Cara Kominfo Bangun Imunitas Publik dari Bahaya Hoaks

·Bacaan 1 menit
Ilustrasi Hoax. (Liputan6.com/Rita Ayuningtyas)

Liputan6.com, Jakarta - Tenaga Ahli Menteri (TAM) Kominfo RI Devie Rahmawati mengatakan Kominfo berupaya untuk terus mempersempit digital divide di Indonesia dengan pembangunan infrastruktur digital yang membuat seluruh masyarakat Indonesia dapat terkoneksi satu sama lain dengan lancar melalui jaringan internet.

Maka itu, masyarakat harus memiliki kecakapan digital yang memegang teguh etika dan budaya yang berlandaskan Pancasila. Dari sini kehadiran modul literasi digital memiliki peran yang sama krusialnya dengan membangun jaringan internet dari segi infrastruktur.

“4 (empat) modul literasi digital yang diluncurkan Kominfo, Japelidi dan Siberkreasi dimaksudkan untuk membangun sistem imunitas masyarakat dari berbagai informasi yang tidak sehat, aman dan bermanfaat. Mengingat kecepatan penyebaran hoaks misalnya, melebihi kecepatan untuk melakukan verifikasi dan klarifikasi, “ tambah Devie dalam keterangannya, Jumat (23/4/2021).

“Pada tahun 2024 mendatang, Kominfo akan memastikan minimal 50 juta masyarakat Indonesia telah teredukasi dan memiliki kecakapan digital melalui empat modul ini. Secara spesifik, tahun ini ditargetkan sebanyak 12,5 juta masyarakat menerima literasi digital,” seru Devie.

Maraknya Hoax

Sementara itu Anggota Komisi DPR RI F-PKB Syaiful Bahri Anshori menjelaskan perkembangan teknologi informasi yang kian pesat, juga dibarengi dengan maraknya berita hoax yang membayangi masyarakat

"Hoax menjadi pintu masuk paham fundamentalisme dan radikalisme yang berpotensi merontokkan kohesi sosial masyarakat," katanya.

Saksikan Video Pilihan Berikut Ini: