen sebagai orang tersandra atau orang yg tinggal sana menikmati kehidupan. Sekali lagi butuh kerjasama semua pihak," ujar dia.

Zulpan mengimbau kepada orangtua yang kehilangan anak segera membuat laporan ke polisi.

"Jangan-jangan seperti anak ini coba 1,5 di bawah kekuasaan muncikari dengan diperjual belikan kepada pria pria berbeda setiap harinya," ujar dia.

Terancam Pidana

Atas tindakan arogansi, AS pun disangkakan pasal pidana dengan Pasal 335 ayat (1) KUHP Barang siapa secara melawan hukum memaksa orang lain supaya melakukan, tidak melakukan atau membiarkan sesuatu, dengan memakai kekerasan, atau dengan memakai ancaman kekerasan, baik terhadap orang itu sendiri maupun orang lain.” Diancam pidana penjara selama 1 tahun.

Lalu, Pasal 103 ayat (1) KUHPM yang berbunyi Militer yang menolak atau dengan sengaja tidak menaati perintah dinas, atau dengan semaunya melampaui perintah sedemikian itu, diancam karena ketidaktaatan yang disengaja dengan pidana penjara maksimum dua tahun empat bulan.

Kemudian, Melanggar Undang-Undang RI Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yaitu terdiri dari pasal yakni a. Pasal 311 ayat (1) UU Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi bahwa “Setiap orang yang dengan sengaja mengemudikan Kendaraan Bermotor dengan cara atau keadaan yang membahayakan bagi nyawa atau barang dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau denda paling banyak Rp3.000.000,00 (tiga juta rupiah)”.

Selanjutnya, Pasal 287 ayat (4) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 yang berbunyi “setiap orang yang mengemudikan Kendaraan Bermotor di jalan melanggar ketentuan mengenai penggunaan atau hak utama bagi Kendaraan Bermotor menggunakan alat peringatan dengan bunyi dan sinar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 59, Pasal 106 ayat (4) huruf f, atau Pasal 134 dipidana dengan pidana kurungan paling lama 1 (satu) bulan atau denda paling banyak Rp 250.000,00 (dua ratus lima puluh ribu rupiah).

Insiden Penodongan Pistol

Sebelumnya, Seperti dilihat pada akun instagram @kabarnegri. Mobil Toyota Fortuner hitam melaju di lajur paling kanan ruas jalan tol. Terlihat, pengemudi hendak menyalip kendaraan Toyota Avanza yang berada di sisi kiri, namun gagal.

Pengemudi Toyota Fortuner memelan laju, kemudian berpindah lajur. Kendaran Toyota Avanza menjadi berada di sisi kanan.

Saat berhasil mengimbangi, pengemudi tampak membuka kaca jendela dan menodongkan benda mirip pistol ke arah mobil Toyota Avanza Hitam.

Diinformasikan pemilik akun, insiden terjadi di Tol Jagorawi arah Bogor menuju ke Jakarta pada Minggu (18/9) sekira pukul 14.42 WIB. [ded]