Cara Membuat Footnote di Microsoft Word, Ketahui Kaidah Penulisan dan Contohnya

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat footnote penting diketahui saat menulis karya ilmiah. Footnote atau catatan kaki merupakan cara menandai informasi sumber rujukan dalam tulisan ilmiah. Footnote berguna bagi pembaca agar dapat mengetahui sumber rujukan secara langsung pada suatu halaman tulisan ilmiah.

Sama seperti penulisan daftar pustaka, cara membuat footnote juga harus menyesuaikan kaidah yang telah ditentukan. Dalam teknis penulisannya di Microsoft Word, cara membuat footnote juga punya langkah tersendiri.

Kamu bisa memanfaatkan fitur footnote yang ada di Microsoft Word. Cara membuat footnote di Microsoft Word cukup mudah dan praktis. Dengan cara membuat footnote di Microsoft Word ini, kamu tak perlu lagi membuat footnote secara manual.

Selain cara membuat footnote di Microsoft Word, kamu juga harus mengetahui cara membuat footnote dari segi kaidah penulisannya. Berikut cara membuat footnote dan kaidah penulisannya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (27/2/2021).

Cara membuat footnote: kaidah penulisan

Ilustrasi menulis footnote. (dok. Unsplash.com/J. Kelly Brito/@hellokellybrito)
Ilustrasi menulis footnote. (dok. Unsplash.com/J. Kelly Brito/@hellokellybrito)

Dalam menulis footnote, ada beberapa hal yang wajib diperhatikan. Beberapa hal tersebut yaitu:

- Nomor penanda footnote lebih kecil dan terangkat dari karakter lainnya, ini seperti penulisan angka kuadrat. Namun, tidak perlu diberi spasi.

- Nama pengarang yang dijadikan footnote ditulis sesuai urutan nama aslinya. Tidak seperti daftar pustaka yang dibalik dan tidak perlu mencantumkan pangkat atau gelar seperti Ir., Prof., Dr.

- Judul dari referensi yang dijadikan footnote dicetak miring.

- Jika referensi tersebut ditulis oleh dua atau tiga orang, maka nama mereka dicantumkan semua.

- Apabila lebih dari tiga orang, maka yang ditulis pada footnote hanya nama pengarang pertama, dan diikuti oleh dkk.

Cara membuat footnote: teknis penulisan

Ilustrasi penulisan | Vlada Karpovich dari Pexels
Ilustrasi penulisan | Vlada Karpovich dari Pexels

- Nomor catatan kaki diketik dengan jarak enam karakter dari margin kiri.

- Jika catatan kakinya lebih dari satu baris maka baris kedua dan selanjutnya dimulai seperti margin teks biasa (tepat pada margin kiri).

- Jika catatan kakinya lebih dari satu maka jarak antara satu catatan dengan catatan yang lainnya adalah sama dengan jarak spasi teks.

- Jarak baris terakhir catatan kaki tetap 3 cm dari pinggir kertas bagian bawah.

- Keterangan yang panjang tidak boleh dilakukan ke halaman berikutnya. Lebih baik potong tulisan asli daripada memotong catatan kaki.

- Jika keterangan yang sama menjadi berurutan (misalnya keterangan nomor 2 sama dengan nomor 3, cukup tuliskan kata ibid daripada mengulang-ulang keterangan catatan kaki.

- Jika ada keterangan yang sama tetapi tidak berurutan, berikan keterangan op.cit., lih [x] [x] merupakan nomor keterangan sebelumnya.

- Jika keterangan seperti opcit tetapi isinya keterangan tentang artikel, gunakan loc.cit.

Cara membuat footnote di Microsoft Word

Ilustrasi footnote | Burst dari Pexels
Ilustrasi footnote | Burst dari Pexels

Cara membuat footnote yang pertama adalah buka dokumen yang ingin kamu beri footnote di Word. Setelah itu Tempatkan kursor di tempat yang kamu inginkan dimana footnote akan muncul.

Setelah itu buka tab Reference. Tab ini terletak di bagian atas jendela, biasanya antara Page Layout and Mailings. Tab ini memungkinkan kamu menyisipkan berbagai alat referensi, seperti daftar isi, catatan kaki dan catatan akhir, kutipan, keterangan, dan lainnya.

Disini pilih opsi Insert Footnote. Dengan begitu secara otomatis footnote sudah terbentuk pada dokumen dengan angka 1 kecil yang muncul pada tempat kamu meletakkan kursor tadi.

Isi footnote dengan informasi yang ingin kamu sampaikan. Kamu juga bisa menggunakan pintasan dengan menekan Ctrl + Alt + F pada keyboardmu untuk membuat sebuah footnote.

Cara Membuat Footnote: Ubah Penomoran

Ilustrasi Footnote| Pixabay
Ilustrasi Footnote| Pixabay

Secara default, footnote akan menyesuaikan nomornya sesuai dengan seberapa banyak kamu memasukkan footnote. Namun, kamu dapat mengubahnya sehingga penomoran akan memulai dari awal disetiap halaman atau pada page breaks dalam sebuah dokumen.

Klik tombol Menu di sudut kanan bawah bagian Footnotes. Setelah itu akan terbuka jendela Footnote and Endnote. Di bagian Format, gunakan menu Penomoran untuk memilih kapan Anda ingin nomor footnote di reset kembali.

Kamu dapat memasukkan pemisah bagian ke dalam dokumen dengan mengklik tab Layout Halaman, mengklik tombol Breaks di bagian Page Setup, dan kemudian memilih jenis pemisah yang ingin kamu masukkan. Selain mengubah penomoran footnote, pemisah juga bagus untuk mengubah tata letak ke bagian tertentu dari dokumen.

Contoh penulisan footnote berdasarkan jumlah pengarang

Ilustrasi footnote | picjumbo.com dari Pexels
Ilustrasi footnote | picjumbo.com dari Pexels

Contoh footnote 1 pengarang

¹Chairil Anwar, Deru Campur Debu, (Jakarta: PT GRAMEDIA PUSTAKA UTAMA, 1992), hlm9.

²Sartono Suryadiningrat, Pendekatan Ilmu-ilmu Agama Dalam Muamalah Masyarakat (Jakarta: Asy-Syariah, 2003), hal. 14.

Contoh footnote 2 hingga 3 pengarang

¹Joko Budiman dan Armand Setiadi, Struktur Atom (Jakarta: Bina Sanjaya, 1996), hal. 50-68.

²Patrick Wesell dan Arnold Jonathan, Anatomy of Atom (New Zealand: Light Pen, 1989), hal. 36-40.

Contoh footnote lebih dari 3 pengarang

¹Sri Utami dkk, Bahasa Inggris Level 5 (Yogyakarta: PT. Gramedia, 2003), hal. 5.

²Mahmud Efendi, dkk. Bahasa dan Sastra Indonesia, (Solo: Citra Aji Pratama, 2008), hal, 47.

Contoh penulisan footnote berdasarkan sumber referensi

Ilustrasi footnote  | August de Richelieu dari Pexels
Ilustrasi footnote | August de Richelieu dari Pexels

Contoh footnote dari jurnal atau makalah

¹Mc. Preganent, “Representative of Natural Habits with Prulal Educaton”. Educational Evaluation and Alanytics. Vol. 4 No. 3, Summer 2003, hal. 120.

²Gemar Berkarya Hatta, “Rekam Kesehatan dan Medis (Medical Records) dalam Kedudukannya sebagai Penunjang Kesehatan Nasional”, dalam Berita Arsip Nasional, No. 28, Juni 1988 (Surabaya: ANRI, 1988), hal. 7.

Contoh footnote dari skripsi/tesis/disertasi

¹Muryid Rahman, Skripsi: “Perkembangan Struktur Ekonomi Menengah Kebawah Setelah Mempelajari Kecakapan Teknologi Informasi” (Yogyakarta: UGM, 2005), Hal. 85.

²Adnan Syarief, Skripsi: “Sistem Pendaftaran Praktikum Berbasi Laravel” (Yogyakarta: UMY, 2017), Hal 30.

Contoh footnote dari majalah

¹Muhammad Adnan, “Peran Serta Orang Tua, Guru dan Lingkungan Dalam Mendidik Moral Anak Studi Kasus Babakan, Yogyakarta” (Paper presented at Seminar Lokakarya Pendidikan MIPA se-Indonesia, Mataram, 2003), Hal. 15.

²Mochtar Naim,’’Mengapa Orang Minang Merantau?’’ Tempo, 31 Januari 1975, hlm. 36.