Cara Komnas HAM Buktikan Siapa Saja di Rumah Ferdy Sambo saat Brigadir J Ditembak

Merdeka.com - Merdeka.com - Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengantongi data berkaitan dengan jejaring komunikasi di sekitar rumah dinas Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo, Jumat (8/7) lalu. Data yang diperoleh dari tim Siber Bareskrim Polri itu akan digunakan untuk mengetahui siapa saja yang berada di lokasi saat Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat tewas ditembak.

"Salah satu tindakannya adalah cell dump, menarik jaringan komunikasi itu. Kami juga dikasih bahannya termasuk disediakan print-nya," kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam saat jumpa pers, Rabu (27/7).

Cell dump merupakan data mentah buangan ponsel yang diterima Komnas HAM dari Siber Bareskrim Polri sebagai data dokumen digital. Data didapat dari Base Transceiver Station atau disingkat BTS di empat titik lokasi sekitar Kompleks Perumahan Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7) sore.

"Itu (cell dump) bahan raw (mentah) material yang nanti kami analisis, untuk menentukan titik-titik mana komunikasi apa yang terjadi di wilayah-wilayah yang terekam dalam cell dump itu," ucapnya.

Adapun cell dump itu nantinya akan memberikan keterangan siapa saja pihak yang berada di sekitar lokasi. Hal itu berdasarkan penentuan titik lokasi ponsel atau gawai setiap orang dalam jangkauan area tertentu.

"Cell dump untuk menentukan Hp-nya siapa, di area mana. Signifikan sekali untuk saling melengkapi, kamu mengatakan tidak di situ tapi hp-mu di situ, kan ketahuan," ucap Anam.

Dengan begitu, Komnas HAM telah memiliki bekal sebagai bahan konfirmasi yang kuat dalam menentukan siapa saja orang yang berada dalam area TKP, termasuk jika dikaitkan dengan titik keberadaan Bharada E, Brigadir J, Irjen Ferdy Sambo, sampai Putri (istri Sambo) melalui gawai.

"Menentukan siapa saja yang ada di area itu walaupun ada banyak klaster penjelasan detailnya. Tapi cell dump secara sederhana untuk melihat HP siapa saja yang ada di situ," ungkap dia.

Bahkan Anam dalam pemaparan pasca pemeriksaan Siber Bareskrim Polri sempat memperlihatkan data cell dump yang tergambar dalam kertas putih. Terlihat gambaran berupa denah dengan tarikan-tarikan garis di dalamnya.

"Makanya tadi itu yang kertas panjang itu (cell dump), itu hasil cell dumpnya mereka. Apakah kami cuma dikasih itu? Tidak, kami juga dikasih raw ( bahan mentah) materialnya. Jadi ditarik itu banyak banget nomer Hp dan sebagainya di empat titik," tuturnya.

Kendati demikian, Anam belum bisa menjabarkan terkait empat titik yang dimaksud. Dia hanya mengatakan jika cell dump itu telah merekam keterhubungan antara data komunikasi dengan komunikasi.

"Itu artinya komunikasi antara teknologi dan teknologi, bukan orang dengan orang. Bukan (bentuk percakapan), jadi kaya tadi itu jaring laba-laba begitu. Jadi siapa menghubungi siapa atau siapa terhubung dengan siapa itu ada. Yang tadi kami tunjukkan itu," ujarnya.

Cek Call Data Record

Sementara untuk bentuk percakapan komunikasi orang per orang, lanjut Anam, pihaknya akan kembali mendalami data yang lain, yaitu call data record atau CDR.

"Ada mekanisme yang lain, namanya call data record untuk mengecek, GSM siapa dengan siapa. Ada lagi mekanisme yang lain untuk mengecek hubungan tapi bukan GSM dengan GSM," kata dia.

Sekedar informasi dari hasil pemaparan Polres Metro Jakarta Selatan beberapa waktu lalu, Brigadir J disebutkan tewas dalam baku tembak dengan ajudan Irjen Ferdy Sambo yang lain, Jumat, 8 Juli 2022 sekitar pukul 17.00 WIB,

Disebutkan bahwa di dalam rumah berlantai dua itu ada Bharda E, Brigadir J, K (sosok penjaga rumah), M (penjaga yang dipanggil istri Kadiv Propam) dan Putri (Istri Irjen Ferdy Sambo). Mereka adalah orang yang ada di rumah ketika insiden baku tembak.

"Jadi orang-orang yang ada saat itu selain E tapi juga ada saksi lain yakni saksi R dan saksi K, serta juga Ibu Kadiv Propam Polri dilakukan pembinaan secara psikologi," kata Kapolres Metro Jakarta Selatan Komisaris Besar Budhi Herdi Susianto, Selasa (12/7). [yan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel