Cara Mencegah dan Mengobati Kanker Serviks

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Kanker serviks merupakan salah satu penyakit penyebab kematian tertinggi bagi perempuan Indonesia. Kanker serviks ialah kanker yang menyerang sel-sel di leher rahim.

Menurut Observasi Kanker Dunia (Globcan) di Indonesia terdapat 36.633 kasus baru dan 21.003 kematian akibat kanker serviks pada 2020. Temuan ini menunjukkan, terdapat 50 kasus kanker serviks terdeteksi setiap hari dengan lebih dari dua kematian setiap jam.

Kanker serviks dapat dipicu sejumlah faktor, di antaranya human papillomavirus (HPV) dan infeksi menular seksual.

Ciri-ciri kanker serviks stadium awal memang sulit dikenali. Kanker serviks stadium awal sering kali tidak menimbulkan keluhan atau ciri-ciri apa pun. Bila muncul, ciri-cirinya tidak khas dan bisa menyerupai ciri-ciri penyakit lain.

Kanker serviks sering kali terlambat ditangani karena ciri-ciri yang tidak disadari. Padahal, bila kanker serviks stadium awal dapat terdeteksi sejak dini dan segera diobati, peluangnya untuk sembuh akan lebih besar.

Pencegahan Kanker Serviks

Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan telah melakukan kampanye pencegahan kanker serviks sejak beberapa tahun lalu. Pencegahan bisa dilakukan dengan dua cara. Pertama, deteksi dini kanker leher rahim dengan metode IVA (Inspeksi Visual Asam Asetat). Kedua, memberikan imunisasi (Human Papilloma Virus).

Dikutip dari situs resmi Kementerian Kesehatan RI, Kamis (21/4), hasil penelitian menunjukkan setelah mendapat imunisasi HPV, penerima vaksin masih terproteksi 100% terhadap HPV tipe 16 dan 18 sehingga tidak diperlukan imunisasi ulang (booster).

Imunisasi HPV merupakan pencegahan primer kanker serviks. Tingkat keberhasilannya dapat mencapai 100% jika diberikan sebanyak 2 kali pada populasi anak perempuan umur 9-13 tahun yang merupakan usia sekolah dasar.

Saat ini, imunisasi HPV sudah diberikan kepada siswi kelas 5 (dosis pertama) dan 6 (dosis kedua) SD/MI dan sederajat baik negeri maupun swasta melalui program Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS). Pelaksanaan imunisasi HPV melalui BIAS sudah mendapatkan rekomendasi dari Komite Penasihat Ahli Imunisasi Nasional (Indonesian Technical Advisory Group on Immunization).

Pengobatan Kanker Serviks

Menurut Kementerian Kesehatan, pengobatan kanker serviks bisa dilakukan di rumah sakit kabupaten/kota secara berjenjang untuk rujukan kasus kanker.

Dikutip dari pelbagai sumber, kini sudah ada sejumlah pengobatan kanker serviks, di antaranya operasi, terapi radiasi, kemoterapi, terapi yang ditargetkan, dan imunoterapi. Pada stadium awal, kanker serviks biasanya ditangani dengan operasi. Namun, ketika kanker serviks sudah memasuki stadium lanjut, pengobatan bisa menggunakan terapi radiasi yang digabungkan dengan kemoterapi.

Sementara terapi yang ditargetkan biasanya dikombinasikan dengan kemoterapi untuk mengobati kanker serviks stadium lanjut. Imunoterapi atau disebut terapi biologis umumnya menggunakan obat-obatan untuk meningkatkan pertahanan alami tubuh guna mengenali dan menghancurkan sel kanker secara lebih efektif. [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel