Cara Menghitung Masa Subur dan Cirinya yang Perlu Diketahui

·Bacaan 4 menit

Liputan6.com, Jakarta Cara menghitung masa subur perlu diketahui wanita yang sedang merencanakan kehamilan. Masa subur ada di sekitar waktu ovulasi. Cara menghitung masa subur bisa dimulai dari lima hari sebelum ovulasi sampai ovulasi terjadi.

Masa subur merupakan hal yang sangat umum dialami wanit. Tiap bulannya, tubuh wanita melepaskan satu sel telur yang harus segera dibuahi agar kehamilan dapat terjadi. Apabila sel telur tidak dibuahi, maka sel tersebut akan keluar bersama aliran menstruasi. Maka dari itu, agar kemungkinan hamil semakin meningkat, ada baiknya memahami bagaimana cara menghitung masa subur.

Langkah awal dalam cara menghitung masa subur, bisa dilakukan dengan perhitungan sederhana. Cara menghitung masa subur tersebut bisa diketahui mulai dari siklus menstruasi bulanan. Akan tetapi, cara menghitung masa subur wanita bisa diamati setelah 3-4 kali menstruasi.

Lantas, bagaimana cara menghitung masa subur tersebut lebih lanjut? Berikut ini Liputan6.com telah merangkum dari berbagai sumber mengenai cara menghitung masa subur, serta apa saja ciri-cirinya, Minggu (28/2/2021).

Apa itu masa subur?

Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels
Ilustrasi menstruasi | Polina Zimmerman dari Pexels

Ovulasi bisa terjadi hanya sekali selama satu bulan. Saat ovarium melepas sel telur yang matang, sel telur tersebut bisa mati dalam 12 hingga 24 jam, terutama saat tidak dibuahi oleh sperma. Hal ini menjadi penyebab, mengapa sangat penting untuk mengatur waktu untuk berhubungan seksual tepat sebelum dan sekitar ovulasi.

Selanjutnya, sperma bisa hidup di dalam tubuh wanita sampai lima hari. Terjadinya proses kehamilan dapat terjadi saat pasangan melakukan hubungan seks setidaknya lima hari sebelum ovulasi terjadi. Hal ini yang akhirnya disebut dengan masa subur.

Cara menghitung masa subur jika siklus menstruasi teratur

Ilustrasi menstruasi. Photo by Oana Cristina on Unsplash
Ilustrasi menstruasi. Photo by Oana Cristina on Unsplash

Apabila Anda yang memiliki siklus menstruasi teratur, maka cara menghitung masa subur akan lebih mudah. Siklus menstruasi biasanya terjadi rata-rata sekitar 28 hari. Siklus ini mulai pada hari pertama menstruasi sampai hari pertama menstruasi berikutnya.

Akan tetapi, tidak semua wanita punya siklus menstruasi 28 hari. Siklus menstruasi pada tiap wanita bisa bervariasi dari 21 hari hingga 35 hari. Apabila menstruasi tetap di siklus yang sama, siklus ini dapat disebut dengan siklus teratur.

Proses ovulasi terjadi sekitar 12-16 hari sebelum menstruasi. Masa subur sendiri terjadi 5-6 hari sebelum masa ovulasi. Secara wajarnya rata-rata wanita mengalami masa subur antara hari ke 10 - 17 (setelah hari pertama menstruasi).

Cara menghitung masa subur dengan siklus menstruasi teratur bisa dengan mengurangi hari pertama menstruasi berikutnya dengan 14. Sebagai contoh, menstruasi mulai tanggal 2 Juli, jika Anda memiliki siklus menstruasi 28 hari, tambahkan dengan 28. Hasilnya adalah hari pertama menstruasi berikutnya, jadi 30 Juli. Setelah itu kurangi 30 dengan 14, dan ketemulah masa subur. 30 - 14 = 16, maka masa suburnya jatuh tanggal 16 Juli.

Cara menghitung masa subur jika siklus menstruasi tidak teratur

Ilustrasi menstruasi (Unsplash)
Ilustrasi menstruasi (Unsplash)

Jika Anda memiliki siklus menstruasi tidak teratur, Anda masih bisa mengetahui cara menghitung masa subur. Cara menghitung masa subur jika siklus menstruasi tidak teratur memang sedikit rumit dan memerlukan cukup waktu. Pasalnya, Anda harus mengetahui siklus menstruasi minimal 6 bulan terakhir.

Satu siklus menstruasi dihitung mulai hari pertama menstruasi sebelumnya hingga hari pertama menstruasi berikutnya. Kemudian, hitung dengan cermat berapa jumlah hari serta masing-masing siklus menstruasi selama 6 kali berturut-turut dan kemudian lihat berapa hari siklus terpanjangnya serta berapa hari juga siklus terpendeknya.

Contoh, jika siklus menstruasi selama 6 bulan berturut-turut adalah 29 hari, 31 hari, 27 hari, 28 hari, 26 hari, 30 hari. Dari contoh tersebut, maka siklus menstruasi terpendek adalah 26 hari dan siklus terpanjang 31 hari. Sampai di sini masa subur bisa diketahui.

Selanjutnya ketahui siklus menstruasi terpendek, misal 28 hari. Kurangi angka 28 dengan 18, maka hasilnya 8. Angka ini adalah hari pertama pada posisi paling subur. Setelah itu ketahui siklus terpanjang menstruasi, misalnya 31 hari. Kurangi angka ini dengan angka 11, maka hasilnya 20. Angka ini adalah hari terakhir masa subur yang dimiliki.

Apa ciri masa subur?

Sumber : Freepik
Sumber : Freepik

Kemudian, jika sudah mengetahui cara menghitung masa subur, penting juga untuk memahami apa saja ciri-cirinya. Ciri-ciri masa subur tersebut bisa dilihat dari tanda fisik dan psikis. Berikut ini ciri-ciri masa subur wanita:

1. Hasrat seksual meningkat

Hasrat wanita untuk berhubungan seks meningkat sesaat sebelum ovulasi. Sebenarnya,, meningkatnya hasrat wanita untuk berhubungan seks meningkat sesaat sebelum ovulasi, merupakan reaksi alami tubuh.

2. Keluar cairan serviks mirip putih telur

Cairan serviks yang menyerupai putih telur merupakan tanda jika wanita mendekati ovulasi atau sedang berovulasi. Cairan serviks pada wanita berbeda-beda jika dilihat secara bentuk fisiknya. Ovulasi biasanya terjadi pada hari seorang wanita memiliki jumlah cairan basah paling banyak.

3. Muncul bercak cokelat

Bercak cokelat saat ovulasi merupakan hal yang normal. Gejala ovulasi ini bisa terjadi saat folikel berkembang, atau telur, matang, tumbuh dan kemudian pecah, menghasilkan sejumlah kecil perdarahan. Saat darah bertambah tua, maka warnanya akan berubah menjadi cokelat. Hal inilah menjadi sebab keputihan dapat berkisar dari merah hingga cokelat tua.

4. Suhu tubuh basal meningkat

Suhu tubuh basal merupakan suhu ketika tubuh istirahat. Saat ovulasi, kadar progesteron naik di tubuh. Hormon progesteron jadi penyebab suhu tubuh sedikit naik sekitar setengah derajat celsius. Waktu paling subur yaitu dua hingga tiga hari sebelum kenaikan suhu.

5. Perubahan fisik payudara

Sensitivitas payudara serta puting susu, kelembutan serta rasa sakit, juga bisa menjadi tanda lain dari ovulasi. Hal ini terjadi karena aliran hormon yang masuk ke tubuh tepat sebelum dan setelah ovulasi.

6. Nyeri panggul ringan

Pada beberapa wanita biasanya merasa sakit atau nyeri di panggul. Efek tersebut disebut dengan Mittelschmerz, dan bisa berlangsung di mana saja antara beberapa menit serta beberapa jam.