Cara Membeli Mobil Bekas agar Tidak Kecewa

·Bacaan 1 menit

VIVA – Memiliki mobil pribadi menjadi impian banyak orang, terutama mereka yang penghasilannya tidak seberapa. Kendaraan tersebut bisa digunakan untuk bekerja, maupun berlibur bersama keluarga.

Sayangnya, saat ini sudah tidak ada mobil baru yang dijual dengan harga di bawah Rp100 juta. Untungnya, masih ada versi bekas yang banyak ditawarkan secara offline maupun online.

Berbeda dengan zaman dahulu, membeli mobil bekas saat ini sudah jauh lebih mudah dan aman. Meski demikian, calon pembeli tetap harus waspada supaya tidak kecewa usai transaksi.

Dilansir VIVA Otomotif dari laman resmi Suzuki, Selasa 15 Juni 2021, ada beberapa tips yang bisa diikuti supaya bisa mendapatkan unit mobil bekas sesuai harapan.

Pertama yakni sesuaikan dengan kebutuhan, apakah akan lebih sering dipakai harian atau saat akhir pekan saja. Mobil mungil berkapasitas mesin kecil ideal untuk dikemudikan sehari-hari, karena irit bahan bakar serta mudah dikemudikan di tengah kemacetan.

Hal kedua yakni mengetahui harga pasaran, banderol yang ada di laman jual beli mobil bekas online bisa dijadikan sebagai patokan kasar. Perlu diketahui, semakin apik kondisinya maka harga juga jadi lebih mahal.

Tips ketiga adalah tidak terburu-buru, jangan bayar uang muka jika kurang yakin dengan kondisi kendaraan meski model itu menjadi impian. Lebih baik mendapatkan unit yang layak pakai, ketimbang tampilan keren tapi banyak masalah.

Jika kurang paham dengan dunia otomotif, bisa memanfaatkan jasa pemeriksaan kondisi mobil yang tersedia di beberapa kota. Cukup membayar beberapa ratus ribu rupiah, maka laporan lengkap akan diberikan oleh tim ahli.

Alternatif lain adalah membeli di tempat yang terpercaya. Beberapa diler menyediakan divisi mobil bekas, di mana setiap unit sudah dicek terlebih dahulu untuk memastikan kualitasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel