Cara Memilih Baju Olahraga Wanita Agar Nyaman dan Tak Risih Dipakai

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Baju atau pakaian bukan hanya tetang gaya,atau model. Baju yang sesuai kebutuhan juga sangat penting untuk menunjang aktivitas sehari-hari.

Untuk berolahraga misalnya, sangat tidak mungkin mengenakan gaun. Menurut instruktur pilates Imey Liem, pakaian atau busana memang merupakan salah satu hal vital yang sangat memengaruhi efektivitas dan kenyamanan bergerak saat berolahraga.

Sehingga penting untuk memilih baju olahraga, terutama bagi wanita, agar selalu merasa nyaman dan tidak membuat risih saat digunakan. Sebagai instruktur pilates dan barre di Jakarta, Imey mengatakan, untuk wanita yang aktif berolahraga perlu memilih baju olahraga yang tidak menampilkan lekuk tubuh saat berkeringat.

"Jadi ada bagian tertentu saat berkeringat semuanya serba stretch, berkerut atau berlipat, yang menampilkan guratan. Itu sering membuat para wanita bawaannya mau pulang segera ganti baju," terang Imey dalam peluncuran virtual Kin+Ally, beberapa waktu lalu.

Padahal, Imey, merasa mayoritas wanita ingin baju olahraga yang bisa digunakan sekaligus untuk pertemuan seperti bertemu dengan teman, makan bersama atau minum kopi setelah berolahraga.

"Apalagi buat instruktur kayak aku, bisa pakai satu busana sekaligus untuk mengajar kelas berikutnya, jadi gak boros dan gak repot mesti bawa banyak baju," ungkap Imey.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Menyerap Keringat

Tujuan Kin and Ally Luncurkan Pakaian Olahraga Ramah Lingkungan dengan Beragam Ukuran. (Liputan6.com/Henry)
Tujuan Kin and Ally Luncurkan Pakaian Olahraga Ramah Lingkungan dengan Beragam Ukuran. (Liputan6.com/Henry)

Selain itu, penting juga memilih baju olahraga yang mudah kering dan mudah menyerap keringat. Dengan begitu tidak menyebabkan masalah kulit karena terlalu banyak keringat yang terperangkap.

Ditambah potongan cutting legging atau sport bra tidak menganggu, sehingga saat bergerak busana tetap tidak ikut bergerak. Imey menambahkan, banyak ditemukan busana olahraga yang kerap mudah turun-naik, membuat mood olahraga justru jadi terganggu.

"Busana olahraga sangat penting buat aku, yang penting good quality, cepat kering, karena aku orangnya aktif banget. Pemilihan busana olahraga bisa mempengaruhi mood aku," sambung Imey.

Bahan Ramah Lingkungan

Tujuan Kin and Ally Luncurkan Pakaian Olahraga Ramah Lingkungan dengan Beragam Ukuran. (Liputan6.com/Henry)
Tujuan Kin and Ally Luncurkan Pakaian Olahraga Ramah Lingkungan dengan Beragam Ukuran. (Liputan6.com/Henry)

Belakangan ini semakin banyak produk fesyen dibuat dari bahan-bahan yang lebih ramah lingkungan. Salah satunya di Indonesia adalah Kin And Ally (Kin + Ally).

Mereka merupakan brand fashion yang fokus menciptakan pakaian olahraga yang juga bisa digunakan untuk aktivitas sehari-hari, dengan kualitas premium dan nyaman dipakai. Mereka tak hanya mengedepankan fesyen, tapi juga kenyamanan, dan disatukan dengan komitmen dengan rasa perduli yang tinggi akan lingkungan.

Produk Kin And Ally yang berupa bra dan legging ini terbuat dari limbah plastik yang diklaim diproses dengan sangat baik sehingga aman serta nyaman untuk digunakan. Menjurut founder Kin And Ally, Natasha Elaine, mereka bekerja sama dengan pabrik di Taiwan untuk mendaur ulang botol plastik bekas menjadi kain. Pabrik tersebut sudah tersertifikasi dan terjamin memproduksi kain yang aman digunakan.

Selain mendukung aksi ramah lingkungan, produk Kin And Ally juga mendukung para wanita Indonesia yang memiliki bentuk badan yang berbeda-beda. Karena itu nereka menyediakan bra dan legging dengan ukuran mulai dari XS hingga XL.

Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19

Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis Olahraga Benteng Kedua Cegah Covid-19. (Liputan6.com/Abdillah)
Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel