Cara Menanam Tomat yang Mudah di Rumah, Bisa di Tanah dan di Pot atau Polybag

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara menanam tomat di rumah perlu untuk diketahui agar sayuran ini bisa tumbuh dengan subur dan lebat. Buah yang memiliki rasa asam dan manis ini bisa berbuah dengan lebat bila ditanam dan dirawat dengan baik.

Tomat dikenal luas karena kandungan antioksidannya yang luar biasa. Secara keseluruhan tomat memberikan banyak manfaat bagi tubuh. Melihat banyaknya manfaat dari buah berwarna kemerahan ini, tak ada salahnya jika ingin menanamnya sendiri di rumah.

Belum lagi, tomat memiliki banyak manfaat yang bisa kamu gunakan sebagai pelengkap makanan seperti membuat sambal, salad, sebagai pelengkap roti lapis serta jus dan sup. Namun untuk membuat tomat tumbuh subur dan cepat berbuah, tanaman ini harus dirawat bahkan sejak awal pembibitan.

Untuk itu, perlu mengetahui dengan benar cara menanam tomat di halaman rumah dengan langsung di tanah yang luas aataupun pot dan polybag. Berikut ini ada beberapa cara menanam tomat dengan benar yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (20/7/2021).

Cara Menanam Tomat di Tanah yang Luas

Cara Menanam Tomat (sumber: Pixabay)
Cara Menanam Tomat (sumber: Pixabay)

Begini cara menanam tomat yang benar di tanah yang luas agar dapat tumbuh subur dan berbuah lebat, yaitu :

1. Sebar Bibit dan Beri Jarak

Cara menanam tomat di lahan yang luas adalah sebar bibit dan beri jarak. Jika kamu memulai tomat dari biji, beri jarak pada bibit untuk bertumbuh. Letakkan 3-5 benih tomat di dalam tray semai yang sudah kamu beri tanah, ingat untuk tidak memendam benih terlalu dalam. Setelah tumbuh, pilih bibit yang paling baik dan singkirkan serta potong bibit yang tidak sempurna. Cukup pelihara dan rawat bibit yang baik untuk meminimalisir tanaman tomat rentan terkena penyakit. Jika tanaman sudah menunjukkan dua daun sejati, pindahkan tanaman ke media yang kamu miliki yaitu halaman rumah yang luas. Saat memindahkan, usahakan akar tanaman tidak terpotong.

2. Beri Banyak Cahaya

Cara menanam tomat di lahan yang luas adalah beri banyak cahaya. Bibit tomat membutuhkan cahaya langsung yang kuat. Jika kamu tak bisa memberikan tanaman cahaya matahari langsung, kamu bisa menggunakan beberapa jenis pencahayaan tanaman buatan selama 14 hingga 18 jam setiap hari.

3. Pastikan Tumbuhan Tomat Tersebut Sering Terkena Angin

Cara menanam tomat di lahan yang luas adalah pastikan terkena angin. Tanaman tomat perlu bergerak dan bergoyang tertiup angin untuk mengembangkan batang yang kuat. Itu terjadi secara alami di luar ruangan.

4. Panaskan Dulu Media Tanahnya

Cara menanam tomat di lahan yang luas adalah panaskan dulu media tanahnya. Tomat menyukai panas. Tomat tidak akan benar-benar mulai tumbuh sampai suhu tanah dan udara tetap hangat. Kamu dapat mempercepat proses penanaman dengan menutupi area penanaman dengan plastik hitam atau merah beberapa minggu sebelum kamu berencana untuk menanam atau memindahkan bibit tomat.

5. Kubur Batangnya

Cara menanam tomat di lahan yang luas adalah kubur batangnya. Tanam tanaman tomat lebih dalam sampai ke beberapa daun teratas. Jika ditanam dengan cara ini, tomat mampu menumbuhkan akar di sepanjang batangnya. Dan lebih banyak akar menghasilkan tanaman yang lebih kuat. Kamu bisa menggali lubang yang dalam atau hanya menggali parit dangkal dan meletakkan tanaman dengan posisi miring. Nantinya, tanaman akan dengan cepat menegakkan dirinya sendiri dan tumbuh ke arah matahari.

6. Mulsa atau Tutupi Tanah

Jika kamu menanamnya di halaman atau di tanah, biarkan tanah tertutupi mulsa hingga menghangat. Mulsa akan menghemat air dan mencegah penyakit yang ditularkan melalui tanah dan tanah dari percikan ke tanaman. Setelah suhu tetap hangat, baik siang maupun malam hari, kamu bisa menambahkan lapisan mulsa untuk mempertahankan kelembaban.

7. Potong Daun Bagian Bawah

Setelah tanaman tomat mencapai tinggi sekitar 1 meter, buang daun dari kaki bagian bawah batang. Ini adalah daun tertua, dan biasanya akan menjadi daun pertama yang mengalami masalah jamur. Terlebih, saat tanaman berfotosintesis, daun bagian bawah mendapatkan sinar matahari dan aliran udara paling sedikit. Karena daun-daun ini berada dekat dengan tanah, patogen yang terbawa tanah dapat dengan mudah terciprat ke atasnya. Dengan menyingkirkan daun ini, kamu sudah mencegah penyakit jamur menyebar. Pencegahan lain yang bisa kamu lakukan adalah dengan memberikan daun teh bekas seduh setiap minggu.

8. Menjepit dan Memangkas

Jepit dan buang daun yang ada di sendi diantara dari dua cabang tanaman. Bagian ini tidak akan menghasilkan buah dan akan mengambil energi dari sisa tanaman. Selain itu, kamu juga bisa memangkas beberapa daun agar matahari dapat mencapai buah yang matang. Namun risikonya, daun adalah tempat tanaman berfotosintesis dan menciptakan gula yang memberi rasa pada tomat. Lebih sedikit daun berarti lebih sedikit tomat manis.

9. Siram Secara Teratur

Siram dengan dalam dan teratur saat buah sedang berkembang. Penyiraman yang tidak teratur akan menyebabkan pembusukan ujung bunga (kekurangan kalsium) dan pecah-pecah.

Aturan praktisnya adalah memastikan bahwa tanaman mendapatkan setidaknya 2-3cm air per minggu, tetapi selama musim panas dan kering, tanaman mungkin membutuhkan air lebih banyak. Untuk itu rajinlah melakukan pengecekan pada tanaman, sirami tomat jia sudah mulai layu. Setelah buah mulai matang, kamu bisa mengurangi penyiraman. Mengurangi air akan membuat tanaman agar fokus menghasilkan gula, untuk menghasilkan rasa yang lebih enak. Karenanya, gunakan naluri menanammu untuk memperkirakan kapan tanaman harus disiram. Namun, jangan menahan air terlalu banyak sehingga tanaman terus-menerus layu dan menjadi stres atau tomat akan menggugurkan bunga dan mungkin buahnya.

Cara Menanam Tomat di Pot atau Polybag

Ilustrasi menanam tomat (sumber: Pixabay)
Ilustrasi menanam tomat (sumber: Pixabay)

1. Alat dan Bahan yang Perlu Disiapkan

Sebelum mengetahui cara menanam tomat di pot, terlebih dahulu menyiapkan lat dan bahan yang akan digunakan. Berikut alat dan bahan yang perlu disiapkan di bawah ini:

a. Pot

Jika kamu tidak memiliki pot kamu bisa memanfaatkan kaleng bekas, ember plastik atau polybag. Pastikan pot yang akan anda pakai tersebut memiliki beberapa lubang di bagian bawahnya untuk mempermudah aliran air. Letakkan kerikil halus atau pasir hingga seperempat dari dari kedalaman pot tersebut. Dengan begitu, air akan cepat keluar dari bagian bawah tanah nantinya

b. Tanah Subur

Berupa tanah, pupuk kandang atau kompos dengan perbandingan 1:1.

c. Bibit Tomat

2. Cara Menanam Tomat di Pot atau Polybag

Berikut cara menanam tomat di pot atau polybag yang dapat kamu coba di rumah, yaitu:

a. Memilih Bibit Tomat

Memilih bibit buah tomat adalah langkah yang paling penting dalam menanam tomat. Pilihlah bibit tomat yang baik yang terbebas dari hama. Kamu bisa memilih buah tomat yang benar-benar matang ditandai dengan warna yang merah dan kulit yang tipis. Selain itu biji tomat juga tampak besar dan jika direndam tidak terapung. Tetapi jika kamu masih ragu, alangkah lebih baiknya kamu membeli bibit unggulan pada petani atau datang saja kios pertanian. Tentu bibit dari petani atau kios pertanian memiliki kemungkinan bibitnya lebih berkualitas.

b. Penyemaian

Cara menanam tomat yang selenajutnya, setelah memilih biji tomat adalah penyemaian. Biji tomat disemai terlebih dahulu di dalam kotak pesemaian. Media persemaian berupa campuran tanah dan pupuk kandang dengan perbandingan 1:1. Benih ditanamkan kedalam kotak pesemaian dan diletakkan di tempat yang teduh sehingga curahan hujan tidak merusak benih yang masih lemah. Bibit lalu dipindahkan ke dalam polybag kecil setelah bibit mempunyai 5 helai daun. Bibit yang telah berumur ± 1 bulan dapat dipindah ke dalam pot/polybag.

c. Penanaman Tomat

Setelah berumur 20 hari , pindahkan benih tomat pada lahan yang telah disiapkan. Jangan lupa untuk menggemburkan tanah lahan dan memberikan pupuk. Berhati-hatilah saat melepaskan benih dari polybag agar akar tidak rusak. Kamu bisa juga menggunakan ember bekas yang sudah dibersihkan. Campuran dari tanah, pasir dan kompos dengan perbandingan 1:1:1. Selama masa penanaman, rajinlah memberi pupuk. Gunakan pupuk kompos sehingga tomat menjadi lebih organik.

d. Perawatan Tomat

Jangan lupa untuk menyirami tanaman tomat setiap hari. Seringlah melihat apakah ada tanaman lain yang tumbuh yang akan mengganggu pertumbuhan tomat. Jika ada cabut secara rutin agar tomat bisa tumbuh dengan baik. Selain itu, jangan lupa untuk menancapkan bambu di samping tanaman sebagai media tomat untuk merambat.

e. Panen

Setelah 60 hari hingga 90 hari sejak masa tanam, tanaman tomnat biasanya sudah bisa dapat dipanen. Kamu pun bisa melakukan panen, memetik tomat dari halaman rumah kamu. Setelah itu, kamu pun bisa mengonsumsi tomat yang kaya akan vitamin.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel