Cara Membuat Paper yang Benar, Ketahui Sistematika Penulisannya

·Bacaan 3 menit

Bola.com, Jakarta - Paper adalah bentuk karya ilmiah yang membahas satu topik tertentu. Paper bisa berupa analisis hasil penelitian baru atau bisa juga berupa ulasan tentang penelitian yang sudah ada.

Paper berbeda dengan makalah. Jika makalah berisi laporan hasil penelitian atau tugas, paper adalah hasil pembahasan atau analisis dari topik tertentu dengan dukungan data dan argumen yang kuat.

Melalui paper, diharapkan penulis bisa menganalisis suatu topik dengan cermat, kritis, dan evaluatif. Paper bersifat non research article atau bukan merupakan artikel penelitian.

Biasanya penulisan paper disesuaikan dengan sasaran publikasinya. Saat membuat paper harus disusun berdasarkan argumen yang valid dengan data yang mendukung.

Menulis paper memerlukan pengetahuan yang kuat tentang topik, terlibat dengan berbagai sumber, dan memberikan kontribusi orisinal terhadap argumen atau pernyataan yang diberikan.

Berikut ini rangkuman tentang cara membuat paper yang benar, seperti dilansir dari laman sarjanaekonomi.com, Kamis (22/7/2021).

Sistematika Penulisan Paper

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

Sebelum membahas cara membuat paper, ketahui terlebih dahulu sistematika penulisannya. Berikut ini sistematika penulisan paper:

  • Pendahuluan

Berisi paparan latar belakang masalah, permasalahan, dan motivasi penulisan paper.

  • Pembahasan

Berisikan pembahasan dari permasalahan yang diangkat dalam paper berdasarkan referensi atau daftar pustaka, baik research article, non research article, buku, media cetak, media online, atau sumber referensi lain.

  • Penutup

Berisikan simpulan dari pembahasan yang telah dipaparkan sebelumnya, yang merupakan inti sari dari pembahasan yang telah dilakukan.

  • Daftar Pustaka

Berisikan sumber referensi yang digunakan dalam penulisan paper, baik untuk pendahuluan maupun pembahasan serta penutup. Sumber referensi bisa berupa research article, non research article, buku, media cetak, media online, atau media/sumber referensi lain.

Cara Membuat Paper

Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi mengetik di laptop. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

1.Tentukan Tema Paper

Tema merupakan hal yang penting sebelum menulis paper. Berdasarkan tema inilah tulisan dalam paper akan dapat dikembangkan.

Pilih tema yang menarik untuk dibahas agar para pembaca tertarik membaca paper sampai selesai. Di sisi lain, biasanya dosen sudah memberikan tugas untuk membuat paper sesuai tema yang ditentukan.

2. Membuat Kerangka Penulisan/Outline Paper

Outline atau garis besar paper berisi daftar topik utama, argumen, dan bukti yang ingin disertakan. Kerangka penulisan berisi rangkaian ide-ide pokok pembahasan yang telah disusun sistematis, logis, jelas, terstruktur, dan akurat.

Outline dapat membantu membuat proses penulisan paper menjadi lebih efisien.

Cara Membuat Paper

Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi mengetik di laptop. Credit: unsplash.com/Corrine

3. Tuliskan Pendahuluan

Pendahuluan merupakan bagian penting dalam menulis paper. Pendahuluan harus menjawab tiga pertanyaan: Apa, mengapa, dan bagaimana?

Pendahuluan berisi gambaran besar isi paper yang akan ditulis dalam bentuk seperti sebuah rangkuman yang mencangkup semua bagian dari inti topik.

4. Tentukan Batasan Masalah

Batasan masalah yang akan dibahas di dalam paper harus ditentukan supaya pembahasan tidak panjang dan bertele-tele. Dengan begitu, pembahasan akan lebih fokus pada terhadap tema yang dipilih.

Biasanya batasan masalah ini disajikan dalam bentuk rumusan masalah. Rumusan masalah ini nantinya digunakan untuk dapat menyimpulkan hasil analisis dari paper yang ditulis.

Cara Membuat Paper

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Vlada
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Vlada

5. Lakukan Penelitian atau Analisis

Pada tahap ini perlu mengevaluasi referensi bacaan yang didapat, mencatat, dan mendokumentasikan sesuai dengan gaya kutipan yang ditentukan.

Untuk menghindari plagiarisme yang akan terjadi, kamu bisa mengutip, merangkum serta memparafrase referensi yang diperoleh.

6. Susun Paper

Paper harus dapat disajikan secara detail dan konkret dan terperinci supaya semua informasi dapat menjadi satu dan terbukti kebenarannya dan dapat tersampaikan dengan baik.

Standar penulisan harus diperhatikan supaya paper tersusun rapi dan bagus. Standar penulisan yang digunakan untuk membuat paper, yaitu Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (PUEBI).

Sumber: Sarjanaekonomi

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel