Cara Mengatasi Efek Samping Vaksin COVID-19 pada Anak

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Vaksinasi merupakan satu di antara cara mengatasi pandemi COVID-19 agar segera berakhir. Vaksinasi bertujuan untuk membentuk herd immunty atau kekebalan kelompok sehingga penyebaran virus bisa ditekan atau tidak meluas.

Demi mempercepat herd immunity, pemerintah Indonesia terus berupaya menggalakkan vaksin COVID-19 bagi seluruh masyarakat. Kini vaksinasi tak hanya sebatas ditujukukan kepada orang dewasa, namun telah menyasar para lansia dan anak usia 12-17 tahun.

Upaya tersebut dilakukan seiring dengan munculnya varian baru virus COVID-19, yakni varian Delta dengan risiko penularan yang mudah dan cepat.

Tidak berbeda dengan vaksin yang diberikan pada orang dewasa, pemberian vaksin pada anak-anak juga memiliki beberapa efek samping yang perlu diperhatikan.

Secara umum, efek samping yang terjadi setelah vaksinasi merupakan tanda bahwa vaksin mulai bekerja di dalam tubuh untuk membentuk sistem kekebalan terhadap virus.

Meski begitu, anak-anak mungkin merasa tidak nyaman dengan efek samping yang dialami. Dalam hal ini, Anda perlu memberikan pemahaman dengan baik pada anak tentang berbagai kemungkinan efek samping yang ada.

Selain itu, bagi orang tua juga penting untuk mengetahui bagaimana cara penanganan yang tepat untuk membantu perawatan anak.

Berikut cara mengatasi efek samping vaksin COVID-19 pada anak, dinukil dari Verywellfamily, Kamis (30/9/2021).

Efek Samping Setelah Vaksin

Ilustrasi vaksin COVID-19. Sumber: Freepik
Ilustrasi vaksin COVID-19. Sumber: Freepik

Kelelahan

Ada beberapa gejala efek samping vaksin COVID-19 pada anak yang umum terjadi, satu di antaranya kelelahan. Setelah vaksinasi, mungkin anak akan merasakan tubuh yang sangat lelah dan malaise, yaitu kondisi tubuh tidak nyaman dan sakit.

Obat terbaik untuk efek samping ini adalah istirahat. Jika anak Anda tidak ingin tidur, biarkan anak bersantai di sofa dengan melakukan kegiatan yang disukai, seperti membaca buku, menonton film, atau main game.

Nyeri Otot dan Sendi

Efek samping vaksin COVID-19 pada anak berikutnya berupa nyeri otot dan sendi. Setelah anak mendapatkan vaksin, mungkin akan merasakan beberapa bagian tubuh yang pegal, seperti bagian sendi.

Meski begitu, setiap anak mungkin mengalami efek samping yang berbeda-beda. Sebagian anak mungkin merasakan, sebagian yang lain mungkin baik-baik saja.

Namun, jika gejala ini terjadi pada anak Anda, ingatkan anak untuk tidak melakukan aktivitas berat hingga gejalanya mulai membaik. Selain itu, Anda bisa memberikan obat pereda nyeri acetaminophen atau ibuprofen dapat membantu membuatnya merasa lebih nyaman.

Efek Samping Setelah Vaksin

Ilustrasi sedang divaksinasi. (unsplash)
Ilustrasi sedang divaksinasi. (unsplash)

Sakit Kepala

Sakit kepala juga termasuk satu di antara efek samping vaksin COVID-19 pada anak yang perlu diperhatikan. Nyeri di kepala atau sekitar kepala dan leher bisa membuat siapa saja merasa tidak nyaman. Kondisi ini mungkin juga terjadi pada anak Anda setelah melakukan vaksin.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala ini adalah dengan mengompres dahi dengan air dingin atau hangat. Selain itu, meredupkan lampu dan menghindari layar membantu meringankan rasa sakit.

Penting untuk memastikan anak Anda terhidrasi dengan baik, jadi usahakan agar anak minum air putih secara teratur. Jika sakit kepala sangat mengganggu, pereda nyeri non-aspirin yang dijual bebas dapat digunakan.

Sakit di Area Suntikan

Efek samping vaksin COVID-19 pada anak bisa berupa sakit atau nyeri di bagian tubuh yang terkena suntikan. Area di sekitar tempat suntikan bisa terasa sakit, merah, atau bahkan sedikit bengkak selama beberapa hari setelah vaksin.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh merespons dengan adanya peradangan di sekitar area bekas jarum suntik.

Cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi gejala ini adalah dengan memberikan kompres dingin pada area yang bengkak dan sakit. Pembengkakan, nyeri, dan kemerahan biasanya memburuk pada satu atau dua hari pertama dan akan membaik dari hari ke hari.

Jika mulai terlihat lebih buruk atau mulai sakit beberapa hari setelah vaksin, hubungi penyedia layanan kesehatan anak Anda. Memburuknya gejala ini dapat mengindikasikan kemungkinan infeksi.

Kedinginan atau Demam

Efek samping vaksin COVID-19 pada anak, bisa berupa kedinginan atau demam. Setelah vaksinasi, tubuh bisa memberikan respons dengan meningkatkan suhu sebagai mekanisme untuk melawan patogen yang masuk. Kadang-kadang anak-anak akan merasa kedinginan sebelum atau selama demam.

Untuk demam ringan yang tidak terlalu mengganggu aktivitas anak, Anda cukup memberikan pakaian yang lebih ringan serta konsumsi air putih yang teratur. Selain itu, pastikan anak istirahat dengan cukup untuk membantu mempercepat pemulihan.

Anda juga bisa memberikan obat penurun demam seperti acetaminophen atau ibuprofen sesuai saran dari penyedia layanan kesehatan.

Kapan Harus Menghubungi Dokter

Ilustrasi dokter. (Foto: Unsplash.com/Arvin Chingcuangco)
Ilustrasi dokter. (Foto: Unsplash.com/Arvin Chingcuangco)

Seperti dikatakan efek samping yang muncul setelah vaksinasi merupakan suatu hal yang normal. Namun, ketika efek samping pada anak tidak kunjung membaik, seperti adanya keluhan nyeri dada, sesak napas, atau sensasi jantung yang berdebar, sebaiknya segera berkonsultasi dengan dokter.

Dengan begitu, anak bisa mendapatkan penanganan yang baik dan tepat untuk membantu pemulihannya.

Sumber: Verywellfamily

Yuk, baca artikel cara lainnya dengan mengikuti tautan ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel