Cara kaya takhayul dengan memelihara tuyul

MERDEKA.COM, Walau zaman kian modern dan beralih ke teknologi komputer, kenyataanya dunia gaib masih berada di sekeliling kita. Tidak bisa dipungkiri, bahwa keberadaan mahluk gaib memang ada dalam dunia manusia, termasuk dalam mencari kekayaan dengan dunia gaib.

Banyak cara halal sebetulnya untuk mencari kekayaan, termasuk dengan bekerja, berdagang atau menjalankan profesi lainnya. Namun kenyataannya, ada sebagian orang mengalami jalan buntu dan berakhir dengan mencari kekayaan dengan bantuan setan.

Seperti halnya mencari kekayaan dengan jalur sesat, yaitu memelihara 'tuyul'. Beberapa bulan lalu warga Lenteng Agung, geger dengan penampakan seorang tuyul, warga pun takut dengan keberadaan mahluk ghaib berkepala botak itu.

Keberadaan mahluk itu rupanya diperkuat dengan hilangnya uang beberapa warga yang tinggal di Jalan Joko, Lenteng Agung, Jakarta Selatan. Awal mula penampakan mahluk seperti anak kecil dengan kepala botak itu bermula saat seorang warga bernama Desy Eka secara tidak sengaja melihat tuyul pada hari Sabtu malam (4/8).

Eka waktu itu hendak menutup warung kelontong milik orangtuanya. Namun secara tidak sengaja, dia melihat sesosok anak kecil berkepala botak melintas di depan warungnya.

"Saya kebetulan punya warung kelontong di depan rumah. Warung itu bukanya 24 jam. Nah saat larut malam, penjaga di warung saya ngeliat wujud seperti tuyul," cerita Eka kepada merdeka.com, Selasa (7/8).

Dari pengamatan penjaga warung milik Desy, makhluk halus berbadan kecil, kepala plontos, tidak mengenakan baju dan hanya memakai celana dalam. Tuyul itu biasa menampakkan dirinya sekitar pukul 01.00 sampai 03.00 WIB. Penjaga rumah Desy yakin kalau itu tuyul. Sebab, lingkungan di sekitar rumah itu biasanya sudah sepi saat tengah malam.

"Warga yang lain belum ada yang tahu banyak, baru keluarga saya dan beberapa tetangga lainnya," ujarnya.

Selain warga Jalan Joko, rupanya warga di Jalan Guru Mugni, Lenteng Agung yang lokasinya hanya sekitar 800 meter dari Jalan Joko juga dihantui sosok mahluk ghaib ini. Menurut Coky, salah seorang yang menjadi korban tuyul mengatakan, sejak uangnya raib dalam celengan macan, dia tidak pernah lagi menyimpan uangnya di dalam rumah.

Bahkan dari hasil konsultasinya dengan paranormal setempat sejak uangnya hilang, paranormal itu mengatakan tuyul yang muncul di lingkungan mereka karena dipelihara seorang nenek yang tinggal tidak jauh dari kediamanya.

"Kalau kata Namboru, tuyul itu dipelihara sama seorang nenek-nenek. Katanya deket-deket sini, tapi saya nggak tahu nenek mana yang dimaksud," terang Coky saat berbincang-bincang dengan merdeka.com, Rabu (8/8).

Biasanya orang yang terjerat pesugihan tuyul memiliki sebuah ruangan atau kamar khusus untuk ritual pesugihan ini. Di dalam kamar tersebut ranjang tempat tidur lengkap dengan kelambunya, meja sesaji untuk si tuyul, dan juga bakul nasi untuk menaruh uang hasil curian. Selain itu, kamar khusus tuyul juga didominasi oleh warna hijau mulai dari sarung bantal, kelambu dan juga sprei yang digunakan untuk tempat tidur.

Orang yang memelihara tuyul, diwajibkan untuk mengajaknya jalan-jalan agar mahluk gaib yang menyerupai anak kecil itu kerasan dan senang. Tidak berbeda dengan anak kecil, setiap hari pemelihara tuyul harus memberinya makanan berupa bubur serta sesajen dan kemenyan. Pada dasarnya, tuyul memiliki sifat yang sama dengan balita yang masih ingin bermain dan ingin dimanjakan oleh pengasuhnya.

Untuk mengetahui siapa pemilik tuyul tersebut, ada berbagai bayak cara, seperti salah satunya dengan menggunakan seekor kepiting darat (Yuyu), Bangle (tanaman obat), bawah putih lanang (laki-laki), jahe dan juga tiba buah kembang (mawar, melati dan kenanga). Untuk caranya, pada selasa Kliwon atau malam Jumat Kliwon warga atau masyarakat bisa mendatangi rumah orang yang diduga memelihara tuyul.

Saat datang ke rumah orang tersebut, ikatkan kepiting dengan kembang, lalu kunyah bangle, jahe dan bawang putih, kemudian sembur kearah pintu rumah yang diduga memelihara tuyul. Sambil digoyangkan benang yang diikatkan kepiting, tidak lama tuyul yang dipelihara orang itu akan keluar dari dalam.

Konon, biasanya orang yang memelihara tuyul akan mengalami sakit begitu dahsyat sebelum ajal menjemputnya. Orang tersebut akan mengalami sakit yang memiliki keanehan dari sakit pada umumnya.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.