Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet hingga Undang-Undang

·Bacaan 6 menit

VIVA – Cara menulis daftar pustaka sangat penting untuk diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat, seperti dilansir dari library.petra.ac.id, daftar pustaka merupakan sebuah daftar yang memuat seluruh informasi dari sumber kutipan secara jelas dan terperinci, yang disusun secara alfabetis.

Dengan kata lain, daftar pustaka harus ada pada saat mengutip salah satu tulisan atau karya orang lain. Ketika melakukan pengutipan, Anda harus membuat sebuah daftar yang berisi informasi tentang siapa dan topik apa yang sedang di rujuk.

Daftar pustaka juga dinilai sebagai referensi yang memberikan detail informasi kepada pembaca tentang sebuah rujukan sehingga setiap pembaca dapat memberikan pemahaman tentang sumber tersebut.

Secara umum, daftar pustaka berada di akhir halaman sebuah karya ilmiah. Dalam membuat karya ilmiah, mau tidak mau Anda harus membuat daftar pustaka. Hal ini sebagai rujukan bahwa penelitian yang dilakukan adalah benar serta memenuhi etika dalam penulisan karya ilmiah. Selain itu, penulisan daftar pustaka juga sebagai penanda bahwa Anda sebagai peneliti menghargai penelitian yang telah dilakukan sebelumnya.

Menuliskan daftar pustaka juga dapat menghindari adanya plagiarisme atau penjiplakan pada karya yang sedang diteliti. Selain itu, Anda juga dianggap dapat menghargai dan mengakui bahwa penelitian tersebut berasal dari keresahan yang dialami serta didukung dengan penelitian sebelumnya.

Lalu, Bagaimana Cara Menulis Daftar Pustaka yang Benar?

Dalam penulisan daftar pustaka, paling tidak harus ada unsur-unsur penting seperti: nama pengarang (susunan terbalik dan tanpa gelar), tahun terbit, judul buku atau karangan, kota terbit, dan nama penerbit. Selain itu, dalam beberapa daftar pustaka juga dapat dimasukan unsur yang lain seperti: edisi/cetakan berapa dan terjemahan siapa.

Penulisan daftar pustaka harus benar-benar sempurna. Oleh karenanya, Anda perlu memerhatikan aturan penulisan daftar pustaka.

  1. Daftar pustaka ditulis rapat dengan jarak satu spasi.

  2. Setiap pergantian unsur daftar pustaka, jarak direnggangkan 0,5 spasi.

  3. Apabila penulisan daftar pustaka melebihi satu baris, maka baris kedua ditik menjorok lima ketukan atau satu tab komputer.

  4. Apabila dalam sebuah daftar pustaka terdapat lebih dari satu buku atau karangan, maka penulisan nama pengarang cukup sekali, serta urutan penulisannya harus didasarkan pada tahun terbit buku, dari terbitan lama ke baru.

  5. Daftar pustaka disusun secara alfabetis tanpa diberi nomor.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Buku

  1. Nama penulis

Penulisan nama penulis dalam daftar pustaka diawali dengan nama belakang, lalu diikuti dengan tanda koma dan nama depan. Apabila dalam sebuah buku terdapat gelar-gelar penulis, maka yang dituliskan hanya namanya saja tidak dengan gelarnya.

Contoh: Kurniawan, Eka.

Apabila terdapat dua penulis atau lebih, maka yang dibalik hanya nama penulis pertama, sisanya tidak perlu. Kemudian jangan lupa untuk menuliskan “dan” diantara penulis kedua dan ketiga.

Contoh: Kurniawan, Eka. Andrea Hirata., dan Pramoedya Ananta Toer.

Selain itu, jika dalam sebuah sumber rujukan memiliki lebih dari tiga penulis, maka hanya penulis pertama saja yang dibalik kemudian ditambah “dkk” (dan kawan-kawan).

Contoh: Kurniawan, Eka dkk.

  1. Tahun Terbit

Setelah nama penulis, konstituen kedua yang harus hadir adalah tahun terbit. Tujuannya agar dapat diketahui waktu ketika buku atau karya ilmiah tersebut diterbitkan.

Contoh: Kurniawan, Eka. 2009.

  1. Judul Buku

Unsur ketiga yang harus hadir setelah nama penulis dan tahun terbit adalah judul buku. Namun, perlu diingat, penulisan judul buku harus dengan tulisan miring atau italic.

Contoh: Kurniawan, Eka. 2009. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas.

  1. Tempat Terbit

Penulisan tempat terbit berbeda dengan penulisan sebelumnya. Setelah penulisan tempat terbit harus diikuti dengan tanda titik dua.

Contoh: Kurniawan Eka. 2009. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Jakarta:

  1. Nama Penerbit

Konstituen terakhir yang perlu ditulis dalam sebuah daftar pustaka adalah nama penerbit.

Contoh: Kurniawan, Eka. 2009. Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas. Jakarta: Pusat Bahasa.

Selain itu, dalam sebuah buku juga sering ditemui beberapa kemungkinan yang dapat terjadi seperti dalam contoh berikut.

  • Adanya angka dalam nama penulis

Apabila terdapat angka dalam nama penulis, maka tulislah angka tersebut setelah nama penulis.

Contoh: Haris, Rizky., III. 2021. Sebuah Jalan Menuju Sukses. Bandung: PT Cipta Kreasi.

  • Tidak ada nama penulis

Sering kali peneliti menemukan buku yang tidak ada nama penulisnya, apabila hal tersebut terjadi, maka penulisannya langsung ke dalam judul buku.

Contoh: Meniti Karir pada Saat Kuliah. 2015. Semarang: PT Media Semarang.

  • Ditulis oleh Sebuah Organisasi

Apabila Anda menemukan buku yang ditulis oleh sebuah organisasi, maka nama penulis diganti dengan nama organisasi.

Contoh: Departemen Minat dan Bakat. 2010. Tips Memenangkan Pertandingan Sepak Bola. Jakarta: PT Cipta Kreasi.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Artikel Jurnal, Artikel Koran, atau Artikel Majalah

Berbeda dengan buku, penulisan daftar pustaka dari jurnal harus ada judul jurnal, volume, dan halaman. Contoh penulisan daftar pustaka dari jurnal sebagai berikut.

Contoh: Momo, Michaella. 2021. Household deprivation and the intergenerational correlation of education: An analysis of developing countries. International Journal of Educational. 109 (2021) 101797. 1-17.

Selain itu, untuk penulisan daftar pustaka dari jurnal dengan dua penulis atau lebih sama seperti penulisan daftar pustaka yang bersumber dari buku, yaitu ditulis nama belakang terlebih dahulu, kemudian diikuti dengan nama depan dan nama penulis selanjutnya.

Contoh: Momo, Michella. Jackson., dan David. 2021. Household deprivation and the intergenerational correlation of education: An analysis of developing countries. International Journal of Educational. 109 (2021) 101797. 1-17.

Apabila Anda mengambil jurnal daring dari universitas, maka tambahkan tanggal diakses, nama universitas, serta link jurnal tersebut.

Contoh: Momo, Michella. 2021. Household deprivation and the intergenerational correlation of education: An analysis of developing countries. International Journal of Educational. 109 (2021) 101797. 1-17. Diakses pada 15 Maret 2020 Harvard University dari https://reader.elsevier.com/reader/sd/pii/

Bukan hanya itu, artikel koran juga dapat dijadikan sebagai referensi dalam penelitian, penulisan daftar pustakanya terdiri atas: nama belakang penulis lalu diikuti nama depan, baik satu atau lebih penulis. tahun publikasi. “judul artikel”. Nama koran. Tanggal penerbitan.

Contoh: Aulia, Muhammad. 2019. “Tips Sukses di Masa Muda”. Koran KITA. 5 Mei 2021.

Selain koran, artikel majalah pun dapat menjadi sumber rujukan dalam penulisan karya ilmiah. Aturan penulisannya tidak jauh berbeda dengan aturan sebelumnya. Berikut cara penulisannya: nama penulis. Tahun Publikasi. “Judul Artikel”. Nama Majalah nomor edisi.

Contoh: Fauzan, Ahmad. 2021. “Tahapan Menyusun Karya Ilmiah”. VIVA XX.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Skripsi, Tesis, dan Disertasi

Daftar pustaka bisa bersumber dari mana saja, salah satunya dari skripsi. Namun, dalam penulisannya terdapat perbedaan dengan aturan penulisan sebelumnya. Adapun metode penulisan tersebut adalah sebagai berikut.

Nama penulis. Tahun Publikasi. “Judul Skripsi/ Tesis/ Disertasi”. Nama fakultas, perguruan tinggi: kota perguruan tinggi.

Contoh: Hasan, Rifky. 2021. “Analisis Perilaku Pemain Game Online”. Skripsi. Fakultas Psikologi Universitas Indonesia: Jakarta.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Internet atau Website

Internet atau website dapat dijadikan sebagai bahan referensi lho. Untuk penulisan daftar pustakanya sebagai diawali dengan nama penulis. Tahun dibuat. Judul halaman. Tanggal diakses halaman, bulan, tahun, link website.

Contoh: Jason, J. 2020. “How to Modify Motorbike”. Diakses pada 10 Mei 2021, dari http://www.jason.j.id/info/modify_mod.html

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Hasil Wawancara

Tahukah kamu, hasil wawancara dapat digunakan sebagai referensi pada penulisan artikel lho. Untuk penulisan daftar pustakanya sebagai berikut.

Contoh: Wisnu Adji, diwawancarai oleh Michaell, April 2019, Arsip Sejarah, Perpustakaan, Indonesia.

Cara Menulis Daftar Pustaka dari Undang-Undang, Peraturan Pemerintah, atau Keputusan Presiden

Selain sumber rujukan di atas, ternyata Undang-Undang juga dapat dijadikan sebagai rujukan pada penelitian lho. Untuk nama penulisnya ditulis dengan Pemerintah Indonesia atau Republik Indonesia.

Republik Indonesia. 2018. Undang-Undang Republik Indonesia Tentang Pendidikan Tinggi. Jakarta: Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi.

Format Penulisan Daftar Pustaka

  1. APA Style (American Psychological Association Edisi Ke-7)

Untuk teknik ini, tahun terbit diapit dengan menggunakan dua tanda kurung. Contoh penulisannya sebagai berikut.

Hasan, Rizky. (2019). Tips Sukses di Usia Muda. Jakarta: PT Cipta Indonesia.

  1. Chicago Style

Untuk teknik ini penulisannya sebagai berikut:

Thomas, Aditya. Perdebatan dengan Diri Sendiri. Jakarta: CV Kreatif, 2009.

Itulah berbagai cara yang dapat Anda lakukan pada saat menuliskan daftar pustaka. Selain itu, Anda juga dapat memilih format yang ingin digunakan untuk penulisannya. Semoga bermanfaat ya!