Cara Mencangkok Tanaman dengan Praktis, Ketahui Kelebihan dan Kelemahannya

·Bacaan 6 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara mencangkok merupakan salah satu teknik pengembangbiakan tanaman secara vegetatif. Tanaman yang bisa dikembangkan dengan cara mencangkok adalah tanaman dengan batang berkambium, seperti kelengkeng, mangga, belimbing, dan masih banyak lagi.

Cara mencangkok bisa dipraktikkan sendiri untuk memperbanyak bibit tanaman. Ada beberapa teknik dalam cara mencangkok. Semuanya dibulai dengan menumbuhkan akar di sepanjang batang, dan kemudian memotong bagian atas batang yang telah berakar dari tanaman pangkal. Cara mencangkok bisa menghasilkan tanaman berkualitas tinggi, sama seperti induknya.

Cara mencangkok diketahui memiliki kelebihan dan kelemahannya sendiri. Berikut cara mencangkok, serta kelebihan dan kelamahan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Jumat(30/4/2021).

Mengenal teknik cangkok

Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)
Ilustrasi menanam pohon. (dok. Unsplash.com/Kasturi Laxmi Mohit/@kasturi09)

Mencangkok merupakan salah satu cara pembiakan vegetatif buatan yang bertujuan untuk mendapatkan tanaman yang memiliki sifat yang sama dengan induknya. Pencangkokan dilakukan dengan menyayat dan mengupas kulit sekeliling batang. Penyayatan dilakukan sedemikian rupa sehingga lapisan kambiumnya dapat dihilangkan.

Setelah luka yang dibuat cukup kering, media tanam diberikan sebagai perlakuan agar bahan cangkokan cepat berakar. Media tumbuh yang digunakan terdiri dari tanah dan kompos dan dibalut dengan sabut kelapa atau plastik. Bila batang diatas sayatan telah menghasilkan sistem perakaran yang bagus, batang dapat segera dipotong dan ditanam di tanah.

Cara Mencangkok Tanaman Secara Konvensional

Pohon Mangga / Sumber: Pixabay
Pohon Mangga / Sumber: Pixabay

Dikutip dari Merdeka, ada dua cara mencangkok yang biasa dilakukan. Berikut ini adalah cara mencangkok tanaman dengan cara konvensional atau cara mencangkok tanaman yang paling banyak dan biasa dilakukan oleh petani:

1. Pertama, pilih cabang yang sudah sehat dan kuat atau sudah berkayu.

2. Ukuran diameternya sekitar 0,5-2 cm, tidak lebih kecil dari ukuran pensil. Sebaiknya warna kulit cabang coklat muda atau hijau kecoklatan tergantung jenis tanaman buah-buahannya.

3. Cabang kemudian disayat dengan pisau secara melingkar dan dibuat memanjang ke bawah sepanjang 3-5 cm atau dua kali diameter cabang.

4. Kemudian, kulitnya dikelupas sehingga bagian kambium yang seperti lendir tampak jelas. Kambium ini dihilangkan dengan cara dikerik dengan mata pisau sehingga bersih atau kering.

5. Setelah dikerik pada keratan bagian atas diolesi ataupun tanpa diolesi dengan hormon tumbuh. Contoh hormon tumbuh adalah Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.

6. Siapkan lembaran plastik atau sabut kelapa melingkar menyelubungi batang di bagian bawah keratan (1-2 cm). Ikat dengan tali plastik atau rafia.

7. Selanjutnya, bekas sayatan ditutup dengan media cangkok, media diatur penempatannya agar rata menutupi luka keratan sampai melewati luka keratan bagian atas (1-2 cm).

8. Cangkokan dirawat dengan cara disiram secara rutin agar tidak kering.

9. Biasanya setelah 2-3 bulan pada cangkokan yang berhasil akan tumbuh akar.

10. Pada cangkok akar keluar karena aliran zat makanan (karbohidrat) dan auksin (hormon tumbuh yang mendorong keluarnya akar) mengalir ke bawah melalui kulit kayu (phloem) dan tertahan di bagian keratan sebelah atas, sehingga pada keratan bagian atas ini penimbunan karbohidrat dan hormon jadi meningkat dan berbentuk kalus yang berubah menjadi akar tanaman.

11. Apabila akar sudah memenuhi media, hasil cangkokan dianggap berhasil. Daun pada cabang terlihat segar. Cangkokan sudah bisa dipotong atau disapih dari induknya. Pemotongan cangkokan yang sudah tumbuh ini dilakukan dengan menggunakan gunting stek atau gergaji di bawah ikatan cangkok.

12. Setelah dipotong dari induknya sebagian daun dikurangi untuk menghindari penguapan yang berlebihan. Potong 1/2-1/3 helai daun dari seluruh daun yang ada dengan gunting stek. Plastik pembungkus media dilepaskan. Setelah itu cangkok disemaikan dalam polybag.

13. Setelah cukup besar cangkokan bisa dipindah ke kebun.

Cara Mencangkok Tanaman dengan Media Kantong Plastik

Ilustrasi Cangkok Tanaman. (Gambar oleh Helger11 dari Pixabay)
Ilustrasi Cangkok Tanaman. (Gambar oleh Helger11 dari Pixabay)

Teknik ini hampir sama dengan cara mencangkok tanaman konvensional. Bedanya adalah media cangkok yang gunakan, yaitu cocopit (serbuk sabut kelapa) yang banyak tersedia di toko pertanian atau sabut kelapa yang sudah lebih dulu dimasukkan ke dalam kantong plastik. Berikut cara mencangkok dengan media kantong plastik:

1. Sabut kelapa dikupas atau dipisahkan dengan bagian kulit luarnya yang keras. Yang digunakan hanya sabut kelapa tanpa kulitnya.

2. Sabut kelapa direndam dalam air, paling lama 1 minggu agar melunak sehingga mudah dipisah-pisahkan dan hilang kandungan zatnya. Karena zat tersebut dapat menghambat pembentukan akar tanaman.

3. Sabut kelapa dijemur dan dipisahkan serat-seratnya, maka sabut kelapa tersebut sudah siap digunakan, atau sabut kelapa kita potong-potong lebih kecil.

4. Media, serbuk/potongan sabut kelapa ditaruh di wadah.

5. Tambahkan hormon pertumbuhan atau vitamin, contoh Liquinox Start Vitamin B-1 yang banyak dijual di toko pertanian dengan dosis 2 cc untuk 1 liter air.

6. Media tadi dimasukkan ke dalam kantong plastik ukuran ¼ kg untuk diameter batang yang kecil dan ½ kg untuk diameter batang yang lebih besar (ukuran kantong plastik disesuiakan dengan diameter batang yang akan dicangkok).

7. Isikan media dan padatkan sampai ¾ plastik, kemudian tarik ujung kantong plastik dan ditalikan. Dari 2 kg media akan dihasilkan 15-20 media dalam kantong plastik. Media dalam kantong plastik tersebut tahan sampai dengan 1 bulan.

8. Cara penggunaan media tersebut tinggal menyobek/mengiris memanjang satu sisi kantong plastik. Sisi sobekan tadi dimasukkan dari bagian bawah luka bila posisi batang melintang atau datar. Pada posisi batang tegak bebas dimasukkan, kemudian diselubungkan secara merata ke keratan batang tanaman.

9. Selanjutnya diikat, agar media pada posisi yang benar.

Hal yang perlu diperhatikan ketika mencangkok

Ilustrasi perlatan berkebun. (dok. ecowarriorprincess/Unsplash.com)
Ilustrasi perlatan berkebun. (dok. ecowarriorprincess/Unsplash.com)

- Untuk tanaman buah, syarat yang harus dipenuhi agar tanaman ini bisa dicangkok adalah ketika pohon telah berusia setidaknya dua tahun dan memiliki banyak percabangan. Akan tetapi, mencangkok tanaman buah sebaiknya menunggu dahulu agar pohon induk berbuah terlebih dahulu. Semakin tua semakin baik (asal masih dalam masa produktif).

- Untuk cara mencangkok tanaman buah, pilihlah tanaman yang selalu menghasilkan buah banyak dan berkualitas bagus (misalnya buah tersebut berukuran besar, jarang busuk, rasa buahnya enak, jarang diserang hama, dsb).

- Pencangkokan sebaiknya dilakukan pada musim hujan, sehingga akan membantu dalam menjaga kelembaban media sampai berakar.

- Pengambilan cangkok dilakukan setelah cangkok berumur 2-3 bulan. Pemotongan cangkok menggunakan gergaji kemudian diturunkan secara hati-hati. Cangkok yang terlalu panjang dipotong sebagian dan daunnya dikurangi untuk mencegah terjadinya penguapan yang terlalu besar.

- Cangkok yang telah dipisahkan dari pohon induknya segera ditanam (aklimatisasi) pada media campuran tanah dengan kompos/pupuk kandang (3:1). Kegiatan ini dilakukan di persemaian yang diberi naungan dengan intensitas cahaya lebih dari 50%. Pemeliharaan cangkok di persemaian dilakukan sampai bibit siap ditanam di lapangan. Biasanya setelah 3 bulan cangkok telah memiliki perakaran yanag kompak dan siap dipindahkan ke lapangan.

- Pembuatan cangkok pada satu pohon tidak bisa dilakukan dalam jumlah banyak, karena akan mengganggu atau merusak pohon tersebut.

Kelebihan dan kelemahan

Ilustrasi Berkebun Credit: freepik.com
Ilustrasi Berkebun Credit: freepik.com

Kelebihan sistem cangkok:

- Pohon dari bibit cangkokan lebih cepat berbuah.

- Dapat mewarisi sifat baik dari tanaman induk karena induknya dapat dipilih yang memiliki sifat baik.

- Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan.

Kelemahan sistem cangkok:

- Perakaran pohon cangkokan kurang kuat dan dangkal.

- Bentuk pohon induk menjadi rusak.

- Tidak dapat menyediakan bibit yang relatif banyak dalam waktu yang cepat.

- Jika sering dilakukan pencangkokan terhadap pohon induk maka produksi buah pohon induk menjadi terganggu.

- Pada musim kemarau panjang, tanaman tidak tahan kering.

- Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.