Cara Mandi Besar Menurut Agama Islam Lengkap dengan Niatnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mandi besar harus dipraktikkan seorang muslim dengan benar. Pasalnya, ada beberapa hal yang harus dilakukan saat mandi wajib atau mandi junub ini yang berbeda dengan kamu mandi biasa. Melakukannya sesuai tata cara yang benar membuat mandi besar dianggap sah.

Tujuan mandi wajib atau mandi junub adalah untuk membersihkan tubuh dan mensucikan diri dari hadas besar. Hadas adalah keadaan tidak suci pada pada diri seorang muslim yang menyebabkan ia tidak boleh salat, tawaf dan ibadah lainnya.

Hadas besar ini di antaranya adalah keluarnya air mani pada perempuan atau laki-laki baik sengaja maupun tidak, jimak, atau berhubungan badan, haid pada wanita, dan nifas pada wanita.

Cara mandi besar harus mengikuti tata cara yang benar dengan niat dan melakukan rukunnya. Jika tidak melakukannya dengan benar, ibadah yang kamu lakukan tentunya akan sia-sia saja. Jadi perhatikan langkah-langkahnya dengan baik.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Rabu (7/7/2021) tentang cara mandi besar.

Hukum Mandi Wajib

Foto: Huffingtonpost.com
Foto: Huffingtonpost.com

Sebelum mengenali cara mandi besar, kamu perlu mengetahui dasar hukum mandi wajib ini terlebih dahulu. Hukum mandi besar atau mandi wajib sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an yaitu Surat Al Maidah dan An-Nisa'.

Allah SWT berfirman,

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).

Dalam surat An-Nisa', Allah SWT juga menyuruh umat Muslim mandi besar jika dalam keadaan junub.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

Ibnu ‘Abbas bahwa Maimunah mengatakan,

"Aku pernah menyediakan air mandi untuk Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Lalu beliau menuangkan air pada kedua tangannya dan mencuci keduanya dua kali-dua kali atau tiga kali. Lalu dengan tangan kanannya beliau menuangkan air pada telapak tangan kirinya, kemudian beliau mencuci kemaluannya. Setelah itu beliau menggosokkan tangannya ke tanah. Kemudian beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung. Lalu beliau membasuh muka dan kedua tangannya. Kemudian beliau membasuh kepalanya tiga kali dan mengguyur seluruh badannya. Setelah itu beliau bergeser dari posisi semula lalu mencuci kedua telapak kakinya (di tempat yang berbeda).” (HR. Bukhari no 265 dan Muslim no 317).

Niat Mandi Besar

Niat menjadi cara mandi besar yang paling penting. Niatlah yang membedakan antara mandi besar dan mandi biasa. Mandi wajib atau mandi besar ini dilakukan untuk membersihkan diri seusai haid, nifas, dan jimak. Oleh karena itu, untuk niatnya pun berbeda-berbeda yang dibaca atau dilafazkan sesuai dengan kondisi.

Berikut niat mandi besar yang bisa diucapkan:

Niat Secara Umum

Niat ini merupakan niat umum yang bisa dibaca oleh pria dan wanita yang sedang dalam kondisi hadas besar.

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

Niat Mandi Besar usai Haid

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala.

Niat Mandi Besar usai Nifas

Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minan Nifasi Fardlon Lillahi Ta’ala

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.

Tata Cara Mandi Besar

Tata Cara Mandi Besar
Tata Cara Mandi Besar

Berikut beberapa tata cara mandi besar yang harus kamu lakukan dengan benar:

1. Membaca niat mandi besar hukumnya wajib. Doa niat mandi junub inilah yang membedakannya dari mandi biasa.

2. Membasuh tangan sampai 3 kali. Hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.

4. Mengulangi mencuci kedua tangan. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang. Caranya mengusap-usapkan tangan ke tanah/tembok kemudian dibilas air langsung atau dicuci dengan sabun baru disiram air.

5. Berwudhu seperti tata cara wudhu saat hendak salat.

6. Mengguyur kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga basah semua.

7. Mengguyur tubuh dengan air, yang dimulai dari sisi kanan kemudian dilanjutkan dengan sisi kiri masing-masing 3 kali.

8. Pastikan seluruh anggota tubuh dibersihkan dari kotoran-kotaran dalam menerapkan cara mandi besar ini.

Perbedaan Cara Mandi Besar Pria dan Wanita

Tata cara mandi besar pria dan wanita pada dasarnya sama saja, yang membedakan adalah niat yang diucapkan. Namun ada satu keistimewaan lagi bagi perempuan, yaitu saat membasuh keseluruhan rambut, perempuan tidak harus menguraikan rambutnya.

Sebagaimana yang terdapat pada hadits, dari Ummu Salamah beliau bertanya kepada Nabi Muhammad SAW,

“Wahai Rasulullah, aku seorang perempuan yang gelungan rambutnya besar. Apakah aku harus membuka gelungan rambutku ketika mandi junub?”

Nabi Muhammad SAW menjawab:

“Jangan (kamu buka). Cukuplah kamu menyela-nyelai kepalamu dengan air tiga kali, kemudian guyurlah kepala dan badanmu dengan air, sehingga kamu telah suci.” (HR. Muslim no. 330).

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel