Cara Membuat Jurnal yang Baik dan Benar, Perhatikan Penyusunannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Jurnal adalah sebuah publikasi yang diterbitkan secara periodik pada interval waktu tertentu. Tujuan pembuatan jurnal ialah untuk mengembangkan penelitian yang telah dilakukan sehingga dapat dijadikan acuan oleh peneliti lain.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), jurnal memiliki banyak arti, seperti buku harian (buku), buku yang digunakan sebagai mediator, surat kabar, majalah khusus yang berisi artikel di bidang ilmu tertentu, dan banyak lainnya.

Jurnal berisi cakupan materi yang luas, tetapi ditulis secara ringkas, padat, dan jelas. Biasanya jurnal terdiri dari enam hingga 10 halaman.

Kendati demikian, setiap paragraf yang terdapat pada jurnal mengandung ilmu pengetahuan yang padat.

Kemudian dalam membuat jurnal perlu memperhatikan strukturnya. Sebenarnya penulisan jurnal memiliki struktur yang tidak beda jauh dengan skripsi.

Berikut ini rangkuman tentang cara membuat jurnal yang baik dan benar, seperti dilansir dari laman adalah.co.id, Rabu (21/7/2021).

1. Membuat Judul

Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Setiap jurnal ilmiah harus memiliki judul yang jelas. Penulisan judul akan memudahkan pembaca memahami keseluruhan inti jurnal.

Pastikan lagi bahwa judul penelitian dari skripsi tidak memiliki makna ganda. Jumlah kata dalam judul penelitian akan lebih mudah dipahami jika tidak lebih dari 12 kata.

Makin singkat akan makin mudah dipahami oleh pembaca. Letak judul dalam jurnal penelitian terletak di tengah atas halaman, huruf kapital, dan dicetak tebal.

2. Membuat Abstrak

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

Bagian abstrak harus berisi sekitar 250 kata yang merangkum tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan jurnal. Jangan menggunakan singkatan atau kutipan dalam abstrak.

Cara termudah untuk menulis abstrak adalah dengan menyebutkan poin-poin utamanya saja. Penulisan abstrak memang biasanya ditulis paling akhir, tetapi abstrak ini ditulis dari meringkas isi jurnal.

3. Membuat Pendahuluan

Ilustrasi mengetik di laptop. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi mengetik di laptop. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Pendahuluan adalah pernyataan kasus yang dilihat dan yang memberikan pembaca informasi untuk memahami tujuan spesifikasi dalam kerangka teori yang lebih luas.

Bagian ini juga dapat berisi informasi tentang latar belakang masalah. Mulailah dari membahas persoalan kasus, kemudian dikaitkan dengan teori, dan diakhiri tujuan penelitian.

Menulis dengan latar belakang masalah terlebih dahulu akan lebih mudah memahamkan pembaca mengenai kasus yang diteliti.

4. Membuat Metode

Ilustrasi mengetik di laptop.  Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine

Bagian metode menjelaskan kapan percobaan dilakukan. Peneliti menjelaskan desain, peralatan, metode pengumpulan data, jenis kontrol dan eksperimen.

Jika penelitiannya kuantitatif maka paparkan metode yang sesuai teorinya, misalnya peralatan atau percobaan yang digunakan. Jika penelitiannya kualitatif, sesuaikan dengan teorinya, misalnya seperti metode pengumpulan datanya.

Aturan umum yang perlu diingat adalah menjelaskan secara terperinci dan jelas metode yang digunakan sehingga pembaca memiliki pengetahuan dan teknik dasar untuk publikasi.

5. Membuat Hasil

Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)
Ilustrasi menulis. (dok. unsplash.com/Asnida Riani)

Di sini peneliti menyajikan data ringkas dengan ikhtisar berdasarkan teks naratif, tabel atau gambar. Dalam hal ini, tidak semua interpretasi atau kesimpulan dari data berada di bagian ini.

Tentunya lebih mudah untuk memahami dan menyajikan data lengkap dalam sebuah tabel.

6. Membuat Pembahasan

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Judit
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Judit

Setiap hubungan antarvariabel eksperimental sangat penting dan setiap korelasi antara variabel dapat dijelaskan dengan jelas.

Peneliti dapat menjelaskan sesuatu selain hipotesis, hasil yang berbeda, atau hal serupa dengan setiap percobaan yang dilakukan oleh peneliti lain.

Jangan lupa untuk memaparkan terlebih dahulu bagian penemuannya. Memaparkan penemuan akan memudahkan pembaca memahami hasil dari penelitian.

7. Membuat Kesimpulan

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Vlada

Cobalah dengan mulai memaparkan pembuktian hipotesis penelitian dengan lebih ringkas. Tetap perhatikan untuk menulisnya dengan menjawab rumusan masalah yang sudah dibuat.

Tuliskan juga kelebihan dan kekurangan penelitian. Terakhir, tuliskan saran yang tepat untuk penelitian selanjutnya.

8. Membuat Daftar Pustaka

Ilustrasi mengetik di laptop. Bahasa Credit: pexels.com/Khloe
Ilustrasi mengetik di laptop. Bahasa Credit: pexels.com/Khloe

Semua informasi (kutipan) yang diperoleh dari peneliti harus ditulis di bagian daftar pustaka sesuai kaidah yang berlaku. Hal ini sangat berguna bagi pembaca yang ingin mengetahui literatur asli.

Unsur yang ditulis dalam daftar pustaka secara berturut-turut meliputi; (1) nama pengarang ditulis dengan urutan: nama akhir, nama awal, dan nama tengah, tanpa gelar akademik, (2) tahun penerbitan, (3) judul, termasuk subjudul, (4) tempat penerbitan, dan (5) nama penerbit.

Sumber: Adalah

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel