Cara Menentukan Prioritas Uang untuk Belanja Online Selama WFH

Fimela.com, Jakarta Kebijakan WFH atau Work From Home membuat semua orang kini melakukan aktivitas secara online. Mulai dari urusan pekerjaan hingga aktivitas belanja.

Memang, belanja online bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia. Namun di tengah WFH seperti sekarang ini berpotensi terhadap pengeluaran ketika belanja online yang semakin besar. Sementara, pemasukan yang dihasilkan belum tentu sama dengan hari biasa.

Farah Dini Novita selaku Co-Founder dan Vice CEO Jouska Indonesia menuturkan diperlukan efisiensi penggunaan uang untuk belanja selama WFH. Di tengah kondisi seperti ini diperlakukan pengaturan keuangan yang baik, terutama dalam hal belanja.

"Di saat seperti ini tetap konsumsi seperti biasa. Tapi sewajarnya. Kita tetap butuh konsumsi untuk menggerakkan ekonomi. Seperti kebutuhan pokok. Groceries shopping. Itu dulu,'' ungkap Farah Dini Novita.

 

Prioritaskan kebutuhan primer

Ilustrasi belanja. Sumber foto: unsplash.com/rawpixel.

Selama ini, jarang ada orang yang mencatat pengeluaran yang ia lakukan. Ketika WFH seperti sekarang ini menjadi waktu yang tepat untuk mencatat apa saja yang menjadi pengeluaran kita. Namun yang pasti, kebutuhan primer seperti kebutuhan pangan menjadi wajib dikeluarkan.

"Fokus pengeluaran primer dulu. Yang harus diefisienkan adalah pengeluaran sekunder. Ada bahan atau barang yang belum dibutuhkan, dihemat dulu. Pastikan belanja yang memang kita butuh dan bisa support selama WFH," tambah Farah.

Kemudian, pembayaran ke pihak ketiga. Setiap bulan tentu ada tagihan yang harus dibayarkan. Seperti listrik, air, telepon, atau mungkin cicilan tertentu yang sedang berjalan. Ini menjadi kewajiban yang tetap dilakukan.

Sementara, pada pengeluaran sekunder bisa dialokasikan ke bidang lain. Seperti misalnya anggaran untuk hiburan yang biasa kita gunakan untuk hang out. Dana ini bisa dipotong dan kemudian dialokasikan sebagai dana darurat atau kesehatan.

Simak video berikut ini

#changemaker