Cara Membuat Paper yang Benar, Ketahui Struktur dan Formatnya

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat paper penting diketahui siswa sekolah dan perguruan tinggi. Paper termasuk bentuk umum dalam penulisan akademis. Cara membuat paper sering ditugaskan oleh guru atau dosen untuk membahas suatu topik.

Cara membuat paper perlu mengikuti struktur dan format yang telah ditentukan. Cara membuat paper pada dasarnya sama seperti membuat karya ilmiah lainnya seperti makalah atau jurnal. Cara membuat paper harus singkat, efektif, dan tersampaikan tujuannya.

Cara membuat paper juga memerlukan analisis, interpretasi, dan argumen berdasarkan penelitian yang mendalam. Menulis paper memerlukan pengetahuan yang kuat tentang topik, terlibat dengan berbagai sumber, dan memberikan kontribusi orisinal terhadap argumen atau pernyataan yang diberikan.

Berikut cara membuat paper, pengertian, struktur, dan formatnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (24/03/2021).

Mengenal paper

Ilustrasi Melihat paper Credit: pexels.com/Sora
Ilustrasi Melihat paper Credit: pexels.com/Sora

Paper adalah bentuk karya ilmiah yang membahas satu topik tertentu. Cara membuat paper harus disusun berdasarkan argumen yang valid dengan data yang mendukung. Paper bisa berupa analisis hasil penelitian baru atau bisa juga berupa ulasan tentang penelitian yang sudah ada.

Dengan paper, diharapkan penulis dapat menganalisis suatu topik dengan cermat, kritis, dan evaluatif. Paper bersifat non research article atau bukan merupakan artikel penelitian. Biasanya penulisan paper disesuaikan dengan sasaran publikasinya.

Beda paper dan makalah

Ilustrasi karya ilmiah (Sumber: Istockphoto)
Ilustrasi karya ilmiah (Sumber: Istockphoto)

Paper berbeda dengan makalah. Jika makalah berisi laporan hasil penelitian atau tugas, paper adalah hasil pembahasan atau analisis dari topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang kuat.

Makalah memiliki bagian kerangka dalam penulisannya. Sementara paper lebih fokus pada pembahasan dan analisa dari masalahnya. Penulisan paper lebih mirip dengen esai. Pembahasan paper jauh lebih singkat dari pada makalah.

Format paper

Ilustrasi Belajar Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Belajar Credit: pexels.com/pixabay

Format paper sebenarnya tidak jauh berbeda dengan penulisan karya ilmiah lainnya. BFormat paper ini digunakan agar cra membuat paper bisa seragam dan lebih sistematis. eberapa organisasi, institusi, lembaga, atau universitas terkadang telah menentukan format papernya sendiri. Namun, secara umum format paper bisa meliputi:

- Format kertas A4 HVS

- Jarak spasi 1,5

- Penggunaan font harus konsisten dari segi jenis dan ukuran. Biasanya menggunakan Times New Roman ukuran 12.

- Sertakan nomor halaman.

- Memakai huruf miring (italic) untuk istilah-istilah asing

- Memakai huruf tebal (bold) untuk kata-kata yang penting

- Menggunakan daftar pustakan dengan rentang 10 tahun terakhir.

Struktur paper

ilustrasi paper/ oleh Julia M Cameron dari Pexels
ilustrasi paper/ oleh Julia M Cameron dari Pexels

Meski tak serumit makalah atau jurnal, paper juga tetap harus memiliki komponen-komponen utama penyusunan. Komponen ini membentuk strukrur yang mempermudah cara membuat paper. Berikut strukrur paper yang perlu dimasukkan:

Judul

Judul paper adalah rerpresentasi dari paper secara keseluruhan. Judul paper dibuat singkat namun bisa mewakili maksud dan tujuannya. Semakin spesifik judul, semakin bagus. Judul yang baik adalah judul yang bisa langsung ditangkap tujuannya oleh pembaca.

Abstrak

Abstrak adalah ringkasan singkat dari paper. Abstrak secara ringkas melaporkan tujuan dan hasil paper sehingga pembaca tahu persis tentang apa isi karya tersebut. Abstrak adalah tulisan yang biasanya terdiri dari sekitar 150-300 kata. Tetapi sering kali terdapat batasan kata yang ketat. Penulisan abstrak biasanya sudah ditentukan oleh universitas atau pihak penerbitan jurnal ilmiah. Abstrak harus dapat dipahami sepenuhnya oleh seseorang yang belum membaca peper secara lengkap atau sumber terkait.

Pendahuluan

Pendahuluan berisi latar belakang topik paper yang akan dibahas. Latar belakang menguraikan alasanmu membahas topik, tujuan, studi literatur, dan solusi yang diberikan. Pendahuluan mendeskripsikan permasalahan pokok yang ada.

Pembahasan

Pembahasan atau isi merupakan bagian paper yang paling inti. Dalam pembahasan, dijabarkan penjelasan terkait objek yang dibahas, metode penelitian yang digunakan, dan implementasinya. Gagasa ini diuraikan berdasarkan landasan teori yang mendukung. Landasan teori bisa didapat dari buku, pendapat ahli. Bagian isi juga menyajikan data-data teori yang mendukung.

Kesimpulan

Kesimpulan atau penutup berisi hasil analisis yang telah didapat. Kesimpulan harus ditulis secara jelas dan singkat. Kesimpulan merupakan intisari dari hasil analisis. Dari kesimpulan, penulis memberi tahu pembaca tentang hasil analisis.

Daftar pustaka

Daftar pustaka adalah daftar referensi dari penulisan paper. Ini menunjukkan bahwa paper ditulis berdasarkan data dan literatur yang valid.

Cara membuat paper yang baik

Ilustrasi Cara membuat paper yang baik (Photo by Annie Spratt on Unsplash)
Ilustrasi Cara membuat paper yang baik (Photo by Annie Spratt on Unsplash)

Pahami tugasnya

Identifikasi tujuan tugas, tenggat waktu, spesifikasi panjang, format, dan metode pengiriman paper. Buat daftar poin-poin penting, lalu kembali dan coret item yang sudah selesai saat kamu menulis. Pertimbangkan dengan cermat jangka waktu dan batas kata. Bersikaplah realistis, dan rencanakan waktu yang cukup untuk meneliti, menulis, dan mengedit.

Tentukan tema

Jika kamu diberi kebebasan menentukan tema, pilihlah yang menarik untuk dibahas. Kamu bisa membaca buku, jurnal, berita, menonton film, atau menghadiri acara tertentu untuk mendapatkan tema yang menarik. Tak jarang, untuk tugas kuliah, dosen biasanya sudah menentukan tema besar untuk nantinya bisa dikembangkan.

Cara membuat paper yang baik

Ilustrasi Mengetik Credit: pexels.com/cottonbro
Ilustrasi Mengetik Credit: pexels.com/cottonbro

Lakukan penelitian pendahuluan

Kamu harus memilii sumber sekunder dan primer yang cukup kredibel sebagai subjek paper. Gunakan berbagai sumber, termasuk jurnal, buku, dan situs web tepercaya. Catat setiap diskusi yang tampaknya penting untuk topik tersebut.

Buat outline

Outline atau garis besar paper berisi daftar topik utama, argumen dan bukti yang ingin disertakan, dibagi menjadi beberapa bagian dengan tajuk sehingga kamu tahu kira-kira seperti apa paper itu sebelum mulai menulis. Outline dapat membantu membuat proses penulisan menjadi lebih efisien.

Cara membuat paper yang baik

Ilustrasi smartphone dan laptop | Oleg Magni dari Pexels
Ilustrasi smartphone dan laptop | Oleg Magni dari Pexels

Tulis pendahuluan

Pendahuluan harus menjawab tiga pertanyaan: Apa, mengapa, dan bagaimana? Setelah menyelesaikan pendahuluan, pembaca harus mengetahui tentang makalah itu, mengapa itu layak dibaca, dan bagaimana kamu akan membangun argumen.

Untuk "apa", bersikaplah spesifik tentang topik makalah, perkenalkan latar belakang, dan tentukan istilah atau konsep kunci. Untuk "Mengapa" cobalah untuk memberikan jawaban singkat atas pertanyaan-pertanyaan berikut: Materi atau wawasan baru apa yang lau tawarkan? Masalah penting apa yang dijelaskan atau dijawab oleh paper? Sementara untuk "Bagaimana," berguna untuk memberi peta dari apa yang akan dibahas, menyajikan secara singkat elemen-elemen kunci dari paper dalam urutan kronologis.

Tulis isi

Paper harus disajikan secara detail dan rinci supaya semua informasi penting dapat tersampaikan dengan baik. Pastikan penulisan isi tetap sesuai dengan outline yang sudah dibuat. Perhatikan paragraf yang sepertinya mencakup hal yang sama. Jika dua paragraf membahas sesuatu yang serupa, mereka harus mendekati topik itu dengan cara yang berbeda.

Tulis kesimpulan

Kesimpulan paper penelitian dirancang untuk membantu pembaca keluar dari argumen paper, memberi mereka rasa finalitas. Telusuri jalannya paper, tekankan bagaimana semuanya bersatu untuk membuktikan pernyataan tesis. Berikan kesan akhir pada paper dengan memastikan pembaca memahami cara menyelesaikan masalah yang diangkat dalam pendahuluan.