Cara Menulis Kutipan yang Benar, Lengkap Beserta Contohnya

·Bacaan 4 menit

Bola.com, Jakarta - Kutipan adalah pinjaman kalimat atau pendapat/ide/gagasan orang lain yang diambil dari sumber tertentu. Satu di antara tujuan mengutip ialah untuk memperkukuh argumen dalam tulisan sendiri.

Kutipan dijadikan keterangan yang diambil dari teks acuan. Adapun fungsi kutipan ialah untuk memperkuat pendapat atau ide yang dikemukakan dalam karya ilmiah.

Selain itu, menulis kutipan pada karya ilmiah bertujuan untuk menghindari adanya plagiarisme.

Bagi yang ingin mengutip tulisan dari karya orang lain perlu mengetahui dan memahami caranya. Cara mengutip terdiri dari kutipan langsung dan tidak langsung.

Selain untuk memperkuat argumen dan menghindari plagiarsime, kutipan dapat dijadikan sebagai landasan teori, penjelasan suatu uraian, atau sebagai bukti untuk menunjang sebuah argumen.

Berikut ini rangkuman tentang cara menulis kutipan yang benar, seperti dilansir dari laman Staffnew.uny.ac.id dan Bocahkampus.com, Senin (14/6/2021).

Cara Menulis Kutipan

Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello
Ilustrasi menulis. /Copyright unsplash.com/alexa mazzarello

Sebelum membahas cara menulis kutipan, penting untuk diketahui prinsip-prinsipnya. Berikut ini prinsip-prinsip mengutip, terutama dalam jenis kutipan langsung.

  • Jangan melakukan perubahan kecuali jika terpaksa untuk tujuan tertentu, dan harus disertai keterangan dalam tanda kurung segi empat.

Contoh: [cetak tebal dari penulis]

  • Bila ada kesalahan pengutip tidak boleh memperbaikinya.

Biarkan apa adanya dan beri catatan singkat [sic!] yang artinya kesalahan dari naskah asli yang dikutip dan penulis (pengutip) tidak bertanggung jawab atas kesalahan tersebut.

Contoh: … hal itu memiliki makan [sic!] yang ambigu.

  • Menghilangkan bagian yang dikutip

Boleh menghilangkan bagian yang dikutip asalkan tidak mengakibatkan perubahan makna. Untuk penghilangan bagian kalimat dengan titik tiga. Jika yang dihilangkan lebih dari satu baris, digantikan dengan titik sepanjang satu barisan.

Cara Menulis Kutipan

Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Corrine
Ilustrasi menulis. Credit: unsplash.com/Corrine

Seperti yang sudah disebutkan di atas, ada dua cara mengutip, yakni kutipan langsung dan tidak langsung.

Kutipan Langsung

Kutipan langsung merupakan jenis kutipan yang dilakukan dengan cara mengambil sama persis dari sumber aslinya.

Kutipan langsung dapat dibagi lagi menjadi beberapa jenis, yakni kutipan langsung kurang dari empat baris dan lebih dari empat baris.

  • Cara menulis kutipan langsung kurang dari empat baris

  1. Kalimat kutipan harus diintegrasikan dengan teks

  2. Jarak antar baris kutipan adalah dua spasi

  3. Kutipan diapit dengan tanda kutip/petik dua ("…")

  4. Setelah kutipan, jangan lupa menuliskan sumber berupa nama pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman di dalam tanda kurung

Contoh kutipan langsung kurang dari empat baris:

"Dalam membuat sebuah karya ilmiah jenis penelitian, eksplorasi pustaka merupakan sesuatu yang harus dilakukan untuk mendapatkan kebenaran data yang ingin diteliti" (Agung Hermanto, 2009: 15-16).

Selain itu, bisa juga dengan memberikan sumber kutipan di depan sebelum kutipan seperti contoh berikut ini:

Siswanto (1990:20) menegaskan, "keputusan ilmiah merupakan sebuah kemungkinan atau probabilitas, sehingga bukan suatu kebenaran yang mutlak".

  • Cara menulis kutipan langsung lebih empat baris

  1. Penulisan kutipan dipisahkan dengan jarak tiga spasi dari teks

  2. Jarak antar baris kutipan adalah 1 spasi

  3. Kutipan boleh diapit dengan tanda kutip/petik dua ("…") atau tidak.

  4. Setelah kutipan, jangan lupa memberi keterangan sumber aslinya.

Contoh kutipan lebih dari empat baris:

Terjemahan karya ilmiah dalam bahasa Indonesia banyak yang tidak memuaskan karena para penerjemah tidak terlatih dalam ilmu penerjemahan. Misalnya terjemahan berikut ini.

"Suatu pikiran yang telah tersebar dengan luas sekali orang banyak menggambarkan buku-buku sebagai benda tak berjiwa, tidak effektif (sic!), serba damai yang pada tempatnya sekali berada dalam kelindungan-kelindungan sejuk dan ketenangan akademis dari universitas-universitas dan tempat…" (Sani, 1959: 7).

Cara Menulis Kutipan

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Startup

Kutipan Tidak Langsung

Kutipan tidak langsung merupakan jenis kutipan yang mengambil inti sarinya saja, tanpa mengurangi makna sebenarnya dari kalimat yang ada.

Jadi, untuk menulis kutipan jenis ini bisa dengan cara meringkas/menyimpulkan suatu pendapat atau menulis inti sarinya dengan gaya bahasa sendiri.

  • Cara menulis kutipan tidak langsung

  1. Kutipan diintegrasikan dengan teks

  2. Jarak antar baris kutipan adalah spasi ganda

  3. Kutipan tidak diapit dengan tanda kutip/petik dua ("…")

  4. Setelah kutipan, jangan lupa untuk menuliskan sumber kutipan

Contoh:

Kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat (Michelle Doe, 2016: 27).

Dalam menulis kutipan tidak langsung bisa juga dengan menyebutkan sumber di depan kutipan seperti berikut ini:

Michelle Doe (2016: 27) berpendapat bahwa kecerdasan buatan merupakan suatu sistem yang di dalamnya terdapat entitas ilmiah yang berfungsi untuk memproses data eksternal secara cepat dan akurat.

Cara Menulis Kutipan

Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite
Ilustrasi menulis. Credit: pexels.com/Ylanite

Cara Mengutip Kutipan yang Dikutip Orang Lain atau Sumber Kedua

Tak sedikit seorang penulis ingin mengutip sebuah kutipan yang sebelumnya telah dikutip oleh seseorang.

Hal tersebut dapat dilakukan dengan cara menyertakan nama pengarang aslinya kemudian diikuti dengan kata 'dalam'.

Contoh:

Hendry (dalam Budianto, 2005: 17) menjelaskan bahwa manajemen merupakan suatu proses untuk melakukan perencanaan dan pengontrolan sumber daya agar tujuan dapat dicapai secara efektif dan efisien.

Pada contoh di atas, Hendry merupakan pengarang kutipan asli yang pendapatnya dikutip oleh Budianto.

Cara Mengutip dari Internet

Bagi yang ingin mengutip sebuah pendapat yang bersumber dari internet, cara yang dilakukan tidak berbeda dengan mengutip dari buku atau jurnal.

Cukup tuliskan sumber yang berupa nama pengarang diikuti dengan tahun terbit artikel. Bagaimana dengan judul artikel dan alamat websitenya?

Untuk judul artikel, alamat/URL, dan waktu akses bisa kamu cantumkan di dalam daftar pustaka saja.

Misal, kamu ingin mengutip sebuah artikel yang membahas tentang jumlah pengguna internet di Indonesia dari situs Kompas.

Maka, kamu bisa mengutip dengan cara seperti berikut:

Berdasarkan wilayah geografisnya, masyarakat Indonesia yang paling banyak menggunakan internet adalah yang berlokasi di Jawa, yang selanjutnya disusul oleh Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Bali-Nusa, dan Maluku-Papua (Fatimah Kartini Bohang, 2018).

Sumber: UNY, Bocahkampus