Cara Membuat Serial Pendek Berdurasi 60 Detik supaya Tetap Berkesan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bertajuk "SnackSeries," SnackVideo, sebuah platform berbagi video pendek, menghadirkan serial pendek vertikal berdurasi 60 detik yang bisa diakses secara gratis. Selain berkolaborasi dengan Studio Antelope, pihaknya juga mengajak lebih banyak kreator konten untuk berkarya dalam format tersebut.

Karena itu, founder, sekaligus Chief Content Officer Studio Antelope, Florence Giovani merangkum beberapa cara untuk membuat serial pendek berdurasi satu menit. "Karena punya limitasi durasi, cerita atau pesan harus sudah ter-capture sejak awal," katanya dalam virtual media gathering, Kamis, 23 Desember 2021.

Ia menyambung, "Karena ini serial, masing-masing judul ada 10 episode, jadi harus diperhatikan juga bagaimana mendesain clip hanger di akhir episode. Dengan begitu, penonton jadi menunggu-nunggu episode selanjutnya."

Ia kembali menegaskan bahwa kekuatan terbesarnya ada pada cerita itu sendiri. "(Ceritanya) bisa terinspirasi dar sekitar kita," kata Florence. Sementara secara teknis, ia menilai kreator konten bisa membuat film menggunakan apa pun, bahkan ponsel.

"Mobile phone sekarang sudah canggih. Mobile film making sudah mudah banget. Sudah banyak informasi juga yang bisa didapat secara digital," ucapnya.

Yang tidak kalah penting, menurut Florence, adalah konsistensi dalam berkarya. "Apalagi saat mempublikasi karya di SnackVideo, audiens bisa lihat langsung. Mereka akan kasih review secara jujur, suka atau enggak suka, dan itu feedback yang penting," tuturnya.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Catatan Penayangan SnackSeries

Ilustrasi menonton serial pendek melalui smartphone. (Sumber Foto: Pexels)
Ilustrasi menonton serial pendek melalui smartphone. (Sumber Foto: Pexels)

Sejak diluncurkan pada 3 Desember 2021, video-video SnackSeries sudah ditonton lebih dari 50 juta kali dari total dua serial yang diluncurkan dalam batch pertama. Saat ini, serial yang sudah ditayangkan bergenre drama.

"Nantinya akan ada (serial bergenre) komedi, thriller, horor, dan masih banyak lagi. Secara genre, serial pendek ini nantinya akan banyak banget," ucap Florence Giovani.

Head of Operations SnackVideo, Yugo Prabowo, menyambung setiap episode SnackSeries setidaknya ditonton satu juta kali. Artinya, ia mengatakan, para pengguna engage dan memperlihatkan ketertarikan pada format film vertikal.

"Like-nya sampai 100 ribu lebih. Sampai sekarang, total likes ada 1,7 juta dengan hashtag #SnackSeries. Kolom komentar setiap episodenya juga pada nanya, 'Kapan lagi? Kapan lagi?'" ia mengatakan.

Tren Serial Pendek

ilustrasi menonton serial pendek melalui smartphone | unsplash.com/@paul_
ilustrasi menonton serial pendek melalui smartphone | unsplash.com/@paul_

Mendorong tren menonton serial pendek berformat vertikal, Yugo menyebut, pihaknya akan menjadikan jenis konten ini sebagai "sesuatu yang regular." "Karena ada respons sangat positif, khususnya untuk menonton video hiburan melalui mobile phone," katanya.

Kendati serial berkonsep vertikal ini berdurasi pendek, Yugo mengklaim, dalam hal eksekusi dan cerita, tontonan tersebut "tidak kalah bagusnya dengan serial di platfrom berbayar."

"Karena itu kami ingin invite lebih banyak sineas muda, kreator, dan pembuat film. Kami membuka opportunity yang sama ke semua orang. Siap bantu promosi dan kerja sama," katanya.

Melalui program ini, pihaknya juga bermaksud memberikan opsi lain yang baru, berbeda, dan belum pernah dilakukan para kreator. "Karena ada platform ini, mereka enggak harus nunggu lama untuk mempublikasi karya, selain juga bisa langsung mendapatkan feedback dari penonton," Yugo mengatakan.

Infografis Film Bertema Masa Depan Bumi

Infografis film dengan tema kehancuran bumi di masa depan (Triyasni/Liputan6.com)
Infografis film dengan tema kehancuran bumi di masa depan (Triyasni/Liputan6.com)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel