Cara Membuat Resensi Buku yang Baik dan Benar, Lengkap Beserta Contohnya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Resensi adalah kegiatan menilai, membahas, mengkritik atau mengungkapkan kembali isi yang ada di dalam sebuah karya dengan cara memaparkan data-data, sinopsis, dan kritikan terhadap karya tersebut.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), resensi adalah pertimbangan atau pembicaraan tentang buku.

Sedangkan secara etimologi, resensi berasal dari bahasa Belanda resentie dan bahasa Latin recensio, recensere atau revidere, yang memiliki arti mengulas kembali atau melihat kembali.

Sedangkan dalam bahasa Inggris, resensi dikenal dengan istilah review. Secara singkat, resensi adalah bentuk suatu penilaian pada sebuah karya.

Jadi, dalam menulis resensi suatu karya harus terdiri dari kelebihan, kekurangan, dan informasi yang diperoleh dari buku atau karya. Tulisan resensi suatu karya biasanya banyak diterbitkan di media masa, baik surat kabar maupun majalah.

Nah, bagi kamu yang ingin atau akan menyusun resensi buku, penting untuk mengetahui langkah-langkah membuatnya.

Berikut ini rangkuman mengenai cara membuat resensi buku dan contohnya, seperti dilansir dari laman Duniadosen.com, Selasa (6/7/2021).

Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku

Ilustrasi buku. Credit: pexels.com/Alena
Ilustrasi buku. Credit: pexels.com/Alena
  • Kenali Dulu Semua Aspek Buku

Langkah pertama dalam menyusun resensi adalah mengetahui semua aspek yang dimiliki oleh buku tersebut. Aspek tersebut berupa tema buku, deskripsi buku, dan jenis dari buku tersebut.

Penting untuk mengenal aspek buku agar bisa tahu buku seperti apa yang akan diresensi dan bagaimana memulai kalimat dalam membuat resensi.

  • Membaca Buku

Setelah mengetahui semua aspek buku yang akan diresensi, langkah selanjutnya ialah membacanya secara utuh. Jadi, jangan hanya membaca sinopsis pada bagian belakang buku atau hanya pada halaman-halaman awal maupun bab di tengah yang berisi inti atau konflik.

Hal tersebut agar ulasan yang ditulis lebih lengkap dan bisa mendetail. Jika tidak tahu detail isi dalam buku atau alur ceritanya, akan bingung harus menulis apa.

Langkah-Langkah Membuat Resensi Buku

Ilustrasi menulis. Resensi Credit: pexels.com/foto
Ilustrasi menulis. Resensi Credit: pexels.com/foto
  • Tandai Bagian yang Penting

Selama proses membaca buku maka penting juga untuk menandai semua bagian mana saja yang dirasa penting. Terutama bagian buku yang cocok atau tepat untuk dimasukkan resensi.

Bagian penting ini perlu ditandai agar tidak terlewat untuk dicantumkan dalam resensi.

  • Membuat Sinopsis

Setelah dibaca dan diketahui bagian mana saja dari suatu buku yang sifatnya penting dan bisa dimasukkan ke resensi. Maka langkah berikutnya adalah membuat sinopsis sendiri sesuai apa yang sudah dibaca.

Jadi, jangan membuat sinopsis sesuai apa yang biasanya ada pada bagian belakang buku. Susunan sinopsis ini kemudian dikembangkan agar semua aspek dalam buku bisa diulas secara detail, namun tetap singkat.

  • Beri Penilaian Buku

Langkah akhir dalam membuat resensi suatu buku adalah memberi penilaian. Penilaian ini tentu saja mencantumkan beberapa kelebihan dan kelemahan buku tersebut sehingga pembaca lain bisa mengetahui seberapa bagus kualitas buku yang diresensi tadi.

Sedangkan bagi penulis yang karya tulisnya dibuat resensi bisa lebih membangun kualitas diri. Berkat semua masukan di dalamnya, baik itu saran maupun kritik dari penulis resensi tersebut.

Contoh Resensi Buku

Ilustrasi buku. Credit:unsplash.com/xono
Ilustrasi buku. Credit:unsplash.com/xono

Contoh Resensi Buku

  • Identitas Buku

Judul Buku: Koala Kumal

Penulis: Raditya Dika

Tebal Buku: 250 halaman

Penerbit: Gagas Media

Tahun Terbit: 2015

  • Ringkasan Koala Kumal

Pada 2015, Raditya Dika merilis buku barunya yang berjudul 'Koala Kumal'. Buku yang berkisah tentang manis pahitnya sebuah cinta. Seperti karya-karya sebelumnya, Dika mengemas dengan konsep drama cinta komedi.

Dalam bukunya, Raditya Dika mengutarakan tentang patah hati. Ada seseorang yang dahulu satu sama lain saling mengasihi rasa nyaman, namun di kala bertemu kembali, rasa itu telah pudar.

Dika menggambarkan hal itu dengan kisah seekor koala yang berimigrasi dari tempat tinggalnya di hutan. Namun, saat seekor koala kembali ia kebingungan karena hutan yang pernah menjadi tempat tinggalnya dahulu telah gundul akibat ulah manusia tidak bertanggung jawab.

Dari penggambaran imajinasi itu Dika memberikan judul buku barunya 'Koala Kumal;. Jika sebelum-sebelumnya Dika selalu menuangkan komedi kasar dalam setiap karyanya, di buku Koala Kumal ini ia justru menuangkan komedi memakai hati.

Dika memiliki prinsip bahwa lucu itu tidak harus menggunakan komedi kasar, komedi pakai hati juga bisa untuk membuat kelucuan. Koala Kumal menjelaskan bahwa patah hati merupakan suatu proses menuju taraf kedewasaan.

Dalam patah hati janganlah kamu untuk mudah putus asa mengejar cinta. Meraih suatu harapan itu butuh perjuangan. So, dalam perjuangan cinta kamu harus bisa mempertahankan kenyamanan.

  • Kelebihan Buku

Menuangkan kisah cinta yang sangat cocok untuk dibaca para remaja. Konsep temanya berbeda dengan buku-buku sebelumnya yang memang selalu sama. Menggunakan gaya bahasa yang mudah dipahami secara universal. Tata tulisan jauh lebih baik dibanding karya tulis perdananya 'Kambing Jantan'.

  • Kekurangan Buku

Secara menyeluruh kekurangan hanya pada tebal bukunya saja yang lebih tipis dari karya tulis lainnya.

Sumber: Duniadosen

Dapatkan artikel cara dari berbagai tema lain dengan mengeklik tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel