Cara Mengajarkan Anak agar Dapat Bertoleransi Sejak Dini

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Isu toleransi di Indonesia menjadi perbincangan hangat dimana-mana. Menanamkan benih toleransi seharusnya dilakukan orangtua sejak dini kepada anak. Meski toleransi susah untuk dipahami, perlahan anak akan menyadari perbedaan yang ada di lingkungan sekitar.

Mengapa harus mulai dari orangtua? Orangtua adalah individu terdekat dari anak. Orangtua harus peka dengan toleransi karena sikap anak pasti menurun dari orangtuanya. Jika orangtua bersifat acuh tak acuh pasti anaknya akan bersikap demikian.

Menurut merriam-webster.com, toleransi adalah rasa simpati atau memaklumi keyakinan atau praktik yang berbeda atau bertentangan dengan keyakinan atau praktik seseorang. Bukan hanya empati melainkan simpati atau kepedulian diwujudkan dalam tindakan. Hal ini merupakan sebuah proses bagi anak untuk menoleransi perbedaan di sekitar.

Dilansir dari Rady’s Children Hospital of San Diego, ada beberapa cara untuk mengajarkan sikap toleransi sejak dini pada anak.

Perhatikan sikapmu sendiri

Ilustrasi parenting | pexels.com/@ketut-subiyanto
Ilustrasi parenting | pexels.com/@ketut-subiyanto

Orangtua yang ingin membantu anak-anak mereka menghargai keragaman harus peka terhadap stereotip budaya yang mungkin telah mereka pelajari dan berusaha untuk memperbaikinya. Tunjukkan sikap menghormati orang lain. Ingatlah bahwa anak-anak selalu mendengarkan. Sadarilah caramu berbicara tentang orang yang berbeda dari diri sendiri.

Jangan membuat lelucon yang mengabadikan stereotip. Meskipun beberapa di antaranya mungkin tampak menyenangkan, tetapi dapat merusak sikap toleransi dan rasa hormat. Pilih buku, mainan, musik, seni, dan video dengan hati-hati. Ingatlah pengaruh kuat media dan budaya pop terhadap pembentukan sikap. Tunjukkan dan bicarakan tentang stereotip yang tidak adil yang mungkin ditampilkan di media. Pancing anak Anda untuk berpikir seperti apa yang seharusnya ia lakukan jika mengalami hal tersebut.

Jawab pertanyaan anak-anak tentang perbedaan dengan jujur ​​dan hormat. Ini mengajarkan bahwa mengamati dan mendiskusikan perbedaan adalah hal yang dapat diterima selama dilakukan dengan hormat. Akui dan hormati perbedaan dalam keluarga Anda sendiri. Tunjukkan penerimaan atas kemampuan, minat, dan gaya anak Anda yang berbeda-beda. Hargai keunikan setiap anggota keluargamu.

Penulis: Adonia Bernike Anaya

#elevate women

Simak Video Ini