Cara Membuat Disinfektan yang Mudah dan Murah

·Bacaan 7 menit
Cara Membuat Disinfektan yang Mudah dan Murah
Cara Membuat Disinfektan yang Mudah dan Murah

RumahCom - Ketika memasuki masa pandemi, hampir seluruh aspek kehidupan normal yang ada berubah secara drastis. Anda harus secara teratur menjaga kebersihan untuk memastikan kesehatan tetap terjaga dan tidak tertular oleh penyakit yang berbahaya. Virus dan kuman bisa menempel pada benda apapun tanpa Anda mengetahuinya. Untuk mencegah agar virus dan kuman tersebut bisa menularkan kepada Anda, maka sangat penting untuk mengetahui cara membuat disinfektan sendiri yang mudah dan murah.

Cara membuat disinfektan sendiri tidaklah sulit, agar Anda bisa membuat disinfektan dengan mudah maka artikel kali ini akan membahas mengenai:

  1. Pentingnya Disinfektan di Masa New Normal

  2. Persiapan Membuat Disinfektan

  3. Cara Membuat Disinfektan

  4. Cara Menggunakan Disinfektan

Informasi Cara Bayar PBB Terbaru dan Terlengkap 2020
Informasi Cara Bayar PBB Terbaru dan Terlengkap 2020

Mengurus Sertifikat Tanah, Hukum dan Pajak Properti

Informasi Cara Bayar PBB Terbaru dan Terlengkap 2020

1. Pentingnya Disinfektan di Masa New Normal

Disinfektan bisa dengan praktis Anda gunakan sendiri. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)
Disinfektan bisa dengan praktis Anda gunakan sendiri. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)

Disinfektan bisa dengan praktis Anda gunakan sendiri. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)

Kasus Covid-19 di Indonesia semakin hari semakin bertambah banyak. Covid-19 tidak hanya menyerang orang tua yang sudah mempunyai penyakit bawaan, tetapi juga dapat menginfeksi anak kecil. Selain memiliki gejala seperti demam tinggi dengan suhu diatas 37 derajat celcius, flu hingga sesak nafas, covid-19 juga dapat menunjukkan tanpa gejala apapun. Hal ini sangat mengkhawatirkan bagi semua orang karena OTG (Orang Tanpa Gejala) bisa saja dengan mudah berkeliaran dan dapat menularkan melalui droplet, sehingga orang yang di sekitar dapat tertular.

Menggunakan masker, rajin mencuci tangan serta menjaga jarak merupakan gerakan yang harus selalu dilakukan demi memutus rantai penyebaran virus Covid-19. Tetapi sangat di sayangkan banyak orang yang abai dan juga lalai dalam menjalankan protokol kesehatan tersebut sehingga kita harus menjaga diri kita sendiri agar tidak tertular atau menularkan kepada orang lain. Salah satu hal yang penting adalah menggunakan disinfektan sebagai pelindung diri.

Disinfektan merupakan suatu cairan pembersih yang umumnya dibuat hidrogen peroksida, creosote dan alkohol. Disinfektan dapat disemprotkan kepada benda mati yang sering disentuh oleh banyak orang seperti kursi, meja, tas, alat-alat yang sering digunakan atau di semprotkan di seluruh ruangan. Tujuan disemprotkannya disinfektan adalah untuk membunuh virus yang menempel pada permukaan benda tersebut.

Disinfektan merupakan salah satu tindakan preventif yang bisa dilakukan guna meminimalisir penyebaran virus. Selain penggunaan disinfektan, rumah dengan sirkulasi dan sanitasi yang bagus juga efektif untuk menjaga kesehatan tubuh para penghuninya. Mau punya rumah yang desainnya mendukung sirkulasi dan sanitasi yang baik? Cek pilihan rumahnya di kawasan Bintaro dengan harga di bawah Rp1 M di sini!

2. Persiapan Cara Membuat Disinfektan

Membuat disinfektan perlu dilakukan secara berhati-hati. (Foto: Pixabay - Michael Tavrionov)
Membuat disinfektan perlu dilakukan secara berhati-hati. (Foto: Pixabay - Michael Tavrionov)

Membuat disinfektan perlu dilakukan secara berhati-hati. (Foto: Pixabay - Michael Tavrionov)

Pasti Anda mengingat ketika awal pandemi sangat sulit sekali untuk mendapatkan cairan disinfektan, baik di supermarket maupun marketplace online. Sekalinya tersedia, Anda harus mengeluarkan dana yang tidak sedikit dan juga stock yang terbatas. Sehingga WHO menganjurkan membuat disinfektan mandiri dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan.

Persiapan membuat disinfektan sebenarnya tidaklah banyak ataupun rumit. Bahan-bahan tersebut bisa didapatkan di minimarket, supermarket terdekat, atau jika Anda ingin benar-benar memutus rantai penyebaran virus bisa juga berbelanja di marketplace online dengan tetap dirumah saja.

Lantas, apa saja bahan serta alat yang harus disiapkan untuk membuat cairan disinfektan di rumah? Dilansir dari Verywell Health, Berikut alat-alat serta bahan yang Anda perlukan diantaranya:

  • Botol semprot plastik

  • Botol kaca dengan tutup

  • Gelas ukur

  • Lap flanel atau kain microfiber atau kain lembab

  • Sarung tangan sekali pakai

  • Masker N95 atau masker bedah (masker 3ply)

  • 2 sendok makan (30ml) cairan pemutih pakaian untuk 1 liter air

  • Air bersih

3. Cara Membuat Disinfektan

Gunakan disinfektan pada benda-benda yang ada di sekitar Anda. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)
Gunakan disinfektan pada benda-benda yang ada di sekitar Anda. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)

Gunakan disinfektan pada benda-benda yang ada di sekitar Anda. (Foto: Pexels - Matilda Wormwood)

Sebenarnya cairan disinfektan alami sudah terdapat pada produk pembersih rumah tangga yang sering Anda gunakan di rumah. Untuk membuat cairan disinfektan, bahan yang direkomendasikan yaitu cairan pemutih pakaian yang mengandung hipoklorit atau cairan pembersih seperti karbol yang mengandung benzalkonium klorida. Kedua produk rumah tangga tersebut di klaim ampuh untuk membunuh bakteri atau virus.

Anda juga harus berhati-hati sebelum menggunakan atau mencampurkan cairan pemutih pakaian, karena cairan pemutih pakaian mengandung kaustik yaitu dapat menimbulkan iritasi serta kerusakan pada kulit. Selain itu, penggunaan cairan pemutih pakaian yang salah atau berlebihan dapat menimbulkan uap yang berbahaya sehingga berisiko mematikan, sehingga Anda harus mencampurnya atau melarutkannya dengan air bersih terlebih dahulu. Jangan sampai niat Anda yang hendak membunuh virus, malah Anda yang terkena dampaknya.

Yang harus Anda perhatikan dalam pembuatan cairan disinfektan ini adalah penggunaan cairan pemutih pakaian dengan kadar 5% untuk kemudian diencerkan hingga kadarnya mencapai 0.05% dengan hasil akhir satu liter cairan disinfektan yang siap di pakai. Untuk mencapai kadar 0.05% sebagai produk akhir, diperlukan perbandingan 1:100. Sebagai contoh, 1 bagian cairan pemutih pakaian untuk 99 bagian air. Jadi, pastikan Anda untuk selalu menghitung perbandingannya dengan benar agar konsentrasi hasil akhir yang di dapat tetap 0.05% dengan perbandingan 1:100 sehingga menjadi 1 liter cairan disinfektan siap pakai.

Berikut kami ulas tahapan cara membuat cairan disinfektan:

  • Pakai masker N95, masker bedah atau masker 3ply agar cairan pemutih pakaian yang masih utuh tidak terhirup langsung oleh Anda.

  • Gunakan sarung tangan sekali pakai, agar tangan Anda terhindar dari iritasi terhadap cairan pemutih pakaian.

  • Tuang cairan pemutih pakaian secara hati-hati kedalam botol kaca terlebih dahulu, lalu campurkan air bersih dan aduk hingga larut. Jangan lupa dengan perbandingan 1:100.

  • Jika sudah, tutup botol kaca dengan rapat lalu kocok perlahan agar cairan pemutih pakaian tercampur rata dengan air bersih.

  • Selepas itu, diamkan selama satu menit lalu tuangkan campuran antara air bersih dengan campuran pemutih pakaian yang sudah dilarutkan kedalam botol semprot plastik.

  • Viola! Cairan disinfektan sudah siap Anda gunakan untuk disemprot pada permukaan benda yang sering disentuh oleh banyak orang.

Pastikan Anda membuat cairan disinfektan tersebut dalam ruangan terbuka atau ventilasi yang baik. Pasalnya, uap berlebih yang dihasilkan oleh cairan pemutih pakaian dapat menjadi uap beracun sehingga tidak boleh digunakan dalam ruangan kecil yang tertutup. Jika cairan pemutih pakaian yang sebelum dilarutkan dengan air terkena kulit Anda, segera lap dengan kain microfiber atau kain lembab.

Tip Rumah

Kandungan dari bahan membuat disinfektan sangat keras, gunakan selalu masker agar udaranya tidak langsung terhirup.

Selain membuat cairan disinfektan dengan cairan pemutih pakaian, Anda juga bisa menggunakan cairan pembersih lantai yang biasa Anda gunakan dirumah, cairan yang mengandung 70% alkohol, atau cairan disinfektan yang sudah terdaftar dalam Environmental Protection Agency (EPA).

Jangan lupa, Anda juga harus memeriksa label pada kemasan untuk memastikan apakah cairan pemutih pakaian yang Anda gunakan dirancang untuk disinfektan dan pastikan juga tanggal kadaluarsanya. Ikuti instruksinya dengan benar, dengan memperhatikan kadar perbandingan setiap bahan dan jangan mencampur cairan pemutih pakaian dengan pembersih lainnya karena dapat menghasilkan zat kimia berbahaya.

4. Cara Menggunakan Disinfektan

Bersihkan peralatan elektronik Anda secara berhati-hati dengan menggunakan disinfektan. (Foto: Pexels - Polina Zimmerman)
Bersihkan peralatan elektronik Anda secara berhati-hati dengan menggunakan disinfektan. (Foto: Pexels - Polina Zimmerman)

Bersihkan peralatan elektronik Anda secara berhati-hati dengan menggunakan disinfektan. (Foto: Pexels - Polina Zimmerman)

Cara menggunakan disinfektan harus disertai aturannya, karena jika salah bisa saja disinfektan tidak bekerja dengan maksimal. Berikut kami jelaskan cara menggunakan disinfektan dengan benar yang dilansir dari Hello Sehat;

  • Pakailah masker 3ply serta sarung tangan. Masker berguna agar cairan disinfektan tidak terhirup langsung oleh hidung dan sarung tangan berguna agar tangan Anda tidak terkena cairan disinfektan secara langsung, karena cairan pemutih pakaian dapat membuat kulit iritasi.

  • Bersihan permukaan yang akan di semprot dengan cairan disinfektan dengan menggunakan air dan sabun terlebih dahulu

  • Semprotkan cairan disinfektan yang sudah Anda buat ke benda-benda sekitar yang sering digunakan

  • Membersihkan permukaan benda dengan air dan sabun membantu mengurangi jumlah kuman seperti debu dan kotoran pada permukaan benda. Penggunaan disinfektan setelahnya dapat membunuh kuman lebih efektif.

  • Lakukan pembersihan rutin pada benda yang sering dipakai atau objek yang sering disentuh oleh banyak orang. Contohnya: meja, kursi, remot tv/ac, gagang pintu, handphone, toilet, kran wastafel, dan lainnya.

  • Setelah selesai melakukan proses desinfeksi, lepas masker dan sarung tangan. Lalu cuci tangan Anda dengan benar terlebih dahulu menggunakan air mengalir dan sabun selama 20 detik.

  • Usahakan untuk mengurangi kontak langsung cairan disinfektan dengan permukaan tubuh.

Anda harus hati-hati dengan cairan disinfektan karena cairan tersebut tidak bisa digunakan sembarangan. Jangan sampai terkena mata, hidung dan mulut ketika menyemprotkan cairan disinfektan. Jauhkan pula dari jangkauan anak-anak Anda dan hewan peliharaan Anda, usahakan ketika menyemprotkan cairan disinfektan dalam ruangan pastikan ruangan dalam keadaan kosong.

Ada pula yang mengklaim bahwa disinfektan dapat membunuh 100% kuman jahat, padahal ada beberapa kuman yang justru kebal terhadap zat disinfektan. Oleh karena itu, permukaan benda mati yang sudah Anda bersihkan terlebih dahulu dan di semprot cairan disinfektan bukan berarti Anda merasa aman sepenuhnya. Anda harus tetap menjaga kebersihan dan kesehatan diri Anda sendiri serta keluarga Anda dengan menjalankan protokol kesehatan secara konsisten seperti rajin mencuci tangan dengan air mengalir dan sabun, memakai masker kemanapun Anda pergi, menjaga jarak aman minimal satu meter, memberi asupan gizi yang seimbang, mengkonsumsi vitamin dan rajin berolahraga agar memutus rantai penyebaran virus Covid-19.

Sekian artikel yang kami bahas, semoga Anda beserta keluarga senantiasa sehat selalu serta dapat dengan konsisten menjalankan protokol kesehatan demi keberlangsungan hidup bersama.

Baca Juga: Cara Membuat Hand Sanitizer Sesuai Aturan yang Aman

Ketahuilah apa saja 5 hal penting yang perlu Anda pertimbangkan saat hendak membeli rumah impian Anda melalui video yang menarik ini!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah.

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya
Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tanya Rumah

Temukan jawab seputar properti dari ahlinya

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel