Cara Membedakan Gejala COVID-19 dengan Sinusitis, Jangan Keliru

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Seperti diketahui, COVID-19 merupakan virus yang menyerang saluran pernapasan. Ada beberapa gejala COVID-19 yang dialami pengidapnya.

Satu di antara gejala COVID-19 tersebut ialah gejala hidung tersumbat dibarengi anosmia. Masalah kesehatan ini seringkali mirip kondisi lain, seperti gejala sinusitis.

Sinusitis atau infeksi sinus merupakan kondisi terjadinya cairan yang menumpuk di dalam sinus akibat berkembangbiaknya virus dan bakteri.

Seseorang yang mengalami sinusitis umumnya mengeluhkan hidung tersumbat. Hal ini membuat beberapa persamaan antara gejala COVID-19 dan sinusitis.

Beberapa gejala COVID-19 mirip infeksi sinus, seperti hidung meler atau tersumbat, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk, kelelahan dan demam pada pengidapnya.

Perlu diketahui, kendati COVID-19 dengan sinusitis memiliki gejala yang menyerupai, ada perbedaan yang penting. Apa saja perbedaan gejala COVID-19 dengan sinusitis?

Berikut ini cara membedakan gejala COVID-19 dengan sinusitis yang terlihat mirip, dikutip dari Gooddoctor dan Healthline, Selasa (28/9/2021).

Cara Membedakan Gejala COVID-19 dengan Sinusitis

1. Jenis gejala

Gejala pada sinusitis yang tidak atau jarang dialami oleh pengidap COVID-19 adalah lendir yang menetes dari hidung ke tenggorokan, sakit gigi, dan bau mulut.

Selain itu, pengidap sinusitis kerap mengalami nyeri di sekitar pipi bagian atas, dahi, atau bagian dalam mata karena tekanan dari sinus.

Pada pengidap sinusitis, fungsi indra penciuman bisa menurun hingga 60 persen disertai pilek. Sedangkan pada pengidap COVID-19, fungsi indra penciuman dan perasa dapat hilang total, meski tidak pilek.

Sinusitis bisa mengganggu kemampuan kerja mata. Lebih parahnya, seseorang bisa mengalami penurunan kemampuan melihat. Sedangkan pada gejala COVID-19, kondisi ini belum ada laporan yang terjadi.

2. Kemunculan gejala

Cara selanjutnya untuk membedakan gejala COVID-19 dengan sinusitis adalah dengan memperhatikan kapan gejala itu muncul. Sering kali gejala COVID-19 muncul secara bertahap hingga 14 hari sejak awal terpapar pertama. Sedangkan sinusitis gejalanya muncul secara tiba-tiba.

Selain itu, sinusitis kerap terjadi setelah Anda mengidap suatu penyakit yang disebabkan oleh virus umum, seperti flu. Umumnya seseorang mengalami gejala sinusitis terjadi di musim hujan. Sedangkan gejala COVID-19 dapat terjadi kapan saja sepanjang tahun tanpa mengenal musim.

Cara Membedakan Gejala COVID-19 dengan Sinusitis

3. Durasi gejala

COVID-19 dan sinusitis dapat dibedakan dari berdasarkan durasi gejalanya. Umumnya, infeksi sinus akan sembuh dalam dua hingga tiga pekan. Sedangkan COVID-19 tergantung dari tingkat keparahan dan kondisi kesehatan pengidap.

Pengidap COVID-19 bergejala ringan bisa sembuh sekitar satu atau dua pekan. Meski begitu, gejala seperti batuk dan hilang penciuman mungkin dapat bertahan lebih lama setelah dinyatakan sembuh, bahkan bisa berlangsung hingga berminggu-minggu dan berbulan-bulan.

4. Tingkat keparahan gejala

Sebagian besar infeksi sinus hilang dengan sendirinya tanpa ada komplikasi yang parah. Sedangkan COVID-19, pengidap bergejala berat berisiko tinggi mengalami komplikasi.

Sumber: gooddoctor.co.id, healthline.com

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel