Cara Menghitung Bunga Deposito, Mudah dan Cepat!

Cara Menghitung Bunga Deposito, Mudah dan Cepat!
Cara Menghitung Bunga Deposito, Mudah dan Cepat!

RumahCom – Deposito adalah simpanan atau tabungan yang pencairannya hanya dapat dilakukan pada jangka waktu tertentu dan syarat-syarat tertentu. Biasanya saat  menyimpan uang di deposito, Anda juga akan mendapatkan bunga deposito. Lalu bagaimana cara menghitung bunga deposito?

Bunga deposito adalah suku bunga yang dikenakan untuk tiap jangka waktu yang ditawarkan dalam deposito. Meskipun biasanya suku bunga deposito masih di bawah tingkat suku bunga acuan Bank Indonesia (BI Rate). Tapi tak jarang ada bank yang menawarkan bunga yang jauh lebih tinggi. Hanya saja tingkat suku bunga deposito jauh lebih tinggi ketimbang tabungan.

Seringkali, perbankan menawarkan jangka waktu satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan 12 bulan yang disebut tenor dalam deposito. Deposito memiliki sejumlah karakteristik dari bank, antara lain adalah dapat dicairkan setelah jangka waktu berakhir. Namun, sebelum jatuh tempo, Anda juga memiliki opsi untuk memperpanjang deposito yang  secara otomatis atau disebut automatic roll over.

Pada saat jatuh tempo, Anda berhak menerima pokok dan bunga deposito sesuai bunga yang berlaku setelah dipotong pajak. Pada saat pencairan deposito, Anda juga berkewajiban untuk menandatangani formulir pencairan. Oleh karenanya, Anda sebaiknya memperhatikan tingkat suku bunga deposito yang berlaku dan pastikan telah sesuai dengan ketentuan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Simak lebih lengkap mengenai cara menghitung bunga deposito!

  • Cara Menghitung Bunga Deposito

  • Daftar Bunga Deposito Bank di Indonesia

  • Manfaat Menyimpan Uang dengan Deposito

  • Keunggulan dan Kekurangan Deposito

[ArticleCallout]{ “title”: “Suku Bunga BI: Definisi, Fungsi, dan Pengaruh Kenaikan Suku Bunga BI”, “excerpt”: “Simak penjelasannya di sini!”, “link”: “https://www.rumah.com/panduan-properti/suku-bunga-bi-73649”, “image”: “https://img.iproperty.com.my/angel/520×300-crop/wp-content/uploads/sites/5/2022/10/Alt-text-Suku-Bunga-BI_-Definisi-Fungsi-dan-Pengaruh-Kenaikan-Suku-Bunga-BI.png” } [/ArticleCallout]

Cara Menghitung Bunga Deposito

Cara menghitung bunga deposito Anda bisa menggunakan dua cara. Yang pertama adalah menghitung berdasarkan total pendapatan yang akan Anda dapatkan di akhir jatuh tempo. Sedangkan cara kedua adalah dengan menghitung berdasarkan profit yang akan Anda dapatkan dari suku bunga setiap bulan.

Namun, sebelum Anda mulai mencoba cara menghitung bunga deposito, sebaiknya Anda memastikan terlebih dahulu suku bunga yang ditetapkan oleh bank pilihan Anda mendepositokan dana Anda serta besarnya pajak yang harus dibayar (jika ada). Pertama, jika Anda ingin menghitung bunga deposito berdasarkan total pendapatan per jatuh tempo. Melalui cara ini, Anda dapat mengetahui kisaran profit yang akan Anda dapatkan secara keseluruhan. Berikut rumus dan cara perhitungannya:

Setoran Pokok + (Profit dari Bunga Deposito – Jumlah Pajak Deposito)

Sebelum Anda mulai menghitung menggunakan rumus di atas, pastikan Anda menghitung terlebih dahulu profit dari bunga deposito serta jumlah pajak deposito yang harus dibayarkan. Untuk menghitungnya, Anda dapat gunakan cara berikut:

Profit dari Bunga Deposito:

(Setoran Pokok x Suku Bunga Deposito x Tenor*dalam satuan hari) / 365 (hari)

Jumlah Pajak Deposito:

Tarif Pajak x Profit dari Bunga Deposito

Cara kedua, apabila Anda ingin menghitung rumus berdasarkan keuntungan bunga setiap bulan. Dengan cara ini, Anda dapat lebih merinci kisaran profit yang akan Anda dapatkan setiap bulan. Berikut rumus serta cara perhitungannya:

(Suku Bunga Deposito x Setoran Pokok Deposito x 30 hari x 80%) / 365 hari)

Sebagai catatan, persentase 80% di atas merupakan persentase pendapatan setelah dikurangi dengan persentase pajak yang harus ditanggung (100% – 20%).

Daftar Bunga Deposito Bank di Indonesia

<em>Kepada setiap deposan diberikan bunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank. </em>
Kepada setiap deposan diberikan bunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank.

Deposito merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu. Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan. Diterbitkan dengan mencantumkan nama pemilik deposito baik perorangan maupun lembaga.

Kepada setiap deposan diberikan bunga yang besarnya dan waktu pembayarannya sesuai dengan yang berlaku di masing-masing bank. Pembayaran bunga deposito dapat dilakukan setiap bulan atau setelah jatuh tempo sesuai jangka waktunya. Namun, pencairan deposito sebelum jatuh tempo umumnya dikenakan denda.

Setelah mengetahui dan memahami cara menghitung kisaran keuntungan yang bisa Anda dapatkan dari bunga deposito, langkah selanjutnya adalah memilih bank untuk mendepositokan dana Anda. Pastikan bank pilihan Anda sudah terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan atau OJK agar dana Anda lebih aman dan terjamin. Selain itu, pastikan bank pilihan Anda memberikan kemudahan serta pilihan jangka waktu yang beragam agar Anda dapat menentukan jangka waktu deposito sesuai dengan preferensi dan kebutuhan Anda.

Berikut ini daftar suku bunga deposito bank di Indonesia:

Nama Bank

Rata-rata Suku Bunga Deposito (12 tahun)

Bank BCA

1,95 %

Bank CIMB Niaga

3,75 %

Bank Mandiri

2,5 %

Bank BNI

3 %

Bank BRI

3 %

Itulah beberapa cara menghitung bunga deposito. Menyimpan uang dengan deposito bisa menjadi salah satu cara untuk mempersiapkan dana untuk membeli rumah. Jika Anda sedang mencari hunian dijual di kawasan Tangerang, cek daftarnya di bawah Rp2 miliar di sini!

Manfaat Menyimpan Uang dengan Deposito

<em>Keuntungan deposito berjangka yang didapatkan oleh nasabah yaitu tingkat suku bunga bank yang ditawarkan lebih tinggi daripada produk perbankan lainnya. </em>
Keuntungan deposito berjangka yang didapatkan oleh nasabah yaitu tingkat suku bunga bank yang ditawarkan lebih tinggi daripada produk perbankan lainnya.

Keuntungan deposito berjangka yang didapatkan oleh nasabah yaitu tingkat suku bunga bank yang ditawarkan lebih tinggi daripada produk perbankan lainnya. Karena itulah deposito berjangka hanya dapat diambil dalam kurun waktu yang ditentukan, jika uang atau dana deposito berjangka diambil sebelum batas waktu yang ditentukan maka akan dikenakan pinalti.

Hal itu akan membuat Anda berpikir dua kali jika diambil sebelum jatuh tempo, maka akan terkena penalti dan tidak mendapat suku bunga. Berikut ini manfaat dari deposito:

  • Pilihan Investasi Paling Mudah

Deposito berjangka memiliki tingkat suku bunga yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan produk perbankan lainnya. Hal ini tentu akan sangat menguntungkan karena semakin besar uang yang Anda simpan maka suku bunga yang didapatkan juga semakin besar.

  • Investasi Rendah Resiko

Investasi deposito berjangka memiliki tingkat gagal investasi yang lebih rendah daripada jenis investasi lain seperti pasar saham dan obligasi. Dalam saham, rasa khawatir karena resiko kerugian lebih besar, sedangkan dalam deposito berjangka relatif lebih aman karena tidak perlu melihat harga pasar yang bisa berubah sewaktu-waktu.

  • Pendapatan Per Tenor Deposito Berjangka

Pendapatan per tenor adalah keuntungan deposito berjangka selanjutnya dimana Anda kesulitan mengambil uang jika waktunya tidak tepat. Tapi, keuntungan bisa saja diambil dengan cara menyetor kembali uang tersebut ke rekening deposito berjangka Anda. Jadi Anda tetap mendapatkan bunga sesuai dengan tenor.

[PropertyTip]Deposito merupakan simpanan yang pencairannya dilakukan berdasarkan jangka waktu tertentu. Umumnya mempunyai jangka waktu mulai dari 1, 3, 6, dan 12 sampai dengan 24 bulan.[/PropertyTip]

Keunggulan dan Kekurangan Deposito

<em>Untuk memahami apakah berinvestasi di deposito adalah pilihan terbaik, Anda perlu cek kelebihan dan kekurangan rekening deposito. </em>
Untuk memahami apakah berinvestasi di deposito adalah pilihan terbaik, Anda perlu cek kelebihan dan kekurangan rekening deposito.

Deposito merupakan salah satu pilihan investasi paling populer. Beberapa orang menganggap deposito tetap sebagai pilihan investasi terbaik dan menginvestasikan sebagian besar tabungan mereka dalam instrumen ini. Semua bank menawarkan deposito dengan tingkat suku bunga yang berbeda.

Bahkan, saat ini untuk membuka deposito, caranya juga cukup mudah dan sederhana. Dapat dilakukan baik online maupun offline. Untuk memahami apakah berinvestasi di deposito adalah pilihan terbaik, Anda perlu melihat kelebihan dan kekurangan rekening deposito.

Setelah melihat keuntungan dan kerugian dari membuka deposito, bisa dikatakan deposito merupakan instrumen untuk menyimpan uang  bagi  orang-orang yang tidak menginginkan banyak risiko. Pendapatan dari bentuk investasi ini terbatas. Namun, bank memiliki fasilitas sweep in dimana kelebihan dana dari rekening tabungan dapat dialihkan ke deposito tetap sampai nasabah membutuhkan dana tersebut. Dengan mengaktifkan fitur ini, Anda dapat meningkatkan pengembalian dari rekening deposito tetap Anda.

Keunggulan

Kekurangan

Dapat dijadikan agunan/jaminan kredit

Tren suku bunga yang rendah. Meskipun deposito tetap memiliki banyak keuntungan, suku bunga tidak bergerak sejalan dengan inflasi. Ini berarti dalam beberapa kasus, mereka mungkin benar-benar berpenghasilan kurang dari tingkat inflasi. Suku bunga untuk deposito telah jatuh dalam beberapa waktu terakhir yang telah mengurangi daya tarik investasi ini.

Memperoleh hasil bunga yang umumnya lebih tinggi dari bentuk simpanan lainnya.

Dana terkunci. Deposito  mengunci dana Anda untuk jangka waktu tertentu. Dana ini tidak tersedia untuk Anda gunakan kecuali Anda menarik dana sebelum waktunya. Deposito tetap sama sekali tidak likuid dan tidak dapat diubah menjadi uang tunai dengan mudah.

Dapat mengelola keuangan secara lebih terencana sesuai dengan kebutuhan dan jangka waktu deposito.

Penalti saat penarikan. Bank mengenakan penalti kepada deposan yang menarik depositonya sebelum waktunya. Denda ini berupa penurunan suku bunga.

Dijamin oleh Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS)

Tingkat bunga tetap. Tingkat bunga deposito tetap atau sama untuk sepanjang jatuh tempo. Bahkan jika suku bunga meningkat, bank tidak membayar bunga tambahan kepada pemegang simpanan.

Tonton video berikut ini untuk mengetahui tahapan membangun rumah tumbuh!

Temukan lebih banyak pilihan rumah terlengkap di Daftar Properti dan Panduan Referensi seputar properti dari Rumah.com

Hanya Rumah.com yang percaya Anda semua bisa punya rumah