Cara Menperin Agus Dukung Gerakan Bangga Buatan Indonesia

·Bacaan 2 menit

VIVA – Menteri Perindustrian (Menperin), Agus Gumiwang Kartasasmita ditunjuk sebagai Penanggungjawab Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (BBI) oleh Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan yang diselenggarakan pada Mei 2021.

Hari ini, puncak pelaksanaan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia di laksanakan di Borobudur, Jawa Tengah.

Politisi Partai Golkar ini menyampaikan laporan beberapa hal berkaitan dengan penyelenggaraan Gerakan Nasional BBI, yakni tema yang diangkat Festival Joglosemar, Artisan of Java yang fokus di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Adapun, acara puncak digelar hari ini bertepatan Hari Kebangkitan Nasional.

“Adapun tiga tujuan utama dilaksanakan gerakan ini yaitu meningkatkan jumlah industri kecil menengah (IKM) yang in boarding, menciptakan value creation bagi IKM-UKM, dan tentu meningkatkan permintaan produk-produk UMKM-IKM,” kata Agus saat siaran langsung dari tvOne pada Kamis, 20 Mei 2021.

Menurut dia, Kementerian Perindustrian juga sekalian memberikan secara simbolis sejumlah fasilitas program seperti restrukturisasi mesin dan peralatan untuk IKM, bantuan mesin dan peralatan untuk pondok pesantren pada program santripreneur.

Selain itu, fasilitasi merk IKM, fasilitasi sertifikat peningkatan penggunaan produk dalam negeri, fasilitasi desain kemasan dan cetak kemasan, serta dukungan fasilitasi SNI termasuk batik.

“SNI ini sangat penting karena bisa menjadi instrumen kita upaya meningkatkan kualitas dari produk Indonesia, tapi juga untuk menghambat lajunya barang-barang impor dari luar negeri. Jadi ini salah satu instrumen yang bisa kita gunakan,” ujarnya.

Dalam rangka mendukung tujuan utama Gerakan BBI 2021, Agus menargetkan sekitar 6,1 juta UMKM dan IKM on boarding di market place. Namun, ia akan terus berupaya untuk tidak berhenti pada target 6,1 juta UMKM saja. “Kita mungkin bisa mendorong lagi sampai 7 juta atau 8 juta UMKM,” jelas dia.

Di samping itu, Agus menambahkan Kementerian Perindustrian juga secara konsisten memperdayakan pelaku IKM melalui penguatan teknologi e-bisnis. Bahkan, Kementerian Perindustrian sudah punya program e-smart IKM yang berjalan sejak 2017. Sehingga, ada 14.000 para pelaku industri kecil menengah di seluruh Indonesia.

“Adapun manfaat yang diperoleh para pelaku IKM dalam program e-smart IKM yaitu workshop untuk membuka toko online bisnis digital, manajemen bisnis kebijakan dan peraturan pemerintah. Kedua, agar mereka bisa masuk ke dalam katalog e-smart IKM. Ketiga, akses ke berbagai program Kemenperin,” katanya.

Sebagai informasi, kata Agus, pemerintah telah menganggarkan program sertifikasi TKDN (tingkat komponen dalam negeri) melalui Kementerian Perindustrian sehingga biaya sertifikasi TKDN yang difokuskan untuk IKM semua ditanggung pemerintah.

“Selain itu, pendampingan pemasaran online dan penciptaan akses go global,” katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel