Cara Kota Depok Cegah Kerumunan saat Malam Tahun Baru

Bayu Nugraha, Zahrul Darmawan (Depok)
·Bacaan 2 menit

VIVA – Aparat gabungan TNI, Polri, Satpol PP, Damkar, Dishub dan Dinas Kesehatan bakal menggelar operasi gabungan untuk mencegah kerumunan pesta perayaan malam pergantian tahun baru di Kota Depok, Jawa Barat.

Tak hanya itu, petugas juga telah menyiapkan beberapa titik penyekatan di perbatasan antara Depok dengan Jakarta maupun Bogor.

“Sebentar lagi kita akan melewati pergantian tahun dari 2020 menuju 2021. Seperti kita ketahui pada pergantian tahun selalu saja ada kegiatan masyarakat berupa perayaan tahun baru dan di situlah berpotensi terjadinya keramaian dan kerumunan,” kata Kapolres Metro Depok, Komisaris Besar Polisi Azis Andriansyah.

Upaya pencegahan adanya aktivitas berkumpul pada pergantian tahun, kata Azis, penting dilakukan karena sampai saat ini masih dalam situasi pandemi COVID-19. Kebijakan larangan berkerumun telah diinstruksikan oleh pemerintah pusat maupun daerah.

“Sementara kita ketahui bahwa Depok belum bebas pandemi, bahkan masih zona merah,” katanya.

Dengan ikhtiar atau niat untuk melindungi seluruh warga masyarakat, kata Azis, maka pihaknya bersama stakeholder yang ada, memiliki kewajiban untuk melaksanakan kegiatan kemanusiaan dengan tujuan mencegah penyebaran COVID-19.

“Maka kita kurangi kegiatan masyarakat yang berpotensi berkerumun ya, keramaian dan kegiatan-kegiatan lain yang berpotensi menjadi semakin meluasnya penularan COVID 19,” ucapnya.

Azis menuturkan, ada dua pola strategi yang diterapkan terkait hal tersebut. Yang pertama stasioner, dan yang kedua mobileling. “Apa yang disebut stasioner yakni pos tetap,” ujarnya.

Untuk pola penjagaan stasioner, dilakukan di sejumlah titik yang biasanya menjadi pusat keramaian saat perayaan malam tahun baru, seperti di alun-alun, GDC, Margonda dan seluruh situ atau danau yang ada di Kota Depok.

“Di sana kita akan mencegah terjadinya kerumunan maupun keramaian. Tapi jika itu terjadi maka warga masyarakat yang berkerumun di situ akan segera kita lakukan rapid maupun swab,” tegasnya.

Jika didapati ada yang reaktif maka akan segera dibawa ke tempat karantina seperti Wisma Makara UI, Wisma Jepang, Wisma Atlet dan rumah sakit rujukan COVID-19.

“Imbauan secara garis besar kepada masyarakat bahwa masyarakat harus memahami situasi saat ini tidak seperti biasa. Maka kita semua memiliki tanggung jawab yang sama untuk saling melindungi satu sama lain agar tidak menambah penyebaran COVID-19,” kata Azis.

Untuk diketahui, berdasarkan situs resmi Pemerintah Kota Depok, angka atau jumlah kasus terkonfirmasi positif sampai dengan saat ini mencapai 17.294 orang, pasien aktif 3.361 orang, sedangkan pasien sembuh 13.514 orang, dan meninggal dunia 419 orang. (ase)

Baca juga: Angkot Berbahan Bakar Bensin Diisi Gas Diduga Biang Ledakan di Depok