Cara Mencuci Pakaian Pasien COVID-19 di Rumah

·Bacaan 1 menit

Bola.com, Jakarta - Pandemi COVID-19 masih belum berakhir. Beberapa pasien COVID-19 ada yang menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Lantaran melakukan isolasi mandiri, pihak keluarga perlu mengetahui cara-cara merawat pasien COVID-19, seperti bagaimana cara mencuci pakaiannya.

Melansir akun Twitter resmi WHO Indonesia, Jumat (30/7/2021), ada beberapa petunjuk mencuci pakaian jika ada penghuni rumah yang dicurigai, bahkan sudah menjadi pasien COVID-19. Yang pertama harus dilakukan adalah mencuci pakaian, handuk, dan linen mereka secara terpisah.

Jika memungkinkan, gunakan sarung tangan heavy-duty sebelum memegang cucian pasien COVID-19. Lalu, jangan membawa cucian kotor dengan cara disandarkan ke tubuh Anda.

Sebagai ganti, taruh cucian di dalam wadah anti-bocor yang sudah dilabeli agar tidak tertukar atau bercampur dengan pakaian anggota keluarga lain.

Kemudian, jika menggunakan mesin cuci untuk mencuci pakaian-pakaian tersebut, beri detergen dan atur pada suhu 60-90 derajat celcius.

Alternatif lain, rendam cucian di dalam ember berisi air panas dan sabun. Gunakan tongkat untuk mengaduk rendaman cucian. Selain untuk meratakan, cara ini digunakan supaya airnya tidak tepercik keluar.

Alternatif Selain Air Panas

Ilustrasi mesin cuci. (dok. Erika Wittlieb/Pixabay)
Ilustrasi mesin cuci. (dok. Erika Wittlieb/Pixabay)

Jika tidak ada air panas, Anda disarankan merendam cucian dengan klorin 0,05 persen selama kira-kira 30 menit. Kemudian, bilas dengan air bersih dan biarkan cucian kering di bawah sinar matahari.

Setelah selesai mencuci pakaian tersebut, disarankan untuk mencuci tangan dengan sabun di bawah air mengalir. Pastikan untuk menjangkau semua bagian tangan, kira-kira cuci tangan dalam waktu 20 detik, supaya lebih bersih menyeluruh.

Sumber: Twitter WHO Indonesia

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel