Cara Membedakan Masker Asli dan Palsu, Penting supaya Aman dari COVID-19

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - Satu di antara upaya untuk mencegah penularan COVID-19 adalah menggunakan masker.

Sayangnya, di masyarakat telah beredar isu terkait masker palsu yang dikhawatirkan membuat seseorang rentan tertular virus corona COVID-19.

Isu terkait peredaran masker palsu ini di masyarakat dapat menimbulkan kekhawatiran. Yang dimaksud masker palsu di sini ialah serupa masker medis, namun tidak memiliki izin edar.

Untuk itu, pemerintah mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam membeli dan memakai masker. Penggunaan masker palsu dapat meningkatkan risiko penularan COVID-19.

Untuk menghindari kesalahan pemilihan masker, masyarakat agar membeli masker medis yang sudah memiliki izin edar alat kesehatan dari Kemenkes.

Izin edar biasanya tercantum pada kemasan atau dapat juga diakses di infoalkes.kemkes.go.id.

Izin edar dari Kementerian Kesehatan masker tersebut telah memenuhi persyaratan mutu keamanan dan manfaat, antara lain telah lulus uji Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Partie Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistence sebagai syarat untuk mencegah masuknya dan mencegah penularan virus serta bakteri.

Lantas, seperti bagaimana cara mengetahui masker yang aman dan asli?

Berikut cara mengetahui masker yang asli dan palsu untuk mencegah penularan COVID-19, seperti dilansir dari Klikdokter, Minggu (27/6/2021).

Ciri-ciri Masker Kesehatan Asli

1. Cari tahu ciri-ciri masker kesehatan asli

Masker palsu tidak memiliki filter molekul, jadi hanya menahan udara saja. Fungsi aslinya seharusnya menahan molekul yang berterbangan di sekitar sehingga tidak tertular penyakit.

Agar tetap aman dan terhindar dari masker tiruan, pemerintah mengimbau membeli masker dengan dua warna berbeda. Misalnya, warna biru dan putih atau hijau dan putih.

Warna hijau pada bagian depan dan yang dalamnya warna putih itu menunjukan ada lapisan penyaring untuk molekul besar seperti virus dan bakteri.

Secara fisik, masker yang palsu memiliki lembaran yang tipis. Sedangkan masker asli akan terasa tebal karena memiliki tiga lapisan penyaring.

Pada lapisan luar fungsinya untuk mencegah percikan masuk ke masker, lapisan tengah untuk filtrasi, dan yang bagian dalam menyentuh mulut dan serta hidung fungsinya untuk absorbsi.

Untuk itu, belilah masker yang berbeda warna pada setiap sisi depan dan belakang.

Hati-hati Masker Kesehatan yang Bekas Daur Ulang

Ilustrasi masker, COVID-19. (Photo by Kobby Mendez on Unsplash)
Ilustrasi masker, COVID-19. (Photo by Kobby Mendez on Unsplash)

2. Hati-hati masker kesehatan yang bekas daur ulang

Selain masker palsu, beredar kabar pula masker bekas pakai dijual kembali ke masyarakat. Untuk mengantisipasi tertipu, Anda bisa membuang masker kesehatan sekali pakai dengan cara yang benar.

Setelah dipakai, masker langsung dibuang ke tempat sampah Bahan-bahan Beracun dan Berbahaya (B3) yang wadahnya berwarna merah. Bisa juga Anda merusaknya terlebih dulu lantaran masker-masker yang dibuang asal, bisa diambil, diolah, dan dijual kembali oleh oknum jahat.

Sumber: Klikdokter

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel